Kota Batu, Tugumalang.id– Wali Kota Batu, Nurochman, mendorong iklim investasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di tengah keterbatasan lahan yang tersedia di wilayahnya. Hal ini disampaikannya saat menghadiri forum evaluasi investasi yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Jumat (1/8/2025).
Menurut Nurochman atau akrab disapa Cak Nur, hanya sekitar 40 persen lahan di Kota Batu yang masih tersedia untuk investasi. Sisanya sudah menjadi kawasan pemukiman dan lahan pertanian yang dilindungi.
“Kami memprioritaskan investasi yang selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan. Itu mencakup ketaatan pada regulasi lingkungan, penyediaan ruang terbuka hijau, serta pengelolaan air hujan melalui sumur resapan,” jelas Cak Nur.
Baca juga: Gelar Monev, Wali Kota Batu Minta ASN Disiplin dan Hindari Konflik Kepentingan
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga melindungi nilai investasi dari risiko bencana serta memastikan optimalisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Iklim Investasi di Batu Meningkat 100 Persen
Pemkot Batu juga melakukan terobosan dengan mempercepat proses perizinan investasi. Penyesuaian Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dan Standar Nilai (SN) dilakukan agar lebih adaptif terhadap dinamika lapangan.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa proses perizinan di Batu itu sulit. Kini, proses lebih efisien dan transparan karena melibatkan lebih dari satu konsultan,” tegas Cak Nur.
Kebijakan proaktif ini membuahkan hasil. Dalam kurun waktu satu tahun, realisasi investasi di Kota Batu melonjak 100 persen, dari Rp800 miliar pada Kuartal II 2024 menjadi Rp1,6 triliun pada Kuartal II 2025.
“Banyak lahan tidur yang kini menjadi usaha produktif. Ini bukti bahwa kemudahan perizinan dan komunikasi intensif dengan investor memang berdampak besar,” tambahnya.
Baca juga: Wali Kota Batu Turun Langsung ke Sungai, Tegaskan Komitmen Nyata Jaga Lingkungan
Ke depan, Pemkot akan melakukan pemantauan intensif selama 3-6 bulan memastikan komitmen investor terwujud. Ia juga mengingatkan semua pelaku usaha, tanpa terkecuali, untuk mematuhi regulasi daerah.
“Komunikasi yang kami fasilitasi harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Jika ada pelanggaran atau itikad tidak baik, tindakan tegas akan diambil. Kami memahami keinginan berbisnis, tetapi perlu ada pengertian bersama terhadap proses dan tantangan yang dihadapi pemerintah,” tutup Wali Kota.
Dengan kebijakan yang jelas dan pengawasan ketat, Pemkot Batu bertekad menjadikan kota ini sebagai destinasi investasi yang unggul, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























