Malang, Tugumalang.id – Pada Juli 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencapai Rp112,32 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,62 persen secara tahunan (year on year/yoy), dibandingkan Rp108,39 triliun pada Juli 2025.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan aktivitas perbankan di wilayah kerjanya masih berjalan di tengah berbagai dinamika ekonomi, khususnya ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global.
“Dalam kondisi seperti ini, penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan masih tumbuh,” ujar Farid saat memaparkan kinerja OJK Malang, beberapa waktu lalu.
Dari sisi penggunaan, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,39 persen yoy. Meski demikian, porsi terbesar kredit masih berada pada Kredit Modal Kerja yang mencapai Rp45,28 triliun atau 40,32 persen dari total penyaluran.
Sementara berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar berada pada sektor rumah tangga sebesar Rp32,89 triliun atau 29,28 persen. Selanjutnya, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor mencapai Rp21,09 triliun atau 18,78 persen.
Sektor industri pengolahan menyusul dengan penyaluran Rp20,55 triliun atau 18,30 persen.
Baca juga: Berkolaborasi dengan Berbagai Pihak, OJK Malang Dorong Peningkatan Produktivitas Peternak Sapi Lewat ERP
Terkait pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada aspek sosial dan ekonomi, OJK telah meminta perbankan melakukan Enhance Due Diligence (EDD) dan/atau pemblokiran atas kurang lebih 38.375 rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian.
“Pemblokiran dilakukan berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujar Farid.
OJK juga melakukan perluasan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dari masing-masing pihak yang terindikasi perjudian daring serta melakukan EDD.
Baca juga: OJK Malang Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bergeliat, Ketua HIPMI Kota Batu Beri Respons Begini
Di sisi perlindungan konsumen, OJK Malang telah melaksanakan 99 kegiatan edukasi keuangan dengan total 99.121 peserta sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. OJK juga mencatat 2.358 permintaan layanan konsumen.
“Mayoritas topik layanan konsumen secara umum masih terkait dengan fraud oleh pihak eksternal dan restrukturisasi/relaksasi kredit,” kata Farid.
Di samping itu, layanan konsumen juga mencakup topik terkait aktivitas keuangan ilegal, seperti penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































