Rabu, Agustus 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

5 Tradisi Syawalan di Indonesia yang Kamu Harus Tahu! Ada Grebeg Syawal

Redaksi by Redaksi
April 9, 2024 10:00 am
in Budaya
Tradisi Syawalan yang dilaksanakan masyarakat Indonesia setelah Hari Raya Idul Fitri /Foto: Instagram @kominfodiy

Tradisi Syawalan yang dilaksanakan masyarakat Indonesia setelah Hari Raya Idul Fitri /Foto: Instagram @kominfodiy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Saat merayakan momen Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada awal bulan Syawal. Di Indonesia memiliki Tradisi Syawalan yang unik jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia saat merayakan Idul Fitri.

Tradisi Syawalan di Indonesia biasanya dihelat sepekan setelah Idul Fitri atau bersamaan dengan Lebaran Ketupat. Tradisi tersebut sebagai bentuk rasa syukur setelah melewati ibadah puasa di bulan Ramadan dengan lancar dan dipertemukan kembali dengan Idul Fitri.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Jika dilihat dari etimologis budaya dan sejarah, Tradisi Syawalan merupakan akulturasi antara budaya masyarakat di masing-masing daerah yang bercampur dengan nilai atau ajaran-ajaran agama Islam. Hal itu sebagai bentuk syiar agama Islam di Indonesia.

Seperti diketahui masyarakat Indonesia sebelum agama Islam masuk mayoritas menganut Hindu Buddha dan juga aliran kepercayaan. Karena jika dilihat dari tradisi Arab di mana agama Islam lahir tidak ditemukan budaya Tradisi Syawalan seperti di Indonesia.

5 Tradisi Syawalan di Indonesia

Berikut ini Tugumalang.id telah merangkum 5 Tradisi Syawalan di Indonesia:

1. Grebeg Syawal Yogyakarta

Keraton Yogyakarta setiap tahun ketika momen Idul Fitri tiba selalu menggelar acara Grebeg Syawal sebagai bentuk Tradisi Syawalan. Tradisi tersebut merupakan acara adat turun-temurun di Keraton Kasultanan Yogyakarta.

Grebeg Syawal berisi arak-arakan tujuh gunungan hasil bumi yang dikawal oleh pasukan berkuda Keraton Yogyakarta. Gunungan hasil bumi akan dibawa ke masjid untuk didoakan dan kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang hadir dalam acara Grebeg Syawal.

2. Grebeg Syawal Solo

Acara Grebeg Syawal di Solo hampir serupa dengan acara Grebeg Syawal di Yogyakarta. Bukan hanya kedua daerah tersebut meneruskan trah Kerajaan Mataram Islam tetapi memang merupakan Tradisi Syawalan yang sudah turun-temurun.

Grebeg Syawal di Solo diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta. Ada dua gunungan berbentuk seperti tumpeng dan secara filosofis mewakili laki-laki dan perempuan. Karena gunungan pertama berbentuk runcing dan gunungan kedua berbentuk kubah atau tumpul.

Masing-masing gunungan tersebut berisi hasil bumi untuk gunungan pertama dan gunungan kedua berisi nasi dan aneka lauk pauk yang nantinya akan disantap bersama-sama oleh masyarakat.

3. Grebeg Syawal Cirebon

Grebeg Syawal Cirebon berbeda dengan Grebeg Syawal yang ada di Yogyakarta dan Solo. Acara Tradisi Syawalan di Cirebon berupa tradisi ziarah ke makam leluhur yakni Sunan Gunung Jati atau Fatahillah yang melakukan syiar Islam di daerah tersebut.

Selain itu juga ziarah ke makam para sultan Cirebon yang telah wafat di Astana Gunung Sembung dan dipimpin langsung oleh Sultan Kanoman dari Keraton Cirebon.

4. Terater Madura

Salah satu Tradisi Syawalan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Madura adalah Tradisi Terater Madura. Biasanya dilaksanakan satu minggu setelah Idul Fitri atau setelah puasa syawal selama enam hari.

Tradisi Teratur Madura berupa menu lebaran yakni ketupat dan opor ayam kemudian dibawa ke masjid atau musala untuk didoakan bersama-sama. Setelah didoakan ketupat dan opor ayam dibagikan kepada masyarakat.

5. Tradisi Ketupat Tauge Semarang

Tradisi Syawalan unik lainnya yakni Tradisi Ketupat Tauge atau Ketupat Jembut di Semarang, Jawa Tengah. Tradisi tersebut adalah bagi-bagi ketupat yang berisi tauge dan bentuknya menyerupai rumput sehingga dinamakan Ketupat Jembut.

Tradisi tersebut dilaksanakan sepekan setelah lebaran dan biasanya diawali dengan pesta petasan selepas Subuh lalu bagi-bagi uang dari masyarakat. Ketupat Tauge sudah diberi bumbu olahan sehingga tinggal makan tanpa perlu menambahkan sayur lainnya.

Demikian informasi Tradisi Syawalan yang dilaksanakan masyarakat Indonesia setelah Hari Raya Idul Fitri. Semoga bermanfaat!.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Grebeg SyawalHari Raya Idul FitriSyawalSyawalanTerater MaduraTradisi Ketupat Tauge SemarangTradisi Syawalan

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Informasi seputar Tradisi Mudik di Indonesia yang dipopulerkan sejak tahun 1970-an /Foto: pexels.com/Le Minh

Mengenal Sejarah Tradisi Mudik di Indonesia, Ada Sejak Tahun 1970-an

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.