Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Asal-usul Dawet, Sudah Eksis Sejak Ratusan Tahun Lalu

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2023 8:45 am
in Kuliner
dawet

Dawet yang dijual pedagang kaki lima. Foto: Unsplash.com

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Dawet atau cendol rupanya sudah disantap oleh masyarakat Jawa sejak ratusan tahun lalu. Ini dibuktikan dengan adanya catatan tentang dawet di manuskrip Kakawin Kresnayana yang ditulis pada tahun 1100-an.

Dawet juga disebut-sebut di serat centini yang ditulis pada tahun 1814. Bahkan, dawet atau cendol masuk ke dalam kamus Bahasa Belanda yang diterbitkan pada tahun 1866.

READ ALSO

Garing dan Lembut di Dalam! Rekomendasi Sourdough di Malang yang Wajib Dicoba

Rasa Petisnya Juara, Rekomendasi Rujak Uleg di Malang yang Bikin Lidah Bergoyang

Kakawin Kresnayana ditulis oleh Mpu Triguna yang hidup pada masa Kerajaan Kediri. Manuskrip tersebut bercerita tentang kisah cinta Prabu Kresna dan Rukmini. Kresna harus melakukan penculikan terhadap Rukmini yang pada saat itu akan dinikahkan dengan Suniti. Penculikan berhasil dilakukan dan keduanya pun melangsungkan pernikahan.

“Dawet telah disajikan di upacara-upacara yang ada di Jawa seperti ‘dodol dawet’ di upacara pernikahan dan juga di upacara tujuh bulanan (mitoni),” ujar Dosen Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman dalam video berjudul Origins of Cendol: Singaporean, Malaysian, or Javanese yang diunggah oleh CNA Insider beberapa waktu lalu.

Penyajian dawet dalam upacara pernikahan disebut dengan dodol dawet atau jualan dawet. Hingga saat ini, praktik dodol dawet masih dilakukan. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi pernah melakukan odol dawet pada prosesi siraman pernikahan anak kedua mereka, Kahiyang Ayu.

Fadly mengatakan tradisi dodol dawet merefleksikan kehidupan masyarakat Jawa. Pada tradisi dodol dawet, orang tua dari mempelai berjualan dawet kepada para tamu undangan. Akan tetapi, bukan uang yang diberikan sebagai alat tukar, melainkan pecahan tembikar.

Menurut Fadly, pecahan tembikar ini adalah simbol Bumi. Dodol dawet dilakukan dengan tujuan agar kehidupan pemilik hajat diberi kelancaran.

“Dodol dawet juga merupakan cermin dari ketetapan hati atau kesiapan orang tua dari mempelai untuk merelakan anak-anak mereka dalam menjalani kehidupan yang baru,” kata Fadly.

Di dalam video yang sama, pakar kuliner William Wongso mengatakan bahwa saat ini cara membuat dan penyajian dawet dilakukan menurut interpretasi dan selera masing-masing orang. “Saya tidak tahu siapa yang membuat dawet untuk pertama kalinya,” ujarnya.

Secara umum, dawet disajikan bersama dengan santan dan gula aren. Namun, setiap warung dan restoran bebas menambahkan komponen lain agar membuat hidangan mereka lebih menarik.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Dawetdodol dawetodol dawet

Related Posts

Rekomendasi sourdough di Malang yang menawarkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam yang wajib dicoba pecinta roti. /Foto: Pinterest/The Sourdough Studio
Kuliner

Garing dan Lembut di Dalam! Rekomendasi Sourdough di Malang yang Wajib Dicoba

Kamis, 28 Mei 2026
Rekomendasi rujak uleg di Malang yang menawarkan cita rasa khas manis, pedas, gurih yang dijamin membuat lidah bergoyang. /Foto: Pinterest/Antika Wings
Kuliner

Rasa Petisnya Juara, Rekomendasi Rujak Uleg di Malang yang Bikin Lidah Bergoyang

Senin, 25 Mei 2026
Tepung Gluten
Kuliner

7 Jenis Tepung Gluten Free yang Aman untuk Alergi Gluten dan Pola Makan Sehat

Minggu, 24 Mei 2026
Rekomendasi kuliner Pasar Induk Among Tani Kota Batu yang wajib dicoba. /Foto: Google Review Pasar Induk Among Tani Kota Batu/Yustika Muharastri.
Kuliner

Surga Pecinta Kuliner! 4Kuliner Pasar Induk Among Tani Kota Batu yang Wajib Dicoba

Sabtu, 23 Mei 2026
Rekomendasi pempek Malang yang menawarkan cita rasa otentik khas Palembang yang wajib masuk list kulineran. /Foto: Pinterest/Reisa Jahara
Kuliner

Jelajah Rasa Kuliner Khas Palembang, Rekomendasi Pempek Malang dengan Cita Rasa Otentik

Jumat, 22 Mei 2026
Roti populer
Kuliner

7 Jenis Roti Populer dari Berbagai Negara dan Cita Rasa Khasnya

Kamis, 21 Mei 2026
Next Post
Sepi, Peringatan hari buruh

Hari Buruh 2023 Tanpa Aksi Buruh di Malang, Kenapa?

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.