Alasan Pandemi, Kunjungan Jokowi di Malang Tanpa Wartawan

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo akan meninjau lokasi terdampak gempa Malang, Kamis (29/4/2021)

MALANG – Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk memantau panen raya di Kecamatan Tumpang dan kondisi korban bencana gempa di Kecamatan Tirtoyudo yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis esok (29/05/2021) memang sangat ditunggu-tunggu oleh awak media di Malang Raya.

Namun, harapan itu nampak hanya akan jadi angan-angan belaka setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberitahukan bahwa kegiatan Jokowi selama di Kabupaten Malang dibatasi untuk wartawan alias eksklusif.

Bacaan Lainnya

Pengumuman itu diumumkan langsung oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi, melalui pesan di grup WhatsApp.

“Diberitahukan teman-teman media, mengingat masih dalam masa pandemi, maka terkait liputan kunjungan presiden ke Kabupaten Malang, maka teman-teman media dapat menyaksikan melalui live streaming dari Humas Setpres yang linknya akan dibagikan melalui group ini,” ujarnya pada Rabu (28/04/2021).

“Rilis kegiatan dan dokumentasi kegiatan kunjungan dari Humas Setpres juga akan dibagikan melalui group ini. Matur nuwun,” tutupnya.

Tentu pengumuman ini menimbulkan pertanyaan bagi para wartawan yang hendak meliput orang nomor satu di Indonesia ini.

Pasalnya, selama ini kegiatan peliputan pemerintahan di Kabupaten Malang sudah berjalan sesuai protokol kesehatan secara ketat dan tidak pernah terjadi klaster penyebaran COVID-19. Selain itu, para wartawan di Kabupaten Malang sudah dilakukan vaksinasi sebanyak 2 kali sesuai dengan protokol dari Pemerintah Pusat.

Selain itu, banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin disampaikan para wartawan utamanya terkait langkah pemerintah pusat untuk menanggulangi dampak bencana gempa Malang.

Baca Juga  Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa Malang Minggu Depan

Pasalnya, hingga 18 hari berjalan pasca gempa yang mengguncang Malang Selatan ini para pengungsi masih terkatung-katung di tenda-tenda pengungsian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *