Jakarta, Tugumalang.id – Dalam dunia bisnis modern, banyak pengusaha terjebak dalam siklus kerja tanpa henti, berjibaku dengan target omzet, mengejar ekspansi, hingga mengelola operasional harian yang melelahkan.
Namun, tidak jarang bisnis kian membesar, tetapi jiwa sang pemilik justru terasa hampa dan kehilangan arah.
Dalam panggung megah Leadership Scale Up 2026 yang digelar di Jakarta pada hari Minggu, (9/8/2026), Coach Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M atau yang akrab disapa Coach Dr Fahmi, hadir membawa pencerahan revolusioner kepada sekitar 600 peserta.
Guru Besar Grounded Business Coaching ini menegaskan bahwa produktivitas sejati seorang pemimpin tidak lahir sekadar dari rumus strategi yang rumit, melainkan dari panggilan jiwa (Soul Calling) yang selaras dengan misi penciptaan.
“Soul Calling adalah energi yang tak terhentikan bagi setiap jiwa, kita semua punya energi yang membuat kita tak terhentikan. Panggilan jiwa membuat dia bekerja siang malam, yang membuat dia bekerja tulus, yang membuat dia tidak bisa dihentikan, yang membuat dia tidak bisa diremehkan. Serta membuat dia terus berjuang sampai berhasil, itu namanya Soul Calling,” kata Coach Fahmi.
Dalam kesempatan tersebut, Coach Fahmi menjadi satu dari beberapa pembicara yang hadir di Leadership Scale UP 2026. Para narasumber tersebut antara lain Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Republik Indonesia, Arif Satria, Direktur Utama ASDP 2017-2024, Ira Puspadewi, Inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzani, Co Founder ParagonCorp, Salman Subakat, dan Direktur Kubix Leadership, Atok R Aryanto.
Apa Itu Soul Calling dalam Kepemimpinan Bisnis?

Bagi Coach Dr Fahmi, Soul Calling adalah titik balik di mana seorang pebisnis atau pengusaha menemukan alasan fundamental mengapa bisnisnya harus ada. Ketika bisnis digerakkan hanya demi angka-angka finansial semata, energi manusia memiliki batas (burnout).
Baca juga: Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Ia pun mengemukakan 4 poin penting sebagai patokan dari Soul Calling yang disebutnya sebagai 4E. Pertama adalah enjoy atau nyaman, kenyamanan dalam mengerjakan sesuatu ini bagi Coach Fahmi sangat penting, sebab individu membutuh rasa tenang dalam melaksanakan pekerjaannya dan meningkatkan produktivitas.
Kedua adalah easy atau mudah, adanya Soul Calling akan membuat seseorang merasa mudah tanpa terbebani beban yang sangat berat dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Berikutnya adalah excellent, bekerja dengan jiwa atau perasaan yang bahagia akan membuat individu mengeluarkan potensi terbaik yang dimilikinya sehingga bekerja menjadi jauh lebih baik dan sempurna.
Keempat adalah enda yakni keuntungan atau manfaat yang diperoleh seorang pengusaha atau pemimpin bisnis dari melaksanakan pekerjaan berdasarkan dengan hati.
“Soul Calling dalam pemahaman saya adalah ruh atau panggilan jiwa yang membuat kita menyala, membuat kita berpijar, dan yang membuat kita terus bangun dari tidur, terus bangkit dari kelesuan dan akhirnya tak terhentikan,” bebernya.
Di hadapan 600 peserta Leadership Scale Up 2026 yang hadir di Gade Tower Jakarta, Coach Fahmi menyampaikan Soul Calling akan memandu individu mencapai the best version atau versi terbaik dari dirinya. Di event tersebut, ia juga memberikan panduan dalam menghadapi dinamika kehidupan yang mendapat antusiasme positif dari peserta sebagai bekal menatap masa depan.
Membedah Konsep 4E Soul Calling ala Coach Fahmi

Untuk mengimplementasikan soul calling secara konkret dalam meningkatkan produktivitas organisasi, Coach Fahmi memperkenalkan kerangka kerja 4E. Kerangka ini memandu para leader untuk memetakan langkah bisnis dari dalam hati hingga eksekusi lapangan:
1. Enjoy (Nyaman atau Tenang)
Mengerjakan sesuatu melalui panggilan jiwa menurut Coach Fahmi akan menciptakan rasa tenang dan nyaman. Ketenangan inilah yang dapat memicu ledakan dalam diri seseorang untuk bekerja tanpa batas dan meningkatkan produktivitasnya.
Baca juga: Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri
2. . Easy (Mudah dan Mengalir)
Ketika seseorang telah menemukan panggilan jiwanya, hambatan mental yang sering membuat penundaan akan lenyap. Pekerjaan berat terasa lebih ringan karena dikerjakan dengan kesadaran penuh dan kecintaan mendalam terhadap prosesnya. Energi positif ini kemudian menular ke seluruh tim, membuat sistem kerja di perusahaan berjalan lebih cair dan tanpa hambatan birokratis yang kaku.
3. Excellent (Berorientasi Kualitas Terbaik)
Panggilan jiwa menuntut standar integritas yang tinggi. Pengusaha yang digerakkan oleh soul calling tidak akan pernah puas dengan hasil kerja yang asal-asalan (mediocre). Mereka selalu menghadirkan performa excellent di setiap lini—baik dalam pelayanan pelanggan, kualitas produk, maupun tata kelola kepemimpinan—karena mereka menyadari bahwa setiap detail pekerjaan adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan spiritual.
4. End (Orientasi Keberlanjutan & Akhirat)
Titik akhir dari sebuah kepemimpinan yang sukses bukan seberapa besar kekayaan yang ditumpuk di dunia, tetapi seberapa besar warisan kebaikan (legacy) yang ditinggalkan. Konsep End mengajak para pengusaha untuk membangun sistem bisnis yang tetap hidup, bermanfaat, dan terus mengalirkan amal jariyah meskipun sang pemimpin telah tiada.
Baca juga: Pelatihan GBC Coach Dr Fahmi Tuntas, Peserta Nilai Materinya Setara Pascasarjana
Merajut Pertumbuhan Bisnis yang Kokoh
Leadership Scale Up 2026 memberikan pesan mendalam bahwa scaling up struktur perusahaan wajib didahului dengan scaling up kapasitas spiritual dan mental pemiliknya.
Melalui integrasi konsep 4E (Easy, Excellent, Earn, Earn), Coach Fahmi sukses membuka mata para pengusaha bahwa produktivitas puncak bukanlah hasil dari paksaan, melainkan manifestasi dari jiwa yang merdeka dan menemukan takdir terbaiknya dalam memimpin.
“Kita semua punya energi yang membuat kita tak terhentikan. Tugas kita adalah menarik hot pattern, tombol merah, atau tombol panas, supaya kita selalu menyala. Dalam bahasa sederhana dipermukaan, Soul Calling adalah passion dan hasrat yang membuat kita mampu menaklukkan kesulitan, serta melumpuhkan rasa sakit,” jelasnya Coach Fahmi.
Ia pun mengutip pendapat psikolog asal Swiss, Carl Jung, jika melihat keluar akan membuat seseorang melihat dan merajut impian. Sebaliknya, jika seseorang melihat ke dalam, maka sedang membangun kesadaran diri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























