Kota Batu, Tugumalang.id – Pemkot Batu memastikan bakal menggeber pembangunan proyek infrastruktur strategis pada 2026 ini. Sederet proyek strategis disiapkan mulai peningkatan kualitas jalan hingga pembangunan jalur pedestrian untuk mendukung kenyamanan mobilitas warga dan wisatawan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan saat ini Pemkot Batu mulai melakukan sosialisasi Proyek Strategis Daerah (PSD) dan Program Prioritas pembangunan infrastruktur kepada masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.
”Sosialisasi ini untuk memastikan pembangunan berjalan lancar sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga,” jelasnya, Senin (11/5/2026).
Aries menjelaskan dalam rencana kerja 2026 pemerintah telah memetakan sejumlah proyek vital yang akan menjadi fokus pembangunan. Proyek-proyek tersebut dibagi dalam 2 kategori, yakni Proyek Strategis Daerah dan Program Prioritas Pemerintah.
Untuk Proyek Strategis Daerah 2026, ada 4 pekerjaan utama yang akan dilaksanakan. Seperti pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Gani, pembangunan pedestrian di Jalan Diran, peningkatan kualitas jalan ruas Sisir–Pandanrejo, serta peningkatan kualitas jalan ruas Sumberejo–Ngaglik.
Sementara itu, dalam Program Prioritas Pemerintah terdapat 3 proyek lanjutan. Mulai pembangunan pedestrian di Jalan Trunojoyo, preservasi kawasan Simpang Empat Patih, serta preservasi jalan pada ruas Sumberbrantas.
Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Pungli Pasar Laron Alun-alun Kota Batu
Ia mengungkapkan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menciptakan ruang kota yang lebih aman, nyaman, dan tertata. Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperbaiki wajah kota.
”Kami ingin ruang publik yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegasnya.
Lebih lanjut, agar proyek tak sampai mengganggu aktivitas masyarakat, pihaknya berencana akan mengintensifkan koordinasi lintas sektor. Sosialisasi intensif juga dilakukan untuk membahas sejumlah hal teknis. Mulai rekayasa lalu lintas selama proses pengerjaan, penataan utilitas seperti kabel dan pipa, hingga pengelolaan aset di sekitar lokasi proyek.
“Karena pembangunan ini berada di ruas-ruas jalan yang cukup vital, kami menekankan pentingnya koordinasi antar instansi. Termasuk pengaturan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Selama proses konstruksi berlangsung, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi sejumlah dampak sementara. Diantaranya potensi kemacetan di titik-titik pekerjaan, penyesuaian arus lalu lintas serta penggunaan jalur alternatif, hingga aktivitas alat berat di area publik.
Selain itu, penataan sementara juga akan dilakukan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar lokasi proyek. Penataan ini juga mencakup utilitas seperti jaringan kabel dan pipa agar tidak mengganggu jalannya pembangunan.
Baca juga: 7 Jukir Kota Batu Ditindak, Ketahuan Mabuk dan Palak Wisatawan
Terlepas dari itu, iamengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan. Pemerintah memastikan setiap proyek akan disertai langkah mitigasi dampak yang terukur.
“Pembangunan infrastruktur tidak sekadar memperbaiki jalan atau menambah fasilitas kota. Tapi untuk meningkatkan kenyamanan ruang kota, memperkuat keselamatan pengguna jalan, serta memperindah wajah Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























