Jumat, Oktober 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Duet Maut di Balik Pameran Seni ‘Intersection’ di Malang, Ruang Temu Gagasan Lintas Generasi

Redaksi by Redaksi
Januari 21, 2026 6:30 pm
in News
Pameran seni

Pameran Intersection jadi titik temu gagasan lintas generasi. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Di tengah menjamurnya ruang kreatif di Kota Malang, pameran seni bertajuk INTERSECTION hadir sebagai upaya mendobrak sekat antara seni tradisi dan seni media baru. Pameran ini menjadi titik temu gagasan lintas generasi yang lahir dari kolaborasi dua sosok dengan latar belakang berbeda, namun bertemu dalam visi yang sama.

Digelar pada 16–18 Januari 2026 di Astaloka Coffee, INTERSECTION tidak sekadar menghadirkan karya sebagai pajangan visual. Pameran ini justru menjadi ruang dialog yang mengubah keresahan personal menjadi pertemuan ide, menghubungkan kedalaman konsep dengan realitas publik yang lebih luas.

READ ALSO

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Unisma Sediakan Beasiswa Dorong Santri Adaptif Digital

Masih Membara! Kapolres Batu Ikut Naik Gunung Padamkan Karhutla Gunung Arjuno

Di balik inisiasi pameran tersebut, terdapat dua figur kunci yang berperan sebagai arsitek pertemuan gagasan. Keduanya merepresentasikan pertemuan antara kuratorial yang menjaga kedalaman konsep dan pendekatan akademik yang menjembatani kampus dengan ruang publik.

Kolaborasi Didit Prasetyo dan Adita Ayu Kusumasari lahirkan pameran Intersection. Foto: Dok

Pertemuan Kurator dan Akademisi dalam Satu Gagasan

Dua sosok tersebut adalah Didit Prasetyo, kurator lintas disiplin, dan Adita Ayu Kusumasari, akademisi dari Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS). Keduanya datang dari jalur berbeda, namun bertemu pada satu pemahaman bahwa seni seharusnya tetap berpikir, sekaligus tetap terhubung dengan publiknya.

Baca juga: Gelar Pameran Seni, Universitas Negeri Malang Pertegas Komitmen Dukung SDGs

Didit Prasetyo yang juga berprofesi sebagai dosen seni di Malang menekankan bahwa pameran bukan sekadar soal estetika ruang. Menurutnya, gagasan harus menjadi fondasi utama sebelum membicarakan lokasi, visual, maupun audiens.

Bagi Didit, salah satu persoalan klasik dalam pendidikan seni adalah jebakan estetika visual. Banyak mahasiswa dinilai terlalu berfokus pada hasil akhir yang tampak indah, tetapi kurang kuat secara makna. Ia menegaskan bahwa proses konseptual harus dibangun sejak awal agar karya memiliki kedalaman.

“Harus ada gagasan dulu. Ruang itu nanti mengikuti,” tegas Didit.

Pengalaman Didit sebagai pengajar dengan latar belakang mahasiswa yang beragam membentuk cara pandangnya dalam membaca karya. Ia terbiasa menilai karya bukan hanya dari hasil akhir, melainkan dari proses berpikir yang melatarbelakanginya.

“Setiap mahasiswa punya karakter dan karya yang berbeda. Dari situ saya belajar memahami bagaimana mereka membentuk karya. Itu menjadi pelajaran baru bagi saya,” katanya.

Menjaga Kedalaman Konsep di Tengah Eksplorasi Medium

Didit juga menyoroti kecenderungan mahasiswa yang lebih memikirkan hasil dibanding proses konseptual. Menurutnya, hal tersebut bukan persoalan teknis, melainkan berkaitan dengan kedewasaan berpikir.

“Biasanya mereka lebih memikirkan hasil. Proses dan konsep kadang dipikir belakangan. Padahal kami melatih agar semuanya dikonsep sejak awal, supaya ketika karya jadi, itu sudah matang,” paparnya.

Baca juga: Designholic 11.0 x Navastra, Pameran Seni Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Dalam konteks seni media baru, tantangan tersebut semakin terasa ketika mahasiswa mengangkat tema tradisi. Didit menilai pengambilan tema kerap masih berada di permukaan karena fokus lebih banyak tercurah pada eksplorasi medium dan visual.

“Sering kali konsep tradisional hanya diambil di permukaan karena mereka fokus ke medium visual. Di situ peran saya membantu agar pemaknaannya lebih dalam. Untuk visual dan teknis, saya serahkan ke mereka,” jelasnya.

Pameran sebagai Jembatan Akademik dan Ruang Publik

Jika Didit berperan menjaga “ruh” karya, Adita Ayu Kusumasari memastikan karya-karya tersebut memiliki ruang hidup yang lebih panjang dan mampu menyentuh publik. Sebagai Ketua Program Studi DKV UBHINUS, Adita tidak ingin karya tugas akhir mahasiswa hanya berakhir sebagai arsip akademik.

Adita yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di ISI Bali membawa riset disertasinya mengenai Media Art dan seni tradisi ke dalam praktik nyata. Ia membimbing kelompok mahasiswa Gangcallslow untuk menguji gagasan mereka langsung di hadapan audiens publik.

Menurut Adita, pameran ini sekaligus menjadi penolakan terhadap dikotomi antara galeri dan ruang alternatif. Ia menilai ruang seperti kafe justru relevan untuk mendekatkan seni media baru dengan keseharian anak muda.

“Kalau di galeri eksklusif bisa saja. Tapi untuk sekarang, justru tempat kafe seperti ini lebih kena ke anak muda yang nongkrong,” ujarnya.

Baginya, INTERSECTION berfungsi sebagai laboratorium hidup. Mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dihadapkan langsung pada respons audiens.

“Ini jembatan dari dunia akademik ke publik. Anak-anak dapat pengalaman pameran, ketemu audiens, dan melihat langsung respon orang,” katanya.

Kolaborasi Didit Prasetyo dan Adita Ayu Kusumasari menjadi penanda dinamika baru dalam praktik seni hari ini. Didit hadir menjaga kedalaman konseptual di tengah euforia medium dan teknologi, sementara Adita membuka jalur agar praktik tersebut tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar diuji di ruang sosial.

INTERSECTION sendiri merupakan pameran lintas disiplin yang mempertemukan seni media baru, musik, dan ruang sosial. Selain menghadirkan karya interaktif yang dapat dimainkan, pameran ini juga diisi berbagai program pendukung, mulai dari pertunjukan audio-visual, DJ set, hingga pop-up art merchandise.

Tak hanya menjembatani seniman, akademisi, dan publik, INTERSECTION juga menjadi roadshow pembuka menuju Swarnaloka 2026 yang direncanakan akan segera bergulir dalam waktu dekat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: Adita Ayu Kusumasarididit prasetyogangcallslowmedia artsnew media art exhibitionPameran Intersectionpameran seni di malangseni tradisi

Related Posts

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Unisma Sediakan Beasiswa Dorong Santri Adaptif Digital
News

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Unisma Sediakan Beasiswa Dorong Santri Adaptif Digital

Kamis, 22 Okt 2026
Masih Membara! Kapolres Batu Ikut Naik Gunung Padamkan Karhutla Gunung Arjuno
News

Masih Membara! Kapolres Batu Ikut Naik Gunung Padamkan Karhutla Gunung Arjuno

Kamis, 22 Okt 2026
Haul Akbar KH Yahya Syabrawi ke-39, 500 Alumni dari Kalimantan Barat Sudah Tiba di Pesantren RU 1
News

Haul Akbar KH Yahya Syabrawi ke-39, 500 Alumni dari Kalimantan Barat Sudah Tiba di Pesantren RU 1

Kamis, 22 Okt 2026
Gelombang aksi demo di Kota Malang di dua tahun Prabowo-Gibran ajak pengendara bunyikan klakson untuk koruptor. (Foto/M Sholeh)
News

Warga Malang Demo Tak Puas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Okt 2026
Gunung Sampah di TPA Supit Urang Kota Malang Terbakar
News

Gunung Sampah di TPA Supit Urang Kota Malang Terbakar

Rabu, 21 Okt 2026
Abdul Ghofur Bongkar Rahasia Keajaiban Rezeki dalam Seminar di Unikama
News

Abdul Ghofur Bongkar Rahasia Keajaiban Rezeki dalam Seminar di Unikama

Rabu, 21 Okt 2026
Next Post
Becak listrik

Pemkab Malang Sediakan Colokan Gratis untuk Becak Listrik di Pangkalan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.