Tugumalang.id – Suasana belajar yang berbeda dirasakan ratusan siswa SDIT Insan Permata Malang. Mereka tidak hanya duduk di bangku kelas, tetapi juga terjun langsung ke dunia nyata melalui Program Experiential Learning atau Belajar Profesi yakni pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman nyata yang dilangsungkan mulai 3-10 Februari 2026.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDIT Insan Permata Malang, Mariani Ulfa, S.Si, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menguatkan karakter dan kemandirian peserta didik sejak dini.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kemah, Camping With Father SDIT Insan Permata Malang jadi Moemen Berharga Ayah dan Anak
“Tujuan utama program Experiential Learning ini adalah menghubungkan teori dengan praktik agar pembelajaran lebih bermakna dan membekas. Jadi anak-anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalami langsung,” ucapnya, Selasa (10/2/2026).

Melalui program ini, siswa diajak mengenal berbagai profesi di sejumlah bidang seperti kuliner, otomotif, teknologi informasi, design, konveksi hingga fotografi.
Tak sekadar melihat, mereka juga belajar berinteraksi, bekerja sama dan memahami tanggung jawab dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Menariknya, pembelajaran ini juga menekankan adab dan tata krama di tempat kerja. Setiap aktivitas disertai penanaman nilai nilai Islam seperti disiplin, amanah dan etika berinteraksi. Dengan demikian, karakter generasi muda ini bisa benar benar terbentuk secara utuh.
Baca Juga: 106 Siswa Lulus, Wisuda SDIT Insan Permata Malang Angkatan XVI Penuh Haru dan Semangat Masa Depan

“Program ini melatih keterampilan sosial, kepemimpinan, problem solving hingga kreativitas. Anak-anak belajar bagaimana bersikap, berkomunikasi dan menyelesaikan tantangan dalam situasi riil,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan Belajar Profesi itu telah dimulai sejak 3 Februari 2026. Para siswa juga mengikuti factory visit pada 4 Februari dan puncak kegiatan Experiential Learning dilaksanakan pada 10 Februari 2026.
Seluruh kegiatan berlangsung di sekitar 30 lokasi di Kota Malang. Mulai dari Mazidah Collection, Excellent Design, Sahli Fotografi, bengkel otomotif, Kane Resto, usaha laundry, dan berbagai unit usaha lainnya.

Sebagian besar lokasi pembelajaran merupakan usaha milik wali murid maupun mitra sekolah. Hal ini menunjukkan terciptanya kolaborasi erat antara sekolah, orang tua dan lingkungan sekitar.
Mariani menegaskan, Experiential Learning merupakan bagian dari fun project kelas 5 yang dikemas agar menyenangkan namun sarat akan makna.
Program ini diharapkan mampu membentuk insan pembelajar yang beriman, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Harapannya, anak anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam sikap dan pengalaman. Mereka kami ajak belajar sejak dini bahwa ilmu harus diamalkan dalam kehidupan nyata,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























