MALANG, Tugumalang.id – Desa Sitiarjo yang berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang kembali diterjang banjir. Setiap tahun, desa ini dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Panguluran.
Air mulai merendam rumah warga pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 00.30. Beberapa jam sebelumnya, pada Jumat (19/9/2025) pukul 20.00, bagian hulu Sungai Panguluran dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga deras.
“Hujan deras mengakibatkan debit air meningkat sehingga air sungai meluap ke rumah warga,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan.
Baca Juga: Sungai Penguluran Meluap, Desa Sitiarjo Kabupaten Malang Banjir
Air sungai yang meluap juga membawa material berupa bebatuan dan batang pohon. Selain merendam rumah warga setinggi 1,5 meter, banjir juga menutup sebagian jalan sehingga lalu lintas terganggu.

Sadono menyebut, terdapat empat dusun di Desa Sitoarjo yang tergenang banjir dan lumpur, yaitu Dusun Krajan Tengah, Dusun Krajan Kulon, Dusun Krajan Wrtan, serta Dusun Rowotrate. Desa Kedungbanteng yang bersebelahan dengan Desa Sitiarjo juga ikut terdampak.
Baca Juga: Desa Sitiarjo Dilanda Banjir, 15 Rumah Terendam
Berikut estimasi jumlah rumah warga tergenang air dan lumpur sisa banjir di Desa Sitiarjo berdasarkan skenario terburuk:
1. Dusun Krajan Tengah : 705 Jiwa/ 240 KK
2. Dusun Krajan Kulon : 411 Jiwa/ 163 KK
3. Dusun Krajan Wetan : 648 Jiwa/ 250 KK
4. Dusun Roworate : 464 Jiwa/ 177 KK
Saat ini banjir telah surut, namun jalanan dan rumah warga penuh dengan lumpur serta material. Petugas bersama warga bergotong royong melakukan pembersihan jalan dan rumah warga.
“Kami juga melakukan pengurasan sumur warga terdampak,” kata Sadono.
Pihak BPBD Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sitarjo dan Kedungbanteng, Pemerintah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang terkait pembersihan dampak banjir di jalan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























