Senin, Juli 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Duet Maut di Balik Pameran Seni ‘Intersection’ di Malang, Ruang Temu Gagasan Lintas Generasi

Redaksi by Redaksi
Januari 21, 2026 6:30 pm
in News
Pameran seni

Pameran Intersection jadi titik temu gagasan lintas generasi. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Di tengah menjamurnya ruang kreatif di Kota Malang, pameran seni bertajuk INTERSECTION hadir sebagai upaya mendobrak sekat antara seni tradisi dan seni media baru. Pameran ini menjadi titik temu gagasan lintas generasi yang lahir dari kolaborasi dua sosok dengan latar belakang berbeda, namun bertemu dalam visi yang sama.

Digelar pada 16–18 Januari 2026 di Astaloka Coffee, INTERSECTION tidak sekadar menghadirkan karya sebagai pajangan visual. Pameran ini justru menjadi ruang dialog yang mengubah keresahan personal menjadi pertemuan ide, menghubungkan kedalaman konsep dengan realitas publik yang lebih luas.

READ ALSO

APPSI Jatim: Adaptasi Jadi Kunci Kelangsungan Pasar Tradisional di Era Digital

Mortir Ditemukan di Gudang Rongsokan Kepanjen, Tim Gegana Lakukan Disposal

Di balik inisiasi pameran tersebut, terdapat dua figur kunci yang berperan sebagai arsitek pertemuan gagasan. Keduanya merepresentasikan pertemuan antara kuratorial yang menjaga kedalaman konsep dan pendekatan akademik yang menjembatani kampus dengan ruang publik.

Kolaborasi Didit Prasetyo dan Adita Ayu Kusumasari lahirkan pameran Intersection. Foto: Dok

Pertemuan Kurator dan Akademisi dalam Satu Gagasan

Dua sosok tersebut adalah Didit Prasetyo, kurator lintas disiplin, dan Adita Ayu Kusumasari, akademisi dari Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS). Keduanya datang dari jalur berbeda, namun bertemu pada satu pemahaman bahwa seni seharusnya tetap berpikir, sekaligus tetap terhubung dengan publiknya.

Baca juga: Gelar Pameran Seni, Universitas Negeri Malang Pertegas Komitmen Dukung SDGs

Didit Prasetyo yang juga berprofesi sebagai dosen seni di Malang menekankan bahwa pameran bukan sekadar soal estetika ruang. Menurutnya, gagasan harus menjadi fondasi utama sebelum membicarakan lokasi, visual, maupun audiens.

Bagi Didit, salah satu persoalan klasik dalam pendidikan seni adalah jebakan estetika visual. Banyak mahasiswa dinilai terlalu berfokus pada hasil akhir yang tampak indah, tetapi kurang kuat secara makna. Ia menegaskan bahwa proses konseptual harus dibangun sejak awal agar karya memiliki kedalaman.

“Harus ada gagasan dulu. Ruang itu nanti mengikuti,” tegas Didit.

Pengalaman Didit sebagai pengajar dengan latar belakang mahasiswa yang beragam membentuk cara pandangnya dalam membaca karya. Ia terbiasa menilai karya bukan hanya dari hasil akhir, melainkan dari proses berpikir yang melatarbelakanginya.

“Setiap mahasiswa punya karakter dan karya yang berbeda. Dari situ saya belajar memahami bagaimana mereka membentuk karya. Itu menjadi pelajaran baru bagi saya,” katanya.

Menjaga Kedalaman Konsep di Tengah Eksplorasi Medium

Didit juga menyoroti kecenderungan mahasiswa yang lebih memikirkan hasil dibanding proses konseptual. Menurutnya, hal tersebut bukan persoalan teknis, melainkan berkaitan dengan kedewasaan berpikir.

“Biasanya mereka lebih memikirkan hasil. Proses dan konsep kadang dipikir belakangan. Padahal kami melatih agar semuanya dikonsep sejak awal, supaya ketika karya jadi, itu sudah matang,” paparnya.

Baca juga: Designholic 11.0 x Navastra, Pameran Seni Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Dalam konteks seni media baru, tantangan tersebut semakin terasa ketika mahasiswa mengangkat tema tradisi. Didit menilai pengambilan tema kerap masih berada di permukaan karena fokus lebih banyak tercurah pada eksplorasi medium dan visual.

“Sering kali konsep tradisional hanya diambil di permukaan karena mereka fokus ke medium visual. Di situ peran saya membantu agar pemaknaannya lebih dalam. Untuk visual dan teknis, saya serahkan ke mereka,” jelasnya.

Pameran sebagai Jembatan Akademik dan Ruang Publik

Jika Didit berperan menjaga “ruh” karya, Adita Ayu Kusumasari memastikan karya-karya tersebut memiliki ruang hidup yang lebih panjang dan mampu menyentuh publik. Sebagai Ketua Program Studi DKV UBHINUS, Adita tidak ingin karya tugas akhir mahasiswa hanya berakhir sebagai arsip akademik.

Adita yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di ISI Bali membawa riset disertasinya mengenai Media Art dan seni tradisi ke dalam praktik nyata. Ia membimbing kelompok mahasiswa Gangcallslow untuk menguji gagasan mereka langsung di hadapan audiens publik.

Menurut Adita, pameran ini sekaligus menjadi penolakan terhadap dikotomi antara galeri dan ruang alternatif. Ia menilai ruang seperti kafe justru relevan untuk mendekatkan seni media baru dengan keseharian anak muda.

“Kalau di galeri eksklusif bisa saja. Tapi untuk sekarang, justru tempat kafe seperti ini lebih kena ke anak muda yang nongkrong,” ujarnya.

Baginya, INTERSECTION berfungsi sebagai laboratorium hidup. Mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dihadapkan langsung pada respons audiens.

“Ini jembatan dari dunia akademik ke publik. Anak-anak dapat pengalaman pameran, ketemu audiens, dan melihat langsung respon orang,” katanya.

Kolaborasi Didit Prasetyo dan Adita Ayu Kusumasari menjadi penanda dinamika baru dalam praktik seni hari ini. Didit hadir menjaga kedalaman konseptual di tengah euforia medium dan teknologi, sementara Adita membuka jalur agar praktik tersebut tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar diuji di ruang sosial.

INTERSECTION sendiri merupakan pameran lintas disiplin yang mempertemukan seni media baru, musik, dan ruang sosial. Selain menghadirkan karya interaktif yang dapat dimainkan, pameran ini juga diisi berbagai program pendukung, mulai dari pertunjukan audio-visual, DJ set, hingga pop-up art merchandise.

Tak hanya menjembatani seniman, akademisi, dan publik, INTERSECTION juga menjadi roadshow pembuka menuju Swarnaloka 2026 yang direncanakan akan segera bergulir dalam waktu dekat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: Adita Ayu Kusumasarididit prasetyogangcallslowmedia artsnew media art exhibitionPameran Intersectionpameran seni di malangseni tradisi

Related Posts

APPSI Jatim: Adaptasi Jadi Kunci Kelangsungan Pasar Tradisional di Era Digital
News

APPSI Jatim: Adaptasi Jadi Kunci Kelangsungan Pasar Tradisional di Era Digital

Minggu, 19 Jul 2026
Mortir Ditemukan di Gudang Rongsokan Kepanjen, Tim Gegana Lakukan Disposal
News

Mortir Ditemukan di Gudang Rongsokan Kepanjen, Tim Gegana Lakukan Disposal

Minggu, 19 Jul 2026
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kota Batu Tembus 9.873, Didominasi Turis China dan Malaysia
News

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kota Batu Tembus 9.873, Didominasi Turis China dan Malaysia

Minggu, 19 Jul 2026
Jatim Park Group Bangun Museum Mega Science Center dan Budaya, Perkuat Wisata Edukasi di Kota Batu
News

Jatim Park Group Bangun Museum Mega Science Center dan Budaya, Perkuat Wisata Edukasi di Kota Batu

Minggu, 19 Jul 2026
Kuota Beasiswa Seribu Sarjana Kota Batu Naik Jadi 400, Pendaftar Tembus 700 Orang
News

Kuota Beasiswa Seribu Sarjana Kota Batu Naik Jadi 400, Pendaftar Tembus 700 Orang

Minggu, 19 Jul 2026
F5785b1f 3c1f 4c98 A75b 4d1910b070cf
News

Pastikan Profesionalisme, Sekjen Imipas Kunjungi Kantin hingga Pembinaan Batik di Lapas Malang

Sabtu, 18 Jul 2026
Next Post
Becak listrik

Pemkab Malang Sediakan Colokan Gratis untuk Becak Listrik di Pangkalan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.