Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Para Muhibbin Gus Baha

Redaksi by Redaksi
September 21, 2022 4:15 pm
in Ruang Cendekia
Gus Baha

Ilustrasi: Irham Thoriq.dok/pribadi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Irham Thoriq*

Para muhibbin (pecinta) Gus Baha berkumpul. Pada 14 September 2022 lalu. Ini kegiatan rutin. Setiap hari Rabu. Dua minggu sekali. Namanya ngaji Raboan. Ngaji ini sudah digelar bertahun-tahun.

READ ALSO

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Khusus warga luar pesantren. Ketika momen ngaji Raboan itu, mayoritas santri di Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengambangan Ilmu Alqur’an (LP3IA) yang diasuh KH Ahmad Bahauddin atau Gus Baha, tidak mengikuti pengajian. Hari bebas. Para santri dibebaskan main handphone ketika itu. Para santri dalam sebulan, enam kali saja boleh main handphone. Dua hari diantaranya saat momen ngaji raboan itu.

Perkiraan saya, ada sekitar 400-500 orang yang ngaji raboan. Mereka mengaji kitab Ihya’ Ulumuddin yang dibacakan langsung oleh Gus Baha. Pesantren Gus Baha yang luasnya sekitar satu lapangan sepak bola, full parkirannya oleh para tamu yang hadir. Sudah sekitar 15-20 tahunan yang lalu ngaji rutin raboan ini digelar.

Mula-mula, yang ikut sekitar 10-15 orang. Minim. Baru membeludak sekitar lima tahun terakhir ini, pengajian itu ramai.”Ketika Gus Baha viral di YouTube, baru ngaji raboan ini banyak sekali,” kata Said, salah seorang warga yang ikut sejak pertama kali ngaji ini.
Saat ini, peserta ngaji raboan datang dari mana-mana. Mayoritas datang dari jarak yang tidaklah dekat dari pesantren Gus Baha yang berada di Narukan, Rembang, Jawa Tengah.

Suasana ngaji raboan di pesantren Gus Baha. Foto: Irham Thoriq/tugumalang.id

Ada dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Demak, Banyumas, dan lain sebagainya.
Rata-rata, para muhibbin itu harus menempuh perjalanan lebih dari dua jam. Kami, yang dari Malang, menempuh jarak kurang lebih enam jam. Baru pertama kalinya saya ikut ngaji raboan tersebut.

Para muhibbin itu mayoritas tahu Gus Baha mula-mula dari pengajian di YouTube. Seperti Nasir, salah seorang paman saya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Awalnya, saya bercerita kalau awal September lalu saya yang datang ke pesantren Gus Baha, gagal bertemu dengan Gus Baha.

Oleh para santri, saya diminta datang ketika ngaji raboan. Alasannya, Gus Baha sudah lama tidak menerima tamu. Ketika orang nge-fans ke seseorang, lebih baik suka ke ilmunya, bukan kepada orangnya.

Ketika saya bercerita itu, Nasir langsung tertarik untuk ikut. ”Semua video soal Gus Baha, hampir sudah saya tonton,” katanya yang sedang cuti kerja dan pulang kampung di Indonesia.”Saat pulang saya memang berniat ingin ngaji ke Gus Baha, sekali saja,” imbuhnya.

Alasan Nasir sama dengan orang lain yang menyukai Gus Baha. Yakni, apa yang disampaikan mudah dicerna oleh semua orang dari semua lapisan masyarakat. Paling penting, Gus Baha mengajarkan substansi.

Ya, Gus Baha umumnya tidak berceramah. Tapi, mengaji kitab kuning dan dari kitab kuning inilah, Gus Baha menafsiri dan menjelaskan dengan aneka macam contoh. Gus Baha tidak tekstual. Tapi, mampu mengkonteks-an apa yang dikaji dari kitab itu.

Gus Baha sangat jarang berceramah dengan tema-tema tertentu. Semua ada rujukan dari khasanah Islam klasik. Ini jugalah yang dirasakan oleh Khalil dan Bisri, paman dan sepupu saya yang lainnya, yang juga sangat menyukai pengajian Gus Baha.”Sambil kerja, hampir selalu saya putar pengajian Gus Baha,” kata Bisri.”Makanya karena ada ajakan ke Gus Baha, meski enam jam perjalanan, tanpa pikir panjang langsung saya iyakan,” imbuhnya.

Kesukaan terhadap Gus Baha itu jugalah yang memacu salah seorang pria asal Sidoarjo, yang rela naik bus ke Rembang, untuk bisa mengaji ke Gus Baha.”Sepeda motor saya taruh di Terminal Bungurasih, Sidoarjo, lalu naik bus ke sini,” kata pria yang kira-kira berumur 65 tahun itu.

Satu lagi yang menurut saya Gus Baha layak kita tiru. Saya lihat, Gus Baha tidak menjadikan kepopulerannya sebagai ajang untuk mencari duit. Ya, meski ratusan orang hadir di pengajiannya, Gus Baha tidak berkenan jama’ah-nya melakukan salam tempel kepada Gus Baha.

Permintaan itu benar-benar dilakukan oleh para jama’ahnya. Dan Gus Baha, tampaknya sangat menghindari hal itu. Ini terlihat dari langkah Gus Baha yang datang dan keluar dari pengajian dengan langkah yang begitu cepat.

Dalam sebuah ceramahnya, Gus Baha mengaku tidak ingin menyusahkan orang lain.”Jangan-jangan, mereka ngasih salam tempel ke kiai, dengan pinjam uang ke mertua,” katanya.

Kepada Gus Baha kita perlu banyak belajar. Kepada kegigihan para muhibbin Gus Baha, kita angkat topi.

*Penulis adalah CEO Tugu Media Group

Editor: jatmiko

Tags: gus bahaPesantrenPesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengambangan Ilmu Alqur’an

Related Posts

Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Kota Batu butuh Assesment center

Kota Batu Butuh Assesment Center Khusus Layani Warga Difabel

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.