MALANG, Tugumalang.id – SDIT Insan Permata Malang menggelar kegiatan Manasik Haji yang dilaksanakan di sekolah pada Senin (25/5/2026).
Kegiatan manasik ini bagian dari menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H sekaligus pembelajaran kontekstual agar siswa dapat memahami ibadah haji secara lebih nyata dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya siswa terbagi menjadi dua kelompok yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk kelas 1 sampai 3 miniatur Ka’bah berada di area gedung sekolah dan masjid. Sedangkan kelas 4-6 dipusatkan di area halaman sekolah dan area parkir kendaraan.
Baca Juga: SDIT Insan Permata Malang Hadirkan Program Orang Tua Mengajar: Penguatan Karakter Lewat Kolaborasi Keluarga

Siswa SDIT Insan Permata nampak antusias mengikuti tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah haji. Kegiatan simulasi manasik haji dibuat semirip mungkin dengan suasana pelaksanaan ibadah haji yang sebenarnya, sehingga siswa mendapatkan pengalaman yang berkesan.
Kepala SDIT Insan Permata Malang, Fitria Hidayati, S.Pd mengatakan diselenggarakannya kegiatan manasik haji ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami pelaksanaan ibadah haji secara teori tetapi juga praktik.
Harapannya melalui kegiatan manasik, siswa dapat memiliki gambaran seperti apa pelaksanaan ibadah haji dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Baca Juga: 106 Siswa Lulus, Wisuda SDIT Insan Permata Malang Angkatan XVI Penuh Haru dan Semangat Masa Depan
“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar anak-anak tidak hanya memahami teori tentang haji, tetapi juga mampu memvisualisasikan secara langsung proses ibadah haji. Sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan membekas dalam ingatan mereka,” ujar Ustadzah Hida.

Selain itu, kegiatan manasik haji yang diselenggarakan SDIT Insan Permata juga bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, kedisiplinan, kesabaran, serta semangat persaudaraan umat Islam sejak dini.
Tampilkan Atribut dari Berbagai Negara
Hal unik dari pelaksanaan kegiatan manasik haji di SDIT Insan Permata adalah siswa membawa atribut dan bendera dari berbagai negara.
Ustadzah Hida menjelaskan atribut internasional ini adalah mengenalkan siswa bahwa pelaksanaan ibadah haji dilaksanakan oleh umat Islam dari berbagai dunia. Atribut-atribut tersebut juga menjadi simbol pemersatu bangsa dan budaya umat Islam di seluruh dunia.
“Para siswa disetting berasal dari berbagai negara dengan membawa atribut dan bendera negara masing-masing, untuk menggambarkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah umat Islam sedunia yang menyatukan berbagai bangsa dan budaya,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan manasik haji dilaksanakan mendekati kondisi nyata. Mulai dari penggunaan pakaian ihram, pelaksanaan thawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah, hingga simulasi penyembelihan hewan kurban.
Ustadzah Hida bersyukur rangkaian kegiatan manasik haji di SDIT Insan Permata dapat berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme yang luar biasa dari siswa.
“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi pengalaman belajar yang sangat berkesan bagi para siswa,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















