Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Belajar Menghidupi Karya dari Perupa Malang, Maruto Septriono

Redaksi by Redaksi
Maret 27, 2021 2:14 pm
in Pilihan Redaksi
Ngobrol Bareng Perupa Malang. Foto: Rizal Adhi

Ngobrol Bareng Perupa Malang. Foto: Rizal Adhi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Menjadi seniman seringkali dikonotasikan oleh masyarakat sebagai jalan yang sulit dan berliku. Tak jarang, banyak yang harus jatuh di tengah jalan karena tidak sanggup dengan segala tempaan.

Oleh karena itu, tugumalang.id melaksanakan Ngobrol Bareng Perupa Malang untuk membahas bagaimana seniman menghidupi karya sehingga seniman bisa hidup dari karya.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

“Bagaimana kita bisa hidup dari karya, kalau kita sendiri tidak mau menghidupi karya. Dalam arti kualitasnya, proses dari karya ke karya dan dari waktu ke waktu. Bagaimana karya itu sesuai dengan karakter yang kita ungkapkan. Cepat atau lambat, di kemudian hari si karya akan menghidupi si senimannya sendiri,” terang Perupa Malang, Maruto Septriono, saat Ngobrol Bareng tugumalang.id, pada Jumat Malam (26/03/2021).

Maruto mewanti-wanti, agar konsep itu tidak terbalik dan disalahpahami oleh para seniman, utamanya seniman muda yang baru mulai menjadi perupa. “Kalau itu terbalik dan kita berusaha hidup dari karya, Kita bakalan tidak bisa menghidupi karya. Karena terhenti, karena belum tentu karya itu bisa menghidupi senimannya, proses kita terhenti di situ,” tegasnya.

Kerena konsep inilah yang seringkali membuat banyak seniman mulai putus asa dan memutuskan berhenti berkarya. “Banyak permasalahan yang kompleks, seperti apa ukuran mau terkenal dan bisa menjadi nominal. Itu kan tidak ada standarnya, yang bisa menjadi standar adalah karya kita sendiri, bagaimana kita menentukan standar kualitas karya kita,” ungkapnya.

Pria yang tinggal di Pakisaji ini menitikberatkan, agar seniman lebih fokus meningkatkan kualitas karyanya daripada mengejar popularitas. “Misalnya kita melihat karya orang lain secara langsung, lalu dari situ kita bisa membuat karya yang tanding, dalam artian kalau dijejerkan karya itu tanding. Maka dengan sendirinya apa yang diimpikan akan hadir,” bebernya.

Dia melihat, banyak seniman yang hanya fokus bermimpi tapi sangat kurang membuat karya, sehingga jalannya hanya di situ-situ saja. “Banyak yang terbalik, mimpinya dibesarkan, sementara si karya begitu-begitu saja. Tanpa pernah ada eksplorasi, diskusi, standar kualitas yang bagaimana sebenarnya itu yang lebih penting. Sayangnya pendekatan penghayatan seperti ini yang jarang dilakukan,” bebernya.

“Semua orang boleh membikin mimpi dan harapan, tapi kalau tidak tercapai kan seperti yang saya omongkan tadi jadi rontok semua,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Tags: belajarkaryaperupa

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Kapolresta - Kapolresta Malang Kota Minta Maaf Terkait Anggotanya Salah Tangkap yang Ternyata Pamen Kodam Brawijaya

Kasat Reskoba Polresta Malang Dimutasi Pasca Salah Gerebek Anggota TNI

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.