MALANG, Tugumalang.id – Candi Jago yang terletak di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mulai dipugar untuk pertama kalinya sejak dibangun pada abad ke-13. Proyek pemugaran ini resmi dimulai pada 29 Mei 2025 dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Sejak era Kerajaan Singhasari, bangunan bersejarah ini belum pernah tersentuh pemugaran besar. Kondisi batuan candi yang semakin rapuh membuat langkah konservasi menjadi sangat penting.
“Pemugaran ini dilakukan demi anak cucu kita, supaya Candi Jago tidak roboh karena banyak batu yang sudah rusak,” kata Juru Pelihara Candi Jago, Imam Pinarko, saat ditemui Tugu Malang ID, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, sejumlah batu pada bagian bawah candi sudah pecah dan beberapa struktur bahkan nyaris ambruk. Pemugaran dilakukan dengan mengganti batu-batu yang rusak, sementara bagian yang masih kuat tetap dipertahankan agar keaslian candi tetap terjaga.
Baca juga: Candi Jago, Saksi Bisu Kejayaan Dua Kerajaan Besar Hindu Buddha Terbesar dalam Catatan Sejarah Indonesia
“Kebanyakan yang diganti itu bagian pinggir. Sementara bagian dalamnya tetap asli,” jelas Imam.
Selain perbaikan struktur, rencananya bilik ibadah di bagian atas candi juga akan dibangun lebih kokoh. Hal ini agar masyarakat yang beribadah dapat merasa lebih aman dan nyaman.
“Itu permintaan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, supaya di bagian atas ada bilik untuk masyarakat yang beribadah,” tambahnya.
Selama proses pemugaran, Candi Jago masih terbuka bagi pengunjung, baik yang ingin berwisata maupun beribadah. Menurut Imam, momen ini justru bagus untuk memberikan edukasi pada pengunjung terkait proses pembangunan Candi Jago oleh para leluhur.
“Mereka jadi teredukasi, bagaimana membuat batu-batu ini saling mengunci satu sama lain. Bahkan, turis mancanegara merasa bangga karena datang saat dilakukan pemugaran,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Juru Pelihara Cagar Budaya Malang Raya ini.
Baca juga: Kisah Bangau Bersorban di Relief Candi Jago, Penipu yang Berpura-pura Saleh
Pemugaran yang difasilitasi oleh Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI ini dikerjakan 15 orang. Mereka terbagi menjadi tiga tim, yakni ahli pemasangan, ahli pembongkaran, dan ahli finishing atau penyelesaian.
Candi Jago dibangun oleh Raja Kertanegara untuk menghormati ayahnya, Raja Wisnuwardhana yang wafat pada tahun 1268. Candi bercorak Hindu Buddha ini memiliki panjang 24 meter, lebar 14 meter, dan tinggi yang tampak 10,5 meter.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























