Kamis, Agustus 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Alumni Sebut Sistem SMA SPI Tidak Beres

Redaksi by Redaksi
Juni 3, 2021 1:13 pm
in Pendidikan
Komnas PA desak Hakim tolak gugatan praperadilan tersangka dugaan seksual siswa kasus SMA SPI

SMA SPI Kota Batu. Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kasus dugaan kejahatan berupa kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan eksploitasi ekonomi di SMA SPI Kota Batu terus bergulir. Setidaknya, sudah ada 12 orang alumni sekolah telah melapor ke Polda Jatim atas dugaan kejahatan yang diduga dilakukan oleh founder SMA SPI.

Tentu hal itu mengejutkan semua pihak. Pasalnya, sekolah gratis bagi anak kurang mampu itu dikenal sebagai sekolah berkualitas. Bahkan, salah satu kisah dalam sekolah itu pernah diangkat menjadi film layar lebar.

READ ALSO

PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil

Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar

Kepopulerannya juga telah menarik perhatian pejabat tinggi negeri untuk hadir langsung mengunjungi sekolah itu. Tak tanggung tanggung, sekolah tersebut bahkan juga pernah diundang oleh UNESCO menjadi pembicara tentang pendidikan kewirausahaan.

SMA SPI Kota Batu. Foto: M Sholeh

Namun pengakuan mengejutkan muncul dari salah seorang alumni SMA SPI Kota Batu yang tak mau disebutkan identitasnya. Dia mengaku pernah mengenyam pendidikan di sekolah gratis itu.

Dia masuk sekolah itu lantaran ibunya tak mampu membiayainya bersekolah SMA. Sementara ayahnya, telah meninggalkan keluarganya sejak SMP. Usai lulus, dia mengaku langsung bekerja di sekolah itu juga. Namun karena merasa tertindas, dia resign usai bekerja selama 5 tahun disana.

Pengakuan alumni ini muncul usai beredarnya pemberitaan terkait kejahatan yang terjadi di sekolah tersebut. Dia bahkan membenarkan adanya kejahatan berupa kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan eksploitasi ekonomi yang didugakan selama ini.

Hal itulah yang juga membuatnya keluar dari sekolah itu dan memilih kembali ke daerah asalnya. Dia juga memilih tak menceritakan kepada ibunya atas apa yang dia alami di sekolah tersebut.

“Bekerja di sana seperti bekerja rodi, saya merasa sistemnya tidak beres sehingga lebih baik saya mengundurkan diri karena jujur itu tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” ujar alumni SMA SPI asal luar Jawa itu.

Dia mengaku, sistem kerja dan sistem penggajian disana tidak sesuai dengan aturan standar pada umumnya. Dikatakan, jam kerja disana lebih dari 8 jam, sementara gajinya dibawah UMR Kota Batu.

“Karena pada dasarnya orang bekerja itu 8 jam tapi di sana tidak seperti itu. Disana melebihi itu, bahkan sangat lebih,” ucapnya.

Untuk masalah gaji, dia tidak begitu mempermasalahkan lantaran sudah mendapat pendidikan gratis di sana. Namun dia sangat menyayangkan atas jam kerja yang ada.

“Sistemnya aja yang bagi saya itu tidak benar. Karena kita ini manusia, mesin saja butuh waktu untuk istirahat apalagi kita manusia,” imbuhnya.

Bahkan, dia juga menceritakan pengalamannya saat menjadi siswa di sana. Dia mengaku jarang mendapat materi pembelajaran akademis dan lebih banyak mendapatkan tugas layaknya bekerja.

Dikatakan, karena di sekolah tersebut juga terdapat hotel umum dan tempat wisata, sehingga para siswa juga dilibatkan dalam pelayanan pengunjung.

Dia juga menceritakan pengalamannya saat mendekati ujian akhir sekolah. Disebutkan, dia hanya mengikuti 1 tryout dari 3 tryout yang ada. Hal itu dikarenakan founder sekolah tersebut mengajaknya untuk rapat di Surabaya hingga berhari-hari.

“Jadi saya tidak ikut tryout 2 kali, tau-tau balik ke sekolah sudah ujian. Di sana saya merasakan sendiri saat jadi siswa, selain jadi siswa juga bekerja,” ungkapnya.

Banyaknya tugas pekerjaan yang dibebankan, membuatnya beberapa kali melewatkan ibadahnya. Tingginya intensitas kerja juga membuatnya harus mengedepankan tugasnya dari pada ibadahnya.

“Kalau anak-anak yang ada disana menurut saya mengalami tekanan psikis. Karena lingkungan yang dibentuk di sana adalah kita seperti punya desa dan kota sendiri. Sehingga kita mau keluarpun intinya kita diminta diam, seminimal mungkin agar tidak bersosialisasi dengan orang luar,” bebernya.

Meski demikian, dia tidak berani memberikan pengaduan kepada pihak manapun dan memilih berdiam diri karena ada rasa takut. Namun, dia memastikan bahwa dia mengetahui apa yang terjadi disekolah tersebut.

“Sementara ini saya memilih untuk diam dulu tapi sebenarnya saya tau yang terjadi seperti apa. Saya memilih untuk benar-benar diam. Tapi untuk apapun kejadian yang ada disana saya tau. Saya memilih untuk mendoakan yang terbaik, saya serahkan persoalan ini kepada pihak berwajib saja,” ujarnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil
Advertorial

PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil

Rabu, 19 Agu 2026
Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar
Advertorial

Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar

Rabu, 19 Agu 2026
PSGAD UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru soal Keadilan Gender dan Inklusi Disabilitas
Advertorial

PSGAD UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru soal Keadilan Gender dan Inklusi Disabilitas

Rabu, 19 Agu 2026
Universitas Negeri Malang Luncurkan Logo Dies Natalis ke-72
Advertorial

Universitas Negeri Malang Luncurkan Logo Dies Natalis ke-72

Rabu, 19 Agu 2026
Unisma Gratiskan Biaya Pendaftaran, Potongan UKT hingga 30 Persen
Advertorial

Unisma Gratiskan Biaya Pendaftaran, Potongan UKT hingga 30 Persen

Rabu, 19 Agu 2026
Rektor UIN Malang Tegaskan Jaga Kepercayaan Orang Tua Mahasiswa
Advertorial

Rektor UIN Malang Tegaskan Jaga Kepercayaan Orang Tua Mahasiswa

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
gudang - Gudang Barang Bekas di Pagelaran Terbakar

Gudang Barang Bekas di Pagelaran Terbakar

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.