Senin, Agustus 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Cerita Si Kembar Calon Doktor di New Zealand, Pilih Jadi Peneliti Meski Lahir dari Keluarga Pebisnis

Redaksi by Redaksi
Februari 6, 2023 12:02 pm
in Featured
Si kembar Nicholas Pudjihartono dan Michael Pudjihartono bersama CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq (kiri).

Si kembar Nicholas Pudjihartono dan Michael Pudjihartono bersama CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq (kiri). Foto/dok TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di antara banyaknya peneliti dan pelajar Indonesia yang menekuni ilmu DNA, ada dua nama pemuda yang kini sedang menekuni keilmuan itu. Mereka adalah Nicholas Pudjihartono dan Michael Pudjihartono. Keduanya merupakan saudara kembar yang kini berusia 26 tahun, berasal dari Surabaya.

Peneliti muda putra pebisnis Effendi Puji Hartono ini rupanya tetap ingin mengeyam pendidikan dan menempuh studi doktoral walau berasal dari keluarga pebisnis. Dalam sebuah kesempatan bincang santai dengan tugumalang.id, keduanya berkisah tentang apa yang menjadi motivasi mereka menekuni dunia para ilmuan tersebut.

READ ALSO

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Setelah menamatkan pendidikan dasar di SD Gloria hingga SMP, keduanya melanjutkan perjalanan studinya ke Singapura, tepatnya di Singapore National Academy. Lulus SMA, si kembar pun tertarik mengikuti jejak sang ayah yang pernah mengeyam pendidikan tinggi di New Zealand.

“Sebenarnya nggak ada alasan yang sangat-sangat menonjol gimana gitu. Cuman kita tahu nanti jalan itu adalah salah satu negara yang pendidikannya bagus,” jelas mereka.

Beda Kultur Pendidikan Indonesia dan New Zealand

Menurut Nicholas dan Michael, ada perbedaan kultur pendidikan Indonesia dan New Zealand. “Orang New Zealand itu lebih lebih fokus terhadap pendidikan, mereka menghargai talenta orang masing-masing,” katanya.

Bagi Anda yang sudah lahir dan besar di Indonesia, pasti sangat paham dan pernah mengalami bagaimana sistem pendidikan di Indonesia. Para siswa di jenjang pendidikan dasar hingga menengah akan mempelajari semua mata pelajaran. Mulai dari matematika hingga pelajaran olahraga. Namun hal itu tidak berlaku saat belajar di New Zealand.

“Nah, kalau sistemnya mulai SMA itu, kita memilih sendiri pelajaran apa saja yang kita mau,” tutur Michael dan Nicholas. Jadi, dari pengalaman mereka, yang paling wajib hanya pelajaran bahasa Inggris.

Si Kembar: Jangan Ngajari Burung Berenang

Menyoal beda sistem pendidikan di sekolah Indonesia dan New Zealand, Si Kembar calon doktor ini menganggap bahwa seharusnya siswa atau mahasiswa dapat mengambil mata pelajaran yang berkaitan dengan apa yang disukai.

Mereka mencontohkan, di Indonesia meski tidak suka dengan pelajaran sejarah atau tak mau jadi sejarawan, pelajaran itu harus tetap di ambil. “Kalau di sana (New Zealand) apa yang kamu interested itu yang kamu ambil,” jelas Michael dan Nicholas.

Keduanya kini mengambil mata pelajaran sesuai dengan apa yang mereka minati. Karena sedari awal suka dan tertarik dengan bidang sains, maka si kembar mengambil biologi, kimia dan fisika. Keduanya kini fokus untuk studi tentang perkembangan asam deoksiribonukleat atau DNA.

“Istilahnya, jangan mengajari burung berenang, karena akan mematikan potensi burung untuk terbang,” ungkap mereka.

Kuliah di New Zealand dan Belajar DNA

Istilah DNA atau asam deoksiribonukleat mungkin tak asing bagi sebagian kalangan. Ini adalah bagian penting dari sebuah kehidupan yang bertanggung jawab mewariskan sifat pada keturunan makhluk hidup.

Mempelajari DNA membawa para peneliti ke alam paling kecil yang punya andil besar dalam perjalanan sejarah masa lalu dan masa depan. Tanpa ilmu DNA, mungkin sulit bagi manusia modern bisa menemukan berbagai macam obat penyakit ganas. Seperti Covid-19 yang muncul karena virus belum lama ini.

Kini, penelitian DNA menjadi lebih berkembang dengan adanya integrasi teknologi dan ilmu pengetahuan. “Jadi infomasi lebih informatif seperti adanya penggabungan ilmu komputer, matematika yang bergabung dengan biologi,” jelas calon doktor ini.

Mengungkap Masa Lalu dan Memprediksi Masa Depan Lewat DNA

Tidak ada yang benar-benar menjadi misteri ketika segala fenomena makhluk hidup dapat diteliti. Salah satunya lewat DNA. Dengan menelisik kimiawi yang ada dalam tubuh maka penyebab suatu penyakit dan obatnya dapat dengan perlahan ditemukan.

Menurut Michael, hal ini berkaitan dengan reaksi kimia yang ada dalam sel. Di sanalah DNA yang begitu panjang itu berperan. Walau tidak akan bisa dilihat dengan mata telanjang, namun untaian DNA sangatlah kompleks.

“Mungkin satu kompleks rumah ini penuh berapa 300 lembar segini tumpuk-tumpuk satu ruangan,” jelas Nicholas.

Anda tentu tidak akan sanggup membayangkan materi dalam tubuh yang sekecil itu bisa menjadi sangat panjang.

Mereka lalu menjelaskan dengan detail bahwa setiap sel pasti punya DNA. Di dalamnya, terdapat urutan basa nitrogen dan protein yang mengkode setiap bagian dari makhluk hidup.

Untuk menganalisanya, kini telah tersedia jaringan informasi global yang memiliki data base DNA berbagai makhluk hidup. Bila peneliti ingin memahami lebih lanjut tentang suatu DNA, maka menurut si kembar, harus memiliki sistem alat yang bernama super komputer.

Karena terlalu kompleks, maka alat super komputer itu pun membutuhkan ruang yang besar. “Sekali lagi super komputer itu kayak satu ruangan besar ini semua isinya komputer itu kita butuh mesinnya sampai sebesar itu untuk menganalisa DNA kita karena saking besar informasinya,” tutur si kembar.

Mengapa ilmuwan sangat tertarik untuk memecahkan misteri dalam DNA? “Karena dengan membaca isi DNA, kita bisa mengerti tentang manusia termasuk apa yang terjadi di masa depan,” jawab keduanya.

Dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya DNA, Michael dan Nicholas begitu antusias untuk menyelesaikan studinya dan memberi sumbangsih pada bangsa Indonesia.

Keinginan Setelah Kuliah di New Zealand

“Pertama sih kita mau kembali ke Indonesia ya kan kita mau kembali ke Indonesia dan menggunakan ilmu yang kita punya itu juga untuk negeri ini,” harap Nicholad dan Michael.

Sebagai arek Surabaya yang kuliah di New Zealand, ke depan mereka ini mengembangkan sebuah perusahaan yang tentunya berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang DNA.

Keduanya tak ingin ilmuwan yang kembali ke Indonesia setelah usai kuliah di luar negeri tak mendapat tempat yang semestinya. Hasil belajar dan penelitian para ilmuwan muda itu tentu akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Penulis: Imam A. Hanifah

Editor: Herlianto. A

Tags: Calon DoktorDNAKuliah di luar negerikuliah di new ZealandNew ZealandPeneliti DNAPeneliti Mudapenelitian kimiaSi Kembarteknologi terbaru

Related Posts

Wisatawan melintasi hutan mangrove di CMC Tiga Warna. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Kamis, 10 Jul 2025
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)
Featured

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Rabu, 7 Mei 2025
Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Featured

Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis

Selasa, 21 Jan 2025
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Batik karya Utik Mardiati motif kupu-kupu yang sudah dijahit menjadi rok. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Batik Utik Mardiati, Narasi Cerita dalam Selembar Kain

Sabtu, 30 Nov 2024
Soetarjo, gerilyawan pejuang yang masih hidup saat berkisah tentang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto: Azmy
Featured

Kisah Pejuang Gerilyawan Agresi Militer yang Kini Hidup di Malang, Bolak-Balik Ditangkap Belanda

Jumat, 23 Agu 2024
Next Post
Yennh Wahid (kerudung merah muda) saat mengunjungi pabrik rokok Gajah Baru di Kepanjen.

Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi, Yenny Wahid: Regulasi Harus Ciptakan Iklim Usaha Kondusif

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.