MALANG, Tugumalang.id – Fenomena bediding (udara dingin) yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Malang menjadi tantangan kesehatan tersendiri bagi masyarakat.
Fenomena ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrem dari udara yang terasa dingin pada malam dan pagi hari, disertai suhu yang panas di siang hari.
Perubahan cuaca yang cepat dan ekstrem ini pola dan intensitasnya dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah dan daya tahan tubuh menurun drastis.
Dalam situasi seperti ini penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal meski menghadapi kondisi yang tidak menentu.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Bediding, Lakukan 5 Hal Ini Agar Tetap Fit
Ahli Gizi, Nur Widyaning R, RD menjelaskan menjaga asupan gizi yang tepat menjadi fondasi utama untuk mempertahankan daya tahan tubuh selama masa bediding berlangsung.
Ketika tubuh menghadapi perubahan suhu yang bisa dibilang ekstrem, tubuh perlu mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Kebutuhan tersebut dapat tercukupi dengan asupan vitamin C, protein, serta karbohidrat yang cukup dan seimbang.
“Dalam cuaca bediding seperti saat ini, yang kadang-kadang panas dan tiba-tiba dingin. Tubuh butuh asupan makanan yang benar-benar bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh,” kata perempuan yang akrab disapa Widya itu kepada Tugumalang.id, Kamis (17/5/2025).
Penuhi Kebutuhan Vitamin C
Lebih lanjut, Widya mengatakan bahwa tubuh perlu mendapat asupan vitamin C yang cukup untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena cuaca berubah begitu cepat, tubuh perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Baca Juga: 8 Tips Agar Tubuh Sehat dan Bugar di Musim Bediding
“Masyarakat bisa meningkatkan asupan ke makanan yang tinggi vitamin C, karena vitamin C dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sumber vitamin C bisa berasal dari buah-buahan, seperti jeruk atau pepaya,” jelasnya.
Asupan Vitamin C dari Protein
Tidak hanya dari konsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, Widya menyebut asupan vitamin C juga bisa didapatkan dari protein. Untuk itu ia menekankan pentingnya konsumsi gizi yang seimbang agar tubuh siap menghadapi fenomena bediding akhir-akhir ini.
“Bisa (vitamin C) dari protein, seperti kuning telur itu juga tinggi vitamin C. Jadi memang sebenarnya bukan hanya konsumsi vitamin C, tetapi harus gizi seimbang. Ada karbohidrat, protein, dan juga serat biar seimbang dan bisa saling membantu,” terang Widya.
Perlu Aktivitas Fisik
Selain, konsumsi gizi yang seimbang, Widya menuturkan bahwa masyarakat perlu melakukan aktivitas fisik untuk menjaga suhu tubuh dan membakar kalori. Aktivitas fisik bisa dilakukan secara sederhana, seperti jalan kaki sekitar 30 menit sampai 40 menit.
“Aktivitas fisik memang perlu, apalagi meningkatkan suhu tubuh biar enggak terlalu dingin. Kita bisa membakar kalori dengan meningkatkan aktivitas seperti jalan kaki sekitar 30-45 menit,” ujarnya.
Jogging ringan menurut Widya juga bisa dilakukan masyarakat dengan intensitas ringan maupun sedang. Sama seperti jalan kaki, jogging juga membantu menjaga kondisi suhu tubuh agar tetap stabil menghadapi perubahan cuaca.
“Jogging ringan atau lari-lari di depan rumah sekitar 45-60 menit itu juga boleh dan tidak apa-apa,” jelas Widya.
Dengan menerapkan tips ini, tubuh akan lebih siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem atau fenomena bediding, serta menjaga daya tubuh agar tetap prima.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























