Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Sejarah Aremania Masuk Lapangan hingga Berakhir Tragis

Redaksi by Redaksi
Oktober 6, 2022 5:49 pm
in Pilihan Redaksi
Situasi saat terjadi kisruh di stadion Kanjuruhan Malang.

Situasi panas terjadi di stadion Kanjuruhan Malang usai dibunyikan peluit panjang pertanda berakhirnya laga Arema FC vs Persebaya. Foto : Dani Kristian/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Gugurnya suporter Aremania dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) sebetulnya bukanlah kali pertama dalam sejarah panjang Arema FC. Dalam catatan sejarah beberapa kali Aremania masuk lapangan dan berakhir tragis. Tetapi, memang tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan korban meninggal paling banyak. Berikut ini dibahas beberapa rentetan tragedi yang pernah dialami Aremania saat turun ke lapangan.

13 Juli 2005, Jebolnya Pintu Stadion

Membludaknya penonton dalam laga Arema kontra Persija Jakarta pada 13 Juli 2005 berkahir pahit dengan tewasnya penonton. Ratusan penonton yang berada di luar stadion merangsek masuk dan menjebol pintu gerbang stadion hingga akhirnya meluber ke bibir lapangan.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Selain penonton yang berada di pinggir lapangan, kejadian saling berdesak-desakan juga terjadi di sisi selatan tribun VIP. Hal itu membuat pagar pembatas jebol. Nasib malang pun menimpa Fajar Lidia Nugraha, warga Sawojajar. Bocah 17 tahun itu jatuh dan terinjak-injak oleh penonton lainnya. Selain Fajar, 8 orang lainnya mengalami luka-luka.

Fanatisme puluhan ribu Aremania memang sulit dibendung. Banyak dari mereka yang tak memiliki tiket juga ingin memberi dukungan pada Franco Hita Cs kala itu. Namun kapasitas stadion yang tak memungkinkan mengakomodasi semua penonton membuat insiden pahit tersebut harus terjadi.

15 April 2018, Masuknya Penonton ke Lapangan dan Gas Air Mata

Laga Arema kontra Persib Bandung kembali membuat penonton masuk ke lapangan di Stadion Kanjuruhan. Insiden itu terjadi pada lanjutan Liga I Indonesia 15 April 2018. Laga memang telah berlangsung panas sejak awal. Aremania telah turun dari tribun ke lapangan bahkan sebelum pertandingan berakhir.

Aremania yang kecewa dengan kepeminpinan wasit, Handri Kristanto, akhirnya melempari lorong ruang ganti pemain. Selain itu penonton juga kecewa dengan hasil imbang 2-2 yang diraih Arema. Kericuhan mulai terjadi di bangku tribun timur hingga merembet ke bagian selatan dan utara.

Dalam pertandingan itu juga diwarnai aksi seseorang yang tak diketahui identitasnya masuk ke lapangan pertandingan dengan hanya menggunakan celana dalam. Aksi tersebut langsung dicegah oleh pihak keamanan. Sayangnya, kejadian yang berlanjut dengan masuknya supporter lain membuat pertandingan pun terpaksa dihentikan karena kondisi yang semakin tidak kondusif.

Insiden tersebut juga diwarnai dengan tindakan aparat yang melepaskan tembakan gas air mata. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan massa. Namun yang terjadi justru penonton berdesakan keluar karena panik hingga menyebabkan 214 orang terluka dan 1 orang tewas atas nama Dhimas Duha Romli.

6 Oktober 2018, Masuknya Penonton dalam Derbi Jawa Timur

Gol Ahmad Hardianto dan kemenangan 1-0 Arema atas Persebaya harus berakhir dengan sanksi dari PSSI kala itu. Pada laga pekan ke-24 Liga 1 tersebut, terjadi aksi masuk ke lapangan oleh oknum suporter Aremania. Aksi ricuh terjadi setelah wasit Dodi Setia Purnama meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Oknum tersebut masuk kelapangan dan mengejar beberapa pemain. Tak sampai di situ, ia juga melakukan aksi merobek bendera Persebaya. Kejadian ini turut memancing suporter lain untuk turun ke lapangan. Beberapa di antaranya menyalakan flare dan melempari pemain Persebaya dengan botol minuman.

PSSI pun bertindak tegas dengan menghukum Arema bertanding tanpa penonton pada laga home maupun away. Dua suporter Arema yakni Yuli Sumpil dan Fandy juga turut dihukum dengan larangan beraktivitas di dunia sepakbola dan tidak diperbolehkan masuk ke stadion.

1 Oktober 2022, Tragedi Kanjuruhan dan Gas Air Mata Maut

Duka mendalam masih menyelimuti warga Malang yang harus menerima kenyataan bahwa 131 Aremania meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Dalam laga derbi Jawa Timur yang mempertemukan Arema dan Persebaya tersebut, tuan rumah kalah 3-2.

Penonton yang kecewa pun akhirnya mulai masuk ke area lapangan. Aparat keamanan berusaha menghadang dan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Karena panik, penonton lalu berdesakan keluar dari stadion sehingga banyak yang terinjak dan sesak nafas.

Aturan FIFA Terkait Penanganan Penonton yang Masuk ke Lapangan

Dalam aturan FIFA poin 45 tentang manajemen keramainan, dijelaskan bahwa kepadatan berbahaya dapat terjadi jika terdapat penonton yang memaksa masuk ke dalam stadion yang sudah penuh atau hampir penuh. Hal ini juga bisa berimbas pada perilaku memanjat dan menerobos pagar keliling, gerbang dan pintu stadion.

“Dangerous overcrowding can arise if spectators are able to force their way into a stadium that is already full or nearly full, for example by scaling or breaking through perimeter fences, gates or turnstiles,” kutipan aturan FIFA

FIFA mengatur penanganan yang harus dilakukan oleh penyelenggara pertandigan ialah dengan memasang dinding pembatas, pagar dan gerbang pada poin 32 tentang lapangan pertandingan.

Pemasangan pembatas harus dilakukan dengan ketinggian tertentu sehingga penonton tak memiliki kesempatan untuk memanjatnya. Selain itu, perlu adanya pemantauan CCTV oleh aparat keamanan yang bertugas.

“The decision as to whether to have a physical barrier and if so, what type of barrier, shall be considered in a formal risk assessment and the use of such barriers must not present a risk or danger to spectators or players,” papar aturan itu

Pemasangan pembatas berduri juga dilarang oleh FIFA. Pagar pembatas haruslah memperhatikan keselamatan penonton. Organisasi sepakbola dunia itu juga mengatur bahwa lapangan permainan harus dilindungi dari gangguan orang yang tidak berwenang, di mana aksesnya dikendalikan oleh petugas dan manajemen stadion.

Reporter: Imam A Hanifah

Editor: Herlianto

Tags: AremaniaGas Air MataSuporterTragedi Stadion

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Giring Ganesha bersama jajaran DPW PSI Jatim saat mengirim doa untuk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kamis (6/10/2022).

Prihatin, Giring Tahlilan hingga Adopsi Anak Yatim Piatu Korban Tragedi Kanjuruhan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.