Malang, Tugumalang.id – Depot Ulam Sari di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, telah menjadi destinasi kuliner sejak lebih dari 26 tahun lalu. Menu ayam bakarnya menjadi primadona wisatawan yang berkunjung ke Pesarean Gunung Kawi.
Berbeda dari ayam bakar pada umumnya yang menggunakan kecap, Depot Ulam Sari justru mengandalkan racikan bumbu berbahan dasar cabai. Ciri khas lainnya adalah penggunaan ayam kampung sebagai bahan utama.
“Kami hanya pakai ayam kampung di sini, enggak ada yang pakai ayam negeri. Tamu enggak mau,” ujar pemilik Depot Ulam Sari, Sri Utami, saat ditemui wartawan Tugumalang.id, belum lama ini.
Depot Ulam Sari berada di kawasan kuliner dan oleh-oleh, dekat Masjid Raden Mas Iman Soedjono. Di bagian depan depot, ayam berbumbu dipajang di dalam etalase.
Ayam tersebut baru dibakar ketika ada pesanan. Saat disajikan, ayam masih panas sehingga aromanya langsung tercium dan menggugah selera.
Ciri menonjol ayam bakar Depot Ulam Sari terletak pada bumbunya yang berwarna merah. Ketika dibakar di atas arang, bumbu sedikit menghitam dan mengeluarkan aroma bakaran yang khas.
Setiap potong ayam bakar disajikan bersama sambal tomat mentah yang diulek dadakan. Perpaduan rasa pedas dan segar sambal tomat melengkapi gurih dan manisnya ayam bakar

Mengutamakan Bahan Segar dan Bumbu Tradisional
Dalam meracik bumbu, Utami memilih bahan-bahan segar seperti cabai besar, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh bahan diolah secara tradisional tanpa menggunakan bumbu instan dalam kemasan.
Pemilihan bahan baku juga menjadi perhatian untuk menjaga cita rasa. Utami mengaku lebih memilih membeli cabai berkualitas meskipun harganya lebih mahal dan keuntungan yang diperoleh lebih sedikit.
Cabai besar segar berwarna merah tersebut dibuang bijinya agar bumbu tidak didominasi rasa pedas. Pengunjung yang menginginkan sensasi pedas bisa meminta tambahan sambal sesuai selera.
Baca juga: Ziarah Hingga Kulineran, Ini 5 Alasan untuk Berkunjung ke Pesarean Gunung Kawi
Proses memasaknya dilakukan secara bertahap. Ayam terlebih dahulu diungkep bersama bumbu menggunakan panci biasa, bukan presto. Cara ini dipilih agar bumbu meresap hingga ke dalam daging.
“Kalau pakai presto itu dagingnya empuk, tapi tidak ada rasanya. Bumbunya tidak meresap ke dalam,” jelasnya.
Hingga kini, ayam bakar menjadi menu yang paling banyak diminati pelanggan. Selain itu, tersedia pula ayam goreng yang tak kalah laris.
Depot ini juga menyediakan dua jenis sambal, yakni sambal mentah dan sambal matang. Untuk pelanggan yang membawa pulang pesanan, Sri Utami biasanya menyiapkan bumbu matang agar bisa dinikmati bersama ayam di rumah.
Pelanggan Datang dari Berbagai Kota

Pelanggan Depot Ulam Sari tidak hanya berasal dari Malang dan sekitarnya. Sejumlah pelanggan datang dari luar kota, seperti Surabaya, Jakarta, Batam, hingga Medan. Sebagian di antaranya merupakan pelanggan tetap yang selalu menyempatkan diri mampir ketika berkunjung ke Pesarean Gunung Kawi.
Jumlah pembeli sangat bergantung pada kunjungan wisatawan. Pada hari kerja, Utami bisa menjual sekitar 10 ekor ayam. Namun, saat Lebaran dan tanggal merah lainnya, penjualan bisa meningkat hingga 50 ekor ayam.
Pesarean Gunung Kawi biasanya ramai dikunjungi saat libur nasional, tahun baru, serta hari-hari tertentu dalam penanggalan Jawa, seperti Jumat Legi. Khusus Jumat Legi, kawasan tersebut bahkan masih ramai hingga dini hari menjelang pagi.
“Di saat ramai seperti itu, jam buka kami menyesuaikan,” kata Utami.
Depot Ayam Bakar Ulam Sari buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Khusus saat Jumat Legi, jam operasional bisa diperpanjang hingga sekitar pukul 02.00.
Baca juga: Jelajah Gunung Kawi Malang, Ini 3 Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
Sejak pandemi Covid-19, kawasan wisata, termasuk Pesarean Gunung Kawi, terus berupaya meningkatkan kunjungan. Utami menyebut, viralnya Gunung Kawi belakangan ini membuat omzet penjualannya kembali meningkat seperti sebelum pandemi.
“Baru-baru ini kan Gunung Kawi viral, nah itu banyak orang ke sini karena penasaran,” ujarnya.
Tidak sedikit pengunjung dari Malang yang baru pertama kali datang ke kawasan tersebut. Setelah berkunjung, mereka mengetahui bahwa Gunung Kawi juga memiliki aktivitas wisata dan kuliner yang bisa dinikmati.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































