Anak Durhaka, Sering Pukuli Ibu Kandung dan Curi Motor

  • Whatsapp
Ibu dan anak saling berpelukan. Didampingi Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

MALANG – Kasih ibu sepanjang masa, itulah yang mungkin dapat digambarkan saat pers conference dan pengembalian kepada keluarga pelaku kasus pencurian dalam keluarga di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, jika kronologi kasus ini bermula saat ada seorang ibu bernama Suryati melaporkan kasus pencurian kendaraan bermotor yang ia alami.

Bacaan Lainnya

“Jadi pada 21 November 2020 lalu, ada laporan seorang ibu dari Kecamatan Kepanjen tentang pencurian sepeda motor berikut BPKBnya,” terangnya saat pers conference di Mapolres Malang pada Senin (08/02/2021).

Setelah Satreskrim Polres Malang melakukan penyelidikan, bahwa pelaku pencurian  anak kandung korban bernama Qoim Lidinillah (24).

“Faktanya bahwa yang mengambil motor dan BPKB tersebut anak kandung dari si pelapor,” ungkapnya.

Kendati demikian, Satreskrim Polres Malang tetap melanjutkan kasus tersebut dan menangkap Qoim kendati merupakan anak pelapor.

“Ternyata benar bahwa dia yang mengambil motor beserta BPKB di rumah ibunya,” tegasnya.

Selama penyelidikan dan penyidikan, ternyata  pelaku memang sering melakukan tindakan kekerasan kepada ibu dan kedua adiknya. Ia juga menggunakan hasil curiannya untuk judi online.

“Tersangka memang terkenal kasar kepada ibu dan adik-adiknya. Begitupun hasil penjualan motor untuk bermain judi online,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku sempat bisa kena Pasal 363 ayat 1 Ke-5 KUHP tentang pencurian. Dan Pasal 367 ayat 2 KUHP tentang pencurian dalam keluarga.

“Tindakan  tersangka ini masuk dalam pencurian dalam keluarga di Pasal 367 ayat 2. Apabila itu perkara yang melibatkan anggota keluarga sedarah atau segaris atau silang, itu tetap ada pidana apabila ada pelaporan,” tegas Hendri.

Baca Juga  Kapolres Malang Nilai Premanisme Jadi Ancaman untuk Masyarakat Kabupaten Malang

Namun, dalam kasus ini Polres Malang tetap melaksanakan upaya restoratif justice kepada pelaporan dan terlapor.

“Dalam kasus ini merupakan upaya restoratif justice yang berusaha kita lakukan dalam suatu perkara. Jadi, kita tidak semerta-merta melaksanakan asas kepastian hukum. Di sini, kami mengedepankan asas keadilan, yang mana kita melihat pelapor dan terlapor ini adalah ibu dan anak,” ujarnya.

Hingga si korban sekaligus ibu pelaku mau mencabut laporannya dan memaafkan semua perbuatan anaknya.

“Perkara ini telah selesai setelah pelapor dan pelaku membuat surat penyataan,” tuturnya.

Kapolres kelahiran Solok, Sumatera Barat juga mengatakan jika si pelaku telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Si pelaku juga sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan berjanji akan berkelakuan lebih baik pada keluarga dan di masyarakat,” ucapnya.

“Momen hari ini kita kembalikan si pelaku kepada keluarganya,” tukasnya.

Dalam momen tersebut, hadir juga ibu dan paman tersangka yang juga menghadiri pers conference tersebut. Pelaku langsung memeluk dan mencium kaki ibunya.

Ibu tersangka, Suryati, mengatakan jika dirinya sudah memaafkan anaknya, dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Saya memaafkan anak saya, mudah-mudahan kedepannya menjadi anak yang lebih baik. Dan bisa menjadi berbakti kepada keluarga,” tegasnya.

Tersangka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, ia juga mengatakan tidak akan ikut judi online lagi.

“Saya minta maaf kepada keluarga, dan saya tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. Saya tidak akan melakukan judi online lagi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *