Bocah Asal Bandulan Malang Ditemukan Tewas Usai Bermain Air Hujan di Selokan

  • Whatsapp
Jenazah bocah asal Bandulan Malang usai divisum di RSSA Malang, Selasa (1/6/2021). Foto/Azmy

MALANG – Keberadaan bocah warga Jalan Bandulan Gang VIII B No. 454 B atas nama Nabhan Zulfadli Irsa akhirnya berhasil ditemukan. Bocah usia 7 tahun ini dinyatakan hilang malam sebelumnya usai bermain air hujan di selokan dekat rumah kakeknya. Perosotan ini mengalir ke arah Sungai Metro, Jembatan Bandulan.

Nabhan Zulfadli Irsa, bocah tewas tenggelam di Sungai Metro Malang semasa hidup. Foto/dok

Namun nahas, murid SDN 4 Bandulan ini ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Jasadnya ditemukan di Sungai Metro Jatisari, RT 17 RW 05 Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (1/6/2021) pagi tadi sekira pukul 06.00 WIB dan langsung dibawa ke Kamar Mayat RSSA Malang.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Pakisaji AKP Edi Purnama menjelaskan, korban pada Senin (31/5/2021) dinyatakan hilang diduga terseret arus air hujan di selokan tempatnya bermain sekira pukul 17.45 WIB.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah telanjang pusat pasi dan pada bagian kepala korban ada luka-luka. Diduga sementara karena gesekan dengan bebatuan saat tergulung arus air. ”Luka itu diduga karena mungkin terantuk bebabtuan saat terseret arus,” katanya.

Sebelumnya, warga sekitar bersama relawan lintas elemen turut membantu menyisir sepanjang aliran selokan hingga pinggir sungai dekat lokasi. Namun pencarian itu tidak berhasil. Hingga kemudian pada Selasa (1/6/2021) dilaporkan ada mayat anak kecil ditemukan di bibir sungai.

Begitu mendengar kabar ini, kakek korban, Slamet (55) langsung bergegas menuju lokasi penemuan. Saat dicek, dipastikan jenazah itu adalah cucunya. Slamet mengatakan jika korban memang sering bermain hujan-hujanan di Jalan Bandulan Gang VI.

Proses evakuasi jenazah bocah tewas tenggelam di Sungai Metro Pakisaji, Kabupaten Malang. Foto/Istimewa

”Iya mungkin kalau hujan mainnya di got itu. Nah pas itu hujan lebat sekali. Waktu itu aneh kok cuxu saya ini gak pulang-pulang,” kata dia saat di RSSA Malang.

Baca Juga  Kapolres Malang: Tidak Mungkin Batasi Masyarakat di Wilayah Aglomerasi Selama Lebaran

Usai dikirim ke Kamar Mayat RSSA di Kota Malang untuk divisum, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 08.00 WIB. ”Saya sedih sekali karena dia itu sehari-hari sama saya karena orangtuanya bekerja,” pungkas Slamet.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *