MALANG, Tugumalang.id – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) dalam ajang Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III Tahun 2026.
Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), UIN Maliki berhasil meraih predikat Utama, ini merupakan kategori penghargaan tertinggi dalam ajang nasional tersebut.
Sebelumnya, UIN Malang juga terpilih sebagai salah satu dari 15 nominasi terbaik dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia dan berhak mengikuti tahapan presentasi portofolio serta penilaian akhir.
Baca Juga: UIN Malang Gelar Seleksi Ujian Mandiri 2026, Diikuti 1.603 Calon Mahasiswa
Nominasi tersebut tercantum dalam pengumuman nomine PTRG Award III Tahun 2026 yang dirilis oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI.
Komitmen Mewujudkan Kampus Responsif Gender
Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Malang, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si bersyukur atas penghargaan yang diraih oleh UIN Malang.
Penghargaan ini menunjukkan komitmen kampus dalam mewujudkan kampus responsif gender telah berlajan dengan baik, sistematis, dan berkelanjutan lewat program strategis yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
“Alhamdulillah, penghargaan PTRG Award III Tahun 2026 Predikat Utama merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat budaya kampus yang andil, inklusif, ramah anak, responsif gender, serta memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Mega ini.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh unit yang memiliki komitmen membangun tata kelola perguruan tinggi yang berkeadilan,” imbuhnya.
Pijakan Perluas Inovasi dan Kolaborasi
Penghargaan yang diraih oleh UIN Malang tak membuat berpuas diri. Mega menegaskan bahwa PSGAD UIN Malang menjadikan penghargaan tersebut sebagai pijakan dalam memperluas inovasi dan juga kolaborasi.
Baca Juga: Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan
“Kami berharap capaian ini menjadi energi baru untuk terus menghadirkan kebijakan, riset, pengabdian, dan layanan kampus yang semakin berpihak pada nilai-nilai kesetaraan, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta penguatan hak-hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” tegasnya.
“UIN Malang berkomitmen menjadi model perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, dan inklusif,” tambah Mega.
Keberhasilan meraih predikat tertinggi ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Malang dalam mengintegrasikan perspektif gender, perlindungan anak, dan inklusi disabilitas ke dalam tata kelola perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan akademik.
Prestasi ini mempertegas posisi kampus UIN Malang sebagai perguruan tinggi yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan gender, dan inklusivitas dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Lewat penghargaan ini dapat menginspirasi perguruan tinggi lain untuk terus mengembangkan budaya akademik yang responsif gender, serta ramah terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Selain itu juga mengukuhkan komitmen UIN Malang dalam mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang adil, aman, setara, dan juga inklusif bagi seluruh sivitas akademika.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























