MALANG, Tugumalang.id – Beredar surat pernyataan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dokumen tersebut menyatakan, wali murid bersedia merahasiakan dan tidak menuntut pihak mana pun apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dalam surat tersebut, wali murid juga diminta memilih untuk menerima atau tidak menerima MBG periode Oktober 2025 hingga April 2026. Bagi wali murid yang menerima, mereka diminta mencari penyelesaian atau solusi terbaik dengan pihak terbaik apabila ada kejadian yang tak diinginkan.
Baca Juga: Program MBG di Kota Batu Tetap Berjalan, 16.680 Pelajar Jadi Penerima Manfaat
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, Suwadji, membenarkan sempat ada dokumen yang beredar. Akan tetapi, pihaknya telah menarik semua dokumen tersebut. Ia juga menegaskan dokumen itu bukan dibuat oleh pihak sekolah.
“Sudah ditarik, tidak dilanjutkan. Sekolah menolak membuat pernyataan seperti itu,” tegas Suwadji, Sabtu (11/10/2025).
Meski demikian, ia tidak merinci lebih lanjut siapa yang membuat dan menyebarkan dokumen tersebut.
Belum diketahui sekolah mana saja yang menerima dokumen itu dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah tersebut.
Baca Juga: Semua Dapur Program MBG di Kota Batu Belum Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Ia mengimbau para wali murid agar menolak tegas menandatangani dokumen dengan pernyataan yang merugikan. Setiap kepala sekolah diimbau agar tegas menolak menandatangani dokumen yang bukan kapasitas mereka.
“Kepala sekolah wajib menolak apabila dokumen tersebut berisi pernyataan yang konsekuensi serta tanggung jawabnya di luar kapasitas dan kewenangan kepala sekolah,” terang Suwadji.
Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan arahan dan peringatan pada semua satuan didik terkait program MBG. Dalam pelaksanaan program, kepala sekolah dan guru harus ikut bertanggung jawab terhadap kelancaran dan keamanan pendistribusian MBG.
“Kepala sekolah dan guru (harus) ikut memantau SPPG yang melayani,” imbuh Suwadji.
Ia memastikan, setiap sekolah memiliki satu guru honorer yang bertugas sebagai penanggung jawab (person in charge). Mereka melakukan pengecekan setiap hari untuk memastikan bahwa makanan yang akan dibagi ke para siswa itu layak, higienis, sehat, dan bergizi.
“Kami berharap ada koordinasi yang baik dengan semua pihak yang terkait,” kata Suwadji.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























