MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendalami dugaan keracunan yang dialami 16 siswa dan dua guru MTs Al Khalifah di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (23/10/2025).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar mengatakan pihaknya telah mengamankan sampel makanan, food tray, hingga sampel muntahan siswa. Sampel ini diuji di laboratorium yang hasilnya baru akan keluar tiga hari kemudian.
Baca Juga: Wali Kota Malang Tinjau Pembangunan SPPG Tlogowaru, Siap Suplai 4.800 Porsi Makan Bergizi Gratis
“Kami akan melakukan pendalaman, kami masih menunggu hasil dari uji lab,” kata Budiar saat ditemui usai menjenguk para siswa di RSUD Kanjuruhan.
Makanan yang disajikan hari ini terdiri dari nasi, chicken katsu, tahu goreng, dan tumis wortel jagung. Pemkab Malang mengambil sampel setiap item, termasuk saus yang digunakan.

Makanan ini diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunrejo yang dikelola oleh Yayasan Sakinatul Ummat. SPPG ini berlokasi di Kecamatan Kepanjen dan berjarak sekitar dua kilometer dari MTs Al Khalifah.
Terkait evaluasi dan penghentian operasional SPPG Mangunrejo, Budiar mengatakan hal tersebut merupakan wewenang dari Pemerintah Pusat. Pihaknya hanya memiliki wewenang dalam mendampingi dan monitoring pelaksanaan MBG.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG, Ahli Gizi RS Unisma Paparkan Penyebab dan Tips Mengatasi Keracunan Makanan
“Keputusan ada di pusat, bukan di kami karena ini program Pemerintah Pusat,” kata Budiar.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menanggung biaya pengobatan siswa dan guru yang dirawat di RSUD Kanjuruhan. Saat ini, kondisi mereka telah membaik dan mereka sudah pulang ke rumah masing-masing.
“Kondisi siswa sudah berangsur membaik. Pemkab Malang akan mengakomodir biaya pengobatan,” ujar Budiar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























