Malang, Tugumalang.id – Rendahnya literasi keuangan menjadi tantangan tersembunyi di kalangan generasi milenial. Meski dikenal melek teknologi, banyak anak muda masih belum memahami cara mengelola keuangan secara bijak. Menyadari hal ini, Program Studi D3 Keuangan dan Perbankan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kampanye penguatan literasi keuangan bertajuk “Money Isn’t Everything, but Everything Needs Money”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Literasi Keuangan Batch I yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal UMM dan berlangsung di Gedung MCC Kota Malang pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Acara tersebut diikuti oleh 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti UMM, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Polinema, UIN Maliki Malang, serta masyarakat umum. Mereka diajak memahami pentingnya literasi keuangan, investasi, hingga manajemen risiko dalam era digital.
Baca juga: Yuk Intip Keunggulan Prodi D3 Perbankan dan Keuangan Vokasi UMM, Ukir Banyak Prestasi
Pembicara Praktisi Finansial dan Akademisi Hadirkan Wawasan Investasi
Menurut Dwi Susilowati, Cand. Ph.D., perwakilan dari Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) UMM, acara ini bertujuan menjembatani mahasiswa dan masyarakat dengan edukasi keuangan berbasis praktik.
Sejumlah pembicara yang hadir di antaranya:
Bangkit Pratama, MBA
Anton Swandana, CTA
Dyan Fajar Mahardika
Angga Dwi Saputro dari KPP Mining Astra
Mereka membagikan pengalaman dan wawasan seputar strategi investasi, pentingnya memiliki tujuan finansial sejak dini, serta bagaimana mengelola keuangan pribadi di era serba digital.
“Mahasiswa harus memahami tujuan investasi keuangan sejak sekarang. Ini bukan hanya soal untung-rugi, tapi juga perencanaan hidup jangka panjang,” ujar Angga Dwi Saputro.
Tantangan Milenial: Melek Teknologi tapi Minim Literasi Keuangan
Kemajuan teknologi telah menghadirkan berbagai inovasi dalam dunia keuangan, seperti mobile banking, e-wallet, hingga fintech. Namun menurut Yunan Syaifullah, dosen pendamping mahasiswa D3 Keuangan dan Perbankan UMM, generasi milenial tetap menghadapi risiko besar jika tidak memiliki pemahaman yang cukup.
“Digitalisasi memang membuka akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan. Tapi tanpa literasi yang memadai, justru bisa menimbulkan ketergantungan dan keputusan keuangan yang keliru,” jelasnya.
Generasi milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, dikenal sebagai digital native. Mereka terbiasa dengan kecepatan, fleksibilitas, dan transparansi. Namun, karakteristik tersebut juga menuntut pendekatan layanan keuangan yang modern, informatif, dan berbasis teknologi.
Baca juga: Kunjungan Industri Perkuat Metode Pembelajaran di Prodi D3 Perbankan dan Keuangan Vokasi UMM
Malang sebagai Kota Pendidikan dan Potensi Finansial
Sebagai kota pendidikan dengan banyak perguruan tinggi, Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi dan investasi keuangan di kalangan anak muda. Sayangnya, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh lembaga keuangan.
Melalui kegiatan seperti ini, Prodi D3 Keuangan dan Perbankan UMM berharap dapat mendorong generasi muda untuk lebih melek finansial dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: RIlis D3 Keuangan dan Perbankan UMM
redaktur: jatmiko





























