MALANG, Tugumalang.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menggelar pelatihan berbasis kompetensi yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dan diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran.
Pada Selasa (20/5/2025), Disnaker Kabupaten Malang menggelar pelatihan tata kecantikan yang diikuti oleh 20 peserta. Kegiatan ini digelar di Balai Dusun Patuksari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang selama 19 hari.
Baca Juga: DBHCHT Kabupaten Malang 2025 Capai Rp 95 Miliar, Fokus ke Kesehatan dan PBID
Pelatihan ini merupakan bagian dari total 34 kegiatan pelatihan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang. Seluruh kegiatan tersebut diikuti oleh 739 peserta dari berbagai latar belakang dan minat keterampilan.

Alokasi anggaran DBHCHT untuk Disnaker Kabupaten Malang tahun ini mencapai Rp8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang sesuai kebutuhan pasar kerja, seperti menjahit, tata kecantikan kulit dan rambut, barista, komputer, bahasa asing (Korea dan Inggris), digital marketing, keselamatan kerja (K3), hingga operator forklift.
“Pelatihan ini berbasis kompetensi. Makanya durasi pelatihan kami cukup lama, bisa sampai satu bulan,” kata Plt Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yekti Pracoyo.
Baca Juga: Brantas Rokok Ilegal, Kanwil DJBC Jawa Timur II Selamatkan Penerimaan Negara dan Menjaga Kesehatan Masyarakat
Pelatihan ini mengikuti standar ujian Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Para peserta yang telah mengikuti pelatihan akan mengikuti ujian BNSP dan yang lulus akan mendapatkan sertifikat.

“Ada uji kompetensi sehingga peserta pelatihan dipastikan memiliki sertifikat kompetensinya. Dengan sertifikat tersebut, peserta pelatihan bisa menggunakannya untuk melamar pekerjaan,” ujar Yekti.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Sutrisno Murdi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini. Ia berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, terutama di Kecamatan Wonosari.
“Saya harap peserta bisa memiliki kapasitas yang mumpuni dan nantinya dapat meningkatkan perekonomian masing-masing,” kata Sutrisno.
Terkait angka pengangguran di Kabupaten Malang yang saat ini berada di angka 5,13 persen, Sutrisno menegaskan pentingnya pelatihan semacam ini sebagai bagian dari strategi pengentasan pengangguran.
“Kami memerlukan lebih banyak pelatihan seperti ini untuk menuntaskan pengangguran. Target kami di 2026 adalah menurunkan angka tersebut,” pungkasnya.
Dengan adanya pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Malang dapat lebih siap menghadapi dunia kerja dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























