Malang, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang terus berinovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Salah satu program andalannya, Bapenda Menyapa Warga (BMW), kembali digelar dalam bentuk layanan terpadu (one stop service) di Balai Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, Rabu (30/4/2025).
Melalui program ini, warga dapat mengakses berbagai layanan pajak, mulai dari pembetulan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB, konsultasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), hingga pembayaran pajak secara langsung. Seluruh layanan diberikan secara gratis.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan cukup membawa dokumen berupa SPPT PBB-P2, fotokopi KTP atau identitas wajib pajak, serta bukti kepemilikan tanah.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, menjelaskan bahwa program BMW telah menjadi agenda rutin sejak diluncurkan pada Juni 2022. “Ini sudah titik ke-70. Antusiasme masyarakat selalu tinggi setiap kali kami hadir langsung ke desa,” ujarnya kepada Tugu Malang ID.
Baca juga: Capaian Pajak MBLB Rendah, Bapenda Kabupaten Malang Lakukan Evaluasi
Ia menyebutkan, kehadiran langsung Bapenda ke desa bertujuan memvalidasi data wajib pajak agar lebih akurat. Pasalnya, masih banyak ditemukan ketidaksesuaian antara nama pemilik dalam sertifikat tanah dengan yang tercantum di surat pajak. Hal ini kerap menjadi alasan warga enggan membayar pajak.
“Setelah datanya kami perbarui, barulah mereka bersedia membayar. Jadi kami datang langsung untuk mempermudah proses perbaikan dokumen di tempat,” imbuhnya.
Menariknya, kegiatan ini juga menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi warga. Selain itu, wajib pajak yang membayar menggunakan QRIS mendapatkan hadiah paket sembako.
Baca juga: Bantu Warga Verifikasi Data, Bapenda Kabupaten Malang Gelar BMW di Desa Permanu
Made menegaskan bahwa layanan pembetulan dokumen dalam program BMW bisa diselesaikan dalam satu hari. Hingga awal Maret 2025, tercatat sebanyak 1.467.661 lembar SPPT telah didistribusikan ke kecamatan dan desa untuk diteruskan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa selain program BMW, Bapenda juga memberdayakan aparat desa untuk mengedukasi warga soal pajak. Di sisi lain, upaya digitalisasi juga terus dilakukan untuk mempermudah pembayaran pajak secara daring.
“Kami terus memaksimalkan layanan dan edukasi. Tujuannya jelas: mendorong kesadaran warga untuk taat pajak demi mendukung pembangunan daerah,” pungkas Made.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Ruri/tugujatim
redaktur: jatmiko
























