Senin, Juli 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Penampakan Perkebunan Sawit Bekas Persawahan: Tanah Pecah-pecah dan Genangan Air Habis

Redaksi by Redaksi
Mei 27, 2021 5:43 pm
in Berita
Tanah retak-retak. Foto: Rizal Adhi

Tanah retak-retak. Foto: Rizal Adhi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Belum adanya kajian ilmiah terkait isu sawit yang menyerap banyak air hingga kering, membuat pro kontra terkait dampak lingkungan. Namun, pengalaman salah satu petani sawit di Dusun Sumberrejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, ini bisa menjadi perbandingan.

Dia adalah Sunjoto (55), yang memiliki sekitar 1.020 pohon sawit di tanah seluas 6 hektare. Beberapa pohon sawit ditanam di atas bekas persawahan yang dulunya ditanami padi.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Lalu, entah bagaimana air-air yang biasanya menggenang di persawahan tersebut mulai menyusut dan kini sudah benar-benar kering. Bahkan nampak beberapa bagian tanah terlihat pecah-pecah atau retak-retak karena terlalu kering.

Sunjoto (baju putih) bersama Dosen UB, Prof Luchman Hakim (baju merah) dan mahasiswanya. Foto: Rizal Adhi

Berbanding terbalik di lahan sebelahnya yang masih tergenang air untuk lahan persawahan padi.

“Kalau saya punya pohon sekitar 1.020 pohon kalau tidak salah. Kalau punya saya itu luas tanahnya sekitar 6 hektare. Memang dulunya ini sawah, lalu saya tanam sawit buat coba-coba. Tapi kalau dirawat dengan benar dan pupuknya benar-benar buat sawit pasti hasilnya bagus,” bebernya, di lahan sawitnya, pada Kamis (27/05/2021).

Lebih lanjut, Sunjoto bercerita bahwa dia mulai menanam sawit sejak 11 tahun yang lalu dan berbuah 3 tahun setelahnya.

Perbandingan sawit dan persawahan padi. Foto: Rizal Adhi

Untuk perawatan, menurutnya hanya cukup membuang pelepahnya saja, lalu dibersihkan agar pasirnya hilang.

Untuk panen, dalam sebulan dirinya panen sekali di akhir bulan. “Kalau panennya sebenarnya kalau pabriknya masih ada itu sebulan bisa panen 2 kali, sekarang cuma satu bulan sekali,” paparnya.

Untuk penjualan, kini tidak melalui pengepul. Dia menjual secara liar dengan harga Rp 850 per Kg. “Kalau jualannya saya liar, tidak ke pengepul. Kalau dulukan biasanya diambil pabrik, tapi cair uangnya harus menunggu 2 bulan. Akhirnya saya memilih saya jual secara liar biar segera mendapat uang, tapi resikonya ya jadi murah harganya,” bebernya.

“Biasanya yang beli orang Bantur sini ada, saya jualnya juga murah cuma Rp 850 per Kg,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan dia menjual secara liar. Dulu dia pernah menjual ke tengkulak pabrik. Hasilnya, hanya laku Rp 200 per Kg.

“Tapi dulu pernah dibeli pabrik, dibeli Rp 200 per Kg lalu uangnya gak cukup beli pupuk. Jadi, 2 tahun saya tidak bisa beri pupuk, lalu buahnya jadi berkurang,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Klaster Baru di Rampal Celaket: 7 Positif Corona dan 2 Meninggal

Klaster Baru di Rampal Celaket: 7 Positif Corona dan 2 Meninggal

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.