Kota Batu, Tugumalang.id– Anggota DPRD Kota Batu, Sudjono Djonet, menilai daya tarik investasi di Kota Batu, Jawa Timur, mengalami pelemahan dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini, menurutnya, sudah terlihat jelas, terutama sejak awal 2025. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu justru mengklaim sebaliknya, bahwa investasi di daerah tersebut meningkat hingga dua kali lipat.

Wali Kota Batu Nurochman. Foto: Azmy
Djonet menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun berdampak pada banyak sektor, termasuk tingkat penanaman modal. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat Kota Batu dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Baca juga: Nilai Investasi di Kota Batu Sudah Tembus Separuh Target di Triwulan Awal 2024
Politisi yang duduk di Komisi B DPRD Kota Batu itu bahkan mengutip pernyataan Prof. Candra, Tenaga Ahli Wali Kota Batu, pada Musrenbang 2025. Menurut Prof. Candra, pelemahan ekonomi tidak semata akibat kebijakan efisiensi anggaran, tetapi juga karena menurunnya minat investasi.
“Soal ini sudah disampaikan Prof. Candra di Musrenbang 2025. Persoalannya bukan hanya efisiensi anggaran, tapi juga daya tarik investasi yang mulai menurun,” ujar Djonet.
Djonet menambahkan, legislatif sebenarnya telah memberikan peringatan terkait tren ini. Ia menilai penurunan minat investasi dalam setahun terakhir berada pada titik terburuk, dengan penurunan yang ia sebut mencapai 200 persen.
Tak hanya investasi, angka kunjungan wisatawan ke Kota Batu juga mengalami penurunan, yang berdampak langsung pada pendapatan daerah. Menurut Djonet, kondisi ini memiliki efek domino (multiplier effect) yang perlu segera diantisipasi Pemkot Batu, salah satunya melalui kepastian regulasi daerah, baik terkait perizinan investasi maupun rencana tata ruang yang mendukung potensi lokal.
“Kepastian regulasi ini penting, mulai dari perizinan hingga tata ruang kota yang mungkin belum dianggap jelas,” tambahnya.
Baca juga: Wali Kota Batu Dorong Investasi Ramah Lingkungan, Lahan Tersisa Hanya 40 Persen
Meski demikian, Djonet mengingatkan agar upaya menarik investor tidak dilakukan secara terbuka tanpa batas. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dengan aspek ekologis, terutama pada kawasan lahan hijau.
“Investasi tidak melulu membangun gedung. Potensi pertanian, agrowisata, dan pemberdayaan sumber daya lokal bisa dikembangkan tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, peluang investasi di Kota Batu tetap terbuka lebar asalkan sejalan dengan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.
Pemkot Klaim Investasi Meroket 2 Kali Lipat
Namun di sisi Pemkot Batu, daya tarik investasi di Kota Batu masih positif. Bahkan menurut Wali Kota Batu Nurochman, investasi di Kota Batu melesat tajam hingga dua kali lipat dalam kurun setahun. Dari semula Rp800 miliar pada kuartal II tahun 2024, melonjak menjadi Rp1,6 triliun di kuartal II tahun 2025.
Kenaikan ini kata Cak Nur, sapaan akrabnya menjadi bukti bahwa pendekatan pemerintah melalui kemudahan perizinan dan komunikasi intensif dengan pelaku usaha berbuah hasil.
“Banyak lahan yang dulunya terbengkalai, sekarang hidup. Dijadikan tempat usaha yang produktif, yang menyerap tenaga kerja, yang mendatangkan nilai tambah,” urainya.
Meski begitu, dirinya juga menegaskan komitmen pengawasan agar bentuk-bentuk pelanggaran tidak sampai terulang. Ia juga mengingatkan bahwa semua pelaku usaha, baik besar maupun kecil, harus tunduk pada regulasi daerah.
”Kami memastikan komitmen itu dijalankan. Kalau ada pelanggaran, ya kita tindak. Tidak pandang bulu. Di sisi lain, kami sangat paham kok semangat bisnis, tapi pengusaha juga harus paham posisi pemerintah dan tantangannya,” katanya.
Dengan regulasi yang makin jelas dan pengawasan yang diperketat, ia ingin menjadikan Kota Batu sebagai destinasi investasi unggulan yang tidak hanya untung secara ekonomi, tapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan yang positif.
“Kalau kita bisa kelola dengan benar, Kota Batu bisa jadi percontohan nasional bagaimana membangun investasi yang hijau, adil dan berkelanjutan,” pungkas Cak Nur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























