Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Di Pesantren Gus Baha, Disambut Para Santri Muda Penghafal Al-Qur’an

Redaksi by Redaksi
September 3, 2022 6:39 pm
in Pilihan Redaksi
Pesantren

Kondisi pesantren LP3IA di saat sepertiga malam. (Foto: Herlianto. a)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id -Tim Jelajah Jawa Bali, Mereka yang Memberi Arti, tiba di Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Al Qur’an(LP3IA), Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, pada Sabtu (3/9/2022). LP3IA adalah pesantren milik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dipanggil Gus Baha’.

Saat tim tiba dini hari pagi, sebagian besar santri terlelap tidur di beberapa tempat, baik di aula, di kamar, dan bebeberapa lorong.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Alfin Litiyanto, santri Gus Baha’ penghafal Al Qur’an. (Foto: Herlianto.A)

Ada juga sebagian berada di aula sedang menghafal Al Qur’an. Salah satu dari mereka, nyamperi kami dan bertanya untuk keperluan apa larut malam berkunjung.

Setelah kami menyampaikan tujuan kami. Mereka lalu dengan ramah menyilakan kami masuk ke tempat parkir tamu di bagian belakang, tak jauh dari aula Mbah Noor.

Tak lama kemudian datang lagi santri yang berbeda menunjukkan pada kami tempat bermalam untuk tamu yang berada di gedung Mbah Syam ke arah barat dari parkiran.

Santri itu dengan jempol kanannya dan sedikit menunduk menyilakan kami beristirahat di salah satu ruangan yang memang khusus tamu. Beberapa bilik di gedung itu penuh dengan santri yang sedang beristirahat.

Sebelum kami benar-benar beristirahat, kami memastikan pada santri itu kira-kira Gus Baha’ akan salat subuh di mana.

“Beliau biasanya akan salat subuh di musala itu, tapi tidak tentu,” ujarnya kembali menunjuk dengan jempolnya ke bagian halaman depan pesantren yang memiliki 1.200 santri tersebut.

Kami pun istirahat. Belum begitu lelap, azan subuh berkumandang. Kami salat subuh berjemaah dengan para santri. Usai salat, sebagian besar santri menghafal Al Qur’an tapi ada sebagian yang main bola di lapangan tepat depan gedung mbah Syam.

Kami lalu berbincang dengan para santri tahfid di pesantren tersebut.

Muhammad Fathur, salah satu santri yang telah tinggal setahun, mengatakan bahwa dia sejauh ini berhasil menghafal Al Qur’an sebanyak 4 juz. Hafalan sebanyak itu dicicil setiap malam dan pagi.

“Saya setoran setiap hafal satu halaman. Biasanya, kalau malam ini saya baca satu halaman, maka malam berikutnya akan setoran ke senior hafalan dari halaman itu,” kata santri asal Subang tersebut.

Menurut Fathur yang masih duduk di bangku MTs tersebut tidak ada metode khusus untuk menghafal. Tetapi dia biasanya memilih menghafal di pagi hari karena pikirannya masih fresh.

“Saya ngafalin setiap pagi, enak cepat hafal,” katanya.

Hal yang sama dilakukan Alfin Lisyanto santri yang telah tinggal 2 tahun di situ. Dia telah menghafal Al Qur’an sebanyak 8 juz. Menurutnya, ada cara menghafal yang berbeda antara santri yang sudah seusia SMA ke atas dan seusia SMP ke bawah.

“Kalau sudah senior itu biasanya setoran hafalannya langsung pada Gus Baha’, kalau msih kecil setorannya pada senior yang sudah hafal,” kata dia.

Selain itu, jenis ayat dan juz yang dihafalkan juga berbeda. Bagi yang masih anak-anak ngafalinnya memulai dari surat-surat pendek di juz 30, sementara yang sudah remaja menghafal dari juz 1.

“Kalau masih anak-anak biasnya ngafalin juz 30, atau surat Yasin, Waqi’ah, Arrahman, dst,” kata dia.

Alfin mencicil hafalannya setiap pagi dan setiap sepertiga malam. Lalu setiap habis magrib dia setoran. Dia termasuk santri yang sudah remaja. Adapun untuk mempertahankan hasil hafalannya santri asal Pemalang itu mengulang secara keseluruhan hafalannya setiap seminggu sekali.

“Kadang saya gantian dengan teman untuk saling cek hafalan,” kata dia.

Santri LP3IA sedang bermain bola. (Foto: Herlianto.A)

Selain itu, Alfin juga bercerita tentang antusiasme santri dalam menghafal Al Qur’an di LP3IA. Selain menghafal, para santri juga mendapat penjelasan dari Gus Baha’ setiap malam Selasa dua minggu sekali.

“Kalau setiap malam Rabu dua minggu sekali, pesertanya bukan santri tapi masyarakat,” katanya.

Sayangnya, tim Jelajah Jawa Bali Mereka yang Memberi Arti, tidak bisa sowan ke Gus Baha’ langsung. Menurut pengakuan dari para santri Gus Baha sudah lama tidak buka sowan pada orang. Kecuali pada keluarga gurunya, habib dan keluarga mbah Moen.

“Banyak yang datang. Ada dari Papua, Kalimantan. Tapi tak bisa bertemu beliau,” katanya

Biasanya orang hanya mengikuti pengajian Gus Baha pada Rabu malam bersama para warga.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id.

Reporter: Herlianto. A

Editor: jatmiko

Tags: gus bahaJawa-Balijelajah jawa baliMereka yang Memberi ArtiPesantren

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Tembok yang menghalangi rumah milik 5 warga

Polemik Tembok Bukit Cemara Tujuh, Pemkab Malang Lakukan Kajian

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.