Tugumalang.id – Ketersediaan beras premium di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur mulai melangka. Bahkan meski tersedia pun, harganya bisa tembus Rp80 ribu per 5 kilogram dari sebelumnya di angka Rp75 ribu.
Sementara itu, untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang digelontorkan pemerintah masih tersedia melimpah. Harganya juga lebih murah di angka Rp60 ribu per 5 kilogram.
Hal ini diakui Ana Sulimah, salah satu pedagang di Pasar Among Tani, mengaku kesulitan melayani permintaan konsumen. ”Stok beras premium di pasar sudah jarang sekali. Pedagang pun dibatasi jualannya. Padahal, banyak pembeli yang masih mencari beras premium karena kualitasnya lebih bagus,” ungkap Ana.
Baca Juga: Jual Beras Bulog Seharga Premium, Tersangka Dapat Pasokan Kemasan dari Percetakan
Menurut dia, pembatasan ini menjadi salah satu penyebab semakin sulitnya pedagang memenuhi kebutuhan pasar. Akhirnya, kata dia, konsumen jadi serba terjepit.
”Mereka mau beli premium, tapi barangnya terbatas dan harganya naik. Kalau beralih ke beras SPHP memang lebih murah, tapi tidak semua pembeli cocok dengan kualitasnya,” jelasnya.
Akibatnya, kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang maupun masyarakat. Di satu sisi, beras SPHP yang harganya terjangkau terus digelontorkan. Namun di sisi lain, beras premium yang masih banyak diminati justru semakin langka.
”Kami berharap harga kembali stabil dan pasokan beras premium segera normal,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























