Dinding Belakang SDK Yayasan Ekklesia Dekat Sungai Ambrol 20 Meter

  • Whatsapp
Plengsengan sungai belakang SDK Yayasan Ekklesia Sukun Kota Malang yang ambrol, Jumat (5/2/2021). (Foto : Azmy).

MALANG – Peristiwa longsor di wilayah bantaran sungai di Kota Malang kembali terjadi. Terbaru, Plengsengan sungai di wilayah Jalan S. Supriadi RT 1 RW 2 Sukun, Kota Malang ongsor.

Akibatnya, dinding selebar sekitar 20 meter milik SD Kristen Elim Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia) ikut ambrol.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (5/2/2021) sekitar pukul 08.00 WIB. Sulikah (46), warga yang tinggal di belakang sekolah tak menduga jika bangunan ambrol saat curah hujan sudah mereda. Intensitas curah hujan sudah terjadi pada Kamis (4/2/2021) sore hingga Jumat dini hari.

”Kok gak taunya tadi pagi tiba-tiba dengar suara gemuruh. Gruduk gruduk gitu, ternyata waktu saya lihat bangunan sekolah belakang itu ambrol,” terangnya di lokasi.

Sementara, Kepala SMK di Yayasan Ekklesia, Jonar Situmorang menerangkan, bangunan sekolah yang ambrol itu adalah tanah pekarangan dan kantin sekolah. Beruntung tidak ada aktivitas di sekolah ini sehingga tidak timbul korban jiwa.

Bangunan tembok sekolah ambrol diambil dari sisi sekolah.(foto:Azmy).

Kejadian ini, kata dia bukan yang pertama kalinya. Plengsengan sungai di sekolahnya juga pernah ambrol sekitar 8 tahun lalu. ”Mungkin karena hujan deras kemarin, tekanan airnya juga kuat sehingga menggerus tanah plengsengannya,” terangnya.

Akibat kejadian ini, pihak sekolah melakukan pengosongan bangunan bertingkat di dekat  lokasi longsor. Untuk mengantisipasi bencana susulan. Pihak sekolah juga melakukan pemindahan sejumlah barang berharga seperti di ruangan laboratorium.

”Agak takut karena bangunannya juga saya lihat ada retakan-retakan. Saya sudah lapor ke pemborong agar segera menindaklanjuti. Itu yang bangunan belakang memang udah lama sejak 2004,” ujarnya.

Saat ini, petugas dan warga tengah melakukan pembersihan reruntuhan material longsor yang menutupi sungai, agar nantinya saat hujan air tidak meluap ke kampung sebelah. Terlebih, masih banyak reruntuhan di beberapa bagian yang tampak menggantung.

Baca Juga  Hasil Eksperimen, Kopi Bercitarasa Buah Apel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *