Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Cerita Manusia: Guru di Pelosok Malang yang Tetap Mengajar Meski Hanya Ada Satu Murid

Redaksi by Redaksi
November 25, 2025 6:00 am
in Insight
Guru di Pelosok Malang

Dedi Hermawan bersama satu-satunya siswa di kelas V di SDN VI Sumberpetung, Kabupaten Malang.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Guru selalu menjadi sumber inspirasi. Pada Hari Guru Nasional yang diperingati hari ini, Selasa (25/11/2025), program ‘Cerita Manusia’ mengangkat kisah seorang guru sekolah dasar di pelosok Kabupaten Malang yang tetap setia mengabdi di tengah segala keterbatasan.

Adalah Dedi Hermawan (44), guru di SD VI Sumberpetung yang berada di Dusun Pondok Kobong, Desa Sumberpetung,  Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Ia mengajar kelas IV dan kelas V yang terpaksa digabung dalam satu ruangan karena keterbatasan fasilitas sekolah yang hanya memiliki empat ruang kelas. Dua kelas tersebut dipisahkan dengan sekat triplek sederhana.

READ ALSO

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Keterbatasan kelas
Karena keterbasan kelas, antara kelas IV dan kelas V hanya terpisah oleh triplek sederhana. Foto-foto: irham thoriq

Di balik keterbatasan itu, terdapat kisah unik. Kelas V hanya diisi satu orang siswa bernama Ilham Mahendra, sementara kelas IV dihuni sepuluh siswa. Kondisi ini membuat ruang kelas V tampak lengang dan jauh dari suasana belajar pada umumnya.

Baca juga: Mukhlis, Guru Inspiratif di Pelosok Malang: Mengajar Sambil Jadi Relawan Siaga Bencana

Saat ditemui di ruang kelas, Ilham tampak belajar sendirian dengan Lembar Kerja Siswa atau LKS. Ia jarang berinteraksi dengan siswa kelas IV yang berada di balik sekat.

“Jadi saya itu gantian ngajarnya, satu jam, satu jam, misal ketika saya ngajar di kelas IV, maka Ilham saya kasih tugas, begitu juga sebaliknya,” kata Dedi Hermawan, lulusan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

Menurut Dedi, mengajar satu siswa memiliki tantangan tersendiri. Minimnya interaksi membuat proses pembelajaran harus dilakukan dengan pendekatan lebih sabar dan personal.

“Apalagi ini anaknya bisa dibilang kurang dalam menangkap pelajaran, jadi agak sulit ngajak interaksinya,” imbuhnya.

Dedi Hermawan bersama satu-satunya siswa
Dedi Hermawan bersama satu-satunya siswa di kelas V di SDN VI Sumberpetung, Kabupaten Malang yang benama Ilham Mahendra.

Meski begitu, Dedi tetap bersyukur bisa mendampingi Ilham yang dinilainya memiliki kemauan belajar cukup baik.

“Kelasnya tidak saya gabung, karena pelajarannya beda, jadi ya harus sabar saja,” tuturnya.

Ia mengaku, mengajar satu murid terasa seperti menjadi tutor pribadi. Oleh karena itu, ia selalu berusaha menjaga suasana hati agar tetap bahagia demi menyalurkan energi positif kepada murid-muridnya.

“Kalau ditanya soal greget, lebih greget ngajar di kelas IV, karena anaknya banyak, jadi misal satu pasif, yang lain bisa aktif,” ujar lulusan Universitas Terbuka dan SMK Nasional Kota Malang tersebut.

Dari sisi karier, Dedi bersyukur kini telah berstatus PPPK dan mengantongi sertifikasi guru. Ia diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2019, setelah sebelumnya berstatus guru honorer sejak 2004.

“Saat menjadi guru honorer, pernah digaji 50 ribu dalam sebulan, terakhir digaji 350.000 sebulan, mengerikan pokoknya,” ungkap pria yang berdomisili di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini.

Baca juga: Proporsionalkah Menuntut Guru Profesional?

Di luar profesi utama, Dedi tetap mencari penghasilan tambahan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya menjadi panitia-panitia seperti panitia pemilu, karang taruna atau yang lain saat ada kegiatan di desa, dari situ ada pemasukan tambahan, tahun 2007 saya juga ngajar di sekolah lain,” bebernya.

Baginya, makna guru adalah profesi yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab tinggi, tidak hanya dalam mengajar ilmu tetapi juga membentuk karakter siswa.

“Guru juga harus mengajarkan sikap disiplin, peka terhadap lingkungan dan berbakti pada orang tua kepada para siswa, selain tentu saja pelajaran-pelajaran wajib lainnya,” katanya.

Dedi Hermawan dan siswanya
Dedi Hermawan dan siswanya Ilham Mahendra. Foto-foto : irham thoriq

Sementara itu, Ilham Mahendra mengaku sudah bersekolah di SD VI Sumberpetung sejak kelas III, setelah pindah dari Madrasah Ibtidaiyah yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

“Tidak masalah sendirian, enak juga, tidak ada yang nyontek kalau pas ujian,” ucapnya sembari tertawa.

Saat ditanya soal cita-cita, Ilham mengaku ingin menjadi sopir truk.

“Pengen saja jadi sopir truk, kayanya enak gitu,” katanya, anak dari seorang kuli bangunan dan ibu yang berprofesi sebagai petani.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Irham Thoriq
redaktur: jatmiko

Tags: Cerita ManusiaDedi Hermawanguru satu muridHari Guru Nasionalkisah inspiratif guruPendidikan Kabupaten Malangpendidikan pelosok MalangSD VI Sumberpetung

Related Posts

Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Casila Indonesia
Insight

Casila Indonesia, UMKM Poncokusumo yang Sukses Ekspor ke Jepang dan Singapura

Minggu, 26 Apr 2026
Next Post
Museum Angkut Jatim Park Kota Batu

Museum Angkut Raih Penghargaan Nilai Investasi Tertinggi di Batu Investment Award 2025

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.