Oleh: Zainuddin*

Beberapa hari menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) kita selalu menyambut dan memperingatinya dengan suka cita. Seperti biasa, di mana-mana, tidak hanya di kota tetapi juga di desa-desa dan kampung-kampung, perayaan kemerdekaan marak dilaksanakan.
Mulai dari memasang bendera merah putih, umbul-umbul, menghias halaman rumah, gapura, pos kamling sampai pada karnaval dengan berbagai variasinya. Walhasil, bangsa Indonesia memiliki semangat untuk memperingati hari kemerdekaan, hari dan peristiwa bersejarah yang amat penting untuk tidak dilupakan.
Makna Kemerdekaan
Apa sesungguhnya makna dan hikmah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia ini? Apakah kita sudah merasa cukup hanya dengan merayakan kemerdekaan itu secara fisik atau simbolik, tanpa harus tetap menjaga dan memelihara kesadaran yang mendalam sebagai bangsa yang memiliki kedaulatan dan kepribadian?
Mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah dibangun oleh para pendahulu kita (founding fathers) bagi generasi kemudian adalah merupakan kewajiban kita semua. Jika kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita dengan rela berkorban jiwa dan raga ini tidak kita teruskan dan pertahankan, maka itu merupakan kezaliman besar. Oleh sebab itu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negeri ini dengan baik, juga merupakan penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang dan pendiri negeri ini.
Memang mengisi kemerdekaan itu banyak cara yang bisa ditempuh, dan setiap kita sesungguhnya adalah pejuang, dengan kapasitas dan tingkatan masing-masing, seperti bahwa di antara kita juga adalah pemimpin.
Bagi mereka yang tidak mampu berjuang secara fisik, maka cukup dengan menyampaikan ide-ide pengembangan Indonesia ke depan dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan, menjaga dan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.
Baca juga: Monumen Tugu Malang, Saksi Kesakralan Kemerdekaan Indonesia
Pertanyaannya kini, sudahkah kita aman dan merdeka dari segala yang mengganggu kita? Misalnya, apakah kita sudah merasa aman dan nyaman di rumah kita sendiri, di lingkungan kita? Sudah amankah kita menaruh barang milik kita di rumah, di halaman rumah kita? Kendaraan kita, tanaman di pekarangan kita? Sudah nyamankah kita berlalu lalang di jalan-jalan? Sudah nyamankah kita berjalan kaki di trotoar jalan raya? Sudah bersihkah drainase di sekitar kita? Sudah bebaskah kita dari pencemaran dan bahaya banjir? Dan sederet pertanyaan lain. Jika jawabannya sudah, maka kita sudah berarti sudah merdeka.
Tiga Pesan Penting di HUT RI ke-80
Dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-80 ini, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan bersama:
Pertama, kita perlu bersyukur kepada Allah SWT. Karena, berkat rahmat dan inayah-Nya kita terbebas dari penjajahan dan penindasan dari bangsa yang tidak beradab. Seraya kita berterima kasih kepada para pejuang dan para syuhada’ yang telah berkorban dengan jiwa dan raganya. Semoga perjuangan mereka diterima di sisi Allah SWT, dicatat sebagai amal salih dan amal jariyah.
Baca juga: Monumen Pahlawan TRIP, Saksi Bisu Aksi Heroik Arek-Arek Malang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Kedua, sebagai generasi yang datang kemudian, yang telah mewarisi negeri ini dari para pejuang dan para syuhada’ itu, kita harus mencintai negeri ini dengan menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan. Terutama di masa penuh disrupsi yang memerlukan kebersamaan dan saling memperkuat kepentingan bersama untuk memecahkan problem kebangsaan dan demi kokohnya NKRI.
Kita mesti berjuang menegakkan keadilan dan ber-amar ma’ruf nahi munkar, supaya segala macam penjajahan dan kejahatan tidak pernah lagi muncul di bumi Indonesia tercinta ini. Karena penjajahan baru (new-imperialism) dengan bentuknya yang lain (budaya dan ideologi baru) akan tetap ada.
Ketiga, kita perlu meningkatkan kualitas pengetahuan kita melalui pendidikan dengan terus belajar dan mengajar demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. Merdeka dan jayalah Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
*Penulis adalah mantan rektor UIN Maliki Malang dan Guru Besar UIN Malang.
redaktur: jatmiko
























