Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Diagnosa Joko Santoso Buta Usai Vaksin Keluar, Medis Sebut Peradangan Syaraf Mata

Redaksi by Redaksi
Desember 7, 2021 1:23 pm
in Berita
Diagnosa buta pada pasien usai vaksinasi

dr. Wino Vrieda Sp M, Konsultan Spesialis Mata RSSA Malang memaparkan diagnosa Joko Santoso

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Joko Santoso (38), warga Kota Malang mengalami kehilangan penglihatan usai vaksin astrazeneca pada Jumat (3/9/2021) lalu. Setelah 3 bulan, hasil diagnosa medis menyimpulkan bahwa Joko mengalami gangguan penglihatan akibat peradangan syaraf mata.

dr. Wino Vrieda Sp M, Konsultan Spesialis Mata RSSA Malang menjelaskan bahwa Joko telah menjalani perawatan setelah mengeluhkan gangguan penglihatan.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Disebutkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sekmen antetior, pasterior hingga pemeriksaan syaraf untuk menilai struktur anatomi syaraf mata dan pembuluh darah.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan didapatkan diagnosis terjadinya keradangan syaraf mata pada pasien,” ujarnya, Selasa (7/12/2021).

Menurutnya, peradangan syaraf mata bisa disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab paling banyak yakni akibat idiofatic atau penyebab yang tidak bisa diketahui.

“Selain itu juga bisa disebabkan karena proses inflamasi, proses peradangan, infeksi atau penyebab lain yang akhirnya menurunkan fungsi mata dan secara anatomi merubah struktur syaraf mata,” ucapnya.

Namun penyebab secara pasti Joko mengalami peradangan syaraf mata tersebut, pihaknya mengatakan bahwa memang masih perlu dilakukan pemeriksaan secara lengkap.

Dia juga mengatakan jika gangguan penglihatan Joko terjadi akibat bukan vaksin maupun bukan peradangan syaraf mata maka bisa disebut coinsidence atau kondisi dapatan akibat suatu kondisi lain.

Namun dr. Wino juga memastikan bahwa peradangan syaraf mata pada umumnya bisa dipulihkan. Tetapi pasien harus menjalani perawatan dan evaluasi secara berkala.

“Evaluasi bisa hingga 6 bulan atau bahkan sampai 1 tahun secara berkala tetap perlu dilakukan,” tuturnya.

Adapun kondisi Joko saat ini disebutkan telah menunjukkan perbaikan penglihatan yang baik. Meskipun masih ada gangguan susah membedakan warna benda yang dilihat atau buta warna.

“Fungsi penglihatannya sudah cukup baik, bisa dibilang hampir normal. Untuk penglihatan warna, keluhan pasien masih ada gangguan membedakan warna. Namun gangguan membedakan warna ini memang sering terjadi pada kasus peradangan syaraf,” jelasnya.

Dikatakan, Joko masih menjalani perawatan selama 3 bulan usai mengalami kebutaan. Sehingga masih ada waktu untuk pemulihan karena pada umumnya kondisi ini bisa pulih dalam waktu 6 bulan.

“Kalau saat ini penglihatan sudah lebih dari 90 persen, dan ini sangat kami harapkan bisa dibertahankan. Pemeriksaan terakhir tanggal 26 November 2021,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Jatmiko

Tags: buta divaksinbuta mataHeadlineRSSA Malangspesialis mata

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Tugu Metro, sejarah panjang Perum Jasa Tirta I

Lebih Dekat dengan Tugu Metro di Bendungan PJT I Kepanjen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.