Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Redaksi by Redaksi
Oktober 15, 2026 1:48 pm
in Ruang Cendekia
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.

Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd

MALANG, Tugumalang.id – Di era digital saat ini, antusiasme masyarakat untuk menulis dan menerbitkan buku mengalami lonjakan yang luar biasa.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Sayangnya, gelombang literasi ini diikuti oleh sebuah fenomena senyap yang merugikan, menjamurnya praktik penerbitan nakal dan eksploitasi karya penulis pemula.

Banyak kreator yang terjebak pada euforia yang penting terbit, tanpa menyadari bahwa hak cipta dan legalitas karya mereka tengah diabaikan.

Kasus yang sering terjadi berpusat pada kurangnya edukasi hukum di kalangan penulis. Banyak penulis pemula yang rela membayar mahal kepada pihak tertentu sekadar agar naskahnya dicetak.

Baca Juga: Rektor UIN Malang Tekankan Literasi Keuangan kepada Ribuan Mahasiswa Baru

Namun, buku yang lahir ternyata tidak memiliki standar indeksasi yang jelas, seperti ketiadaan Quick Response Code Book Number (QRCBN) atau ISBN.

Lebih parah lagi, tidak sedikit kasusu di mana ide tulisan atau naskah utuh diklaim secara sepihak oleh pihak lain, karena penulis tidak memahami pentingnya mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Proses Intelektual Melahirkan Aset Berharga

Menulis, pada hakikatnya adalah proses intelektual yang melahirkan aset berharga. Ketika sebuah naskah hanya dipandang sebagai komoditas cetak tanpa perlindungan legalitas, penulis sedang diantarkan ke dalam jebakan eksploitasi.

Oleh karena itu, industri literasi kita hari ini menuntut sebuah pergeseran paradigma. Kita tidak lagi hanya yang membutuhkan pabrik pencetak buku, melainkan sebuah ekosistem literasi yang sehat dan terintegrasi.

Sebuah ekosistem harus mampu menjadi ruang tumbuh yang aman mulai dari memfasilitasi penulis yang baru berani menulis naskah pendek, seperti cerpen atau puisi di platform digital, hingga mendampingi mereka saat naskahnya siap dibukukan.

Praktik baik membangun ekosistem ini sebenarnya sudah mulai tumbuh dan bisa diwujudkan di tingkat daerah. Di Jawa Timur misalnya, pendekatan terintegrasi semacam ini mulai diinisiasi oleh Media Tulisan Manusia.

Baca Juga: 5 PTN dengan Jurusan Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi QS World University 2026

Alih-alih sekadar menerima naskah cetak, inisitif ini mengedepankan perlindungan penulis secara menyeluruh. Menggabungkan ruang publikasi sastra digital, penerbitan buku berstandar QRCBN, hingga pendampingan legalitas Hak Cipta dan kepengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi kreator yang ingin serius mengelola karya mereka.

Pendekatan Berorientasi pada Perlindungan Kreator

Pendekatan-pendekatan yang berorientasi pada perlindungan kreator seperti ini sangat penting untuk direplikasi lebih luas. Perlindungan terhadap penulis bukanlah layanan tambahan, melainkan sebuah kewajiban etis.

Ketika penulis mendapatkan jaminan bahwa karyanya diindeks dengan benar dan dilindungi oleh payung hukum, mereka akan lebih berani menghasilkan karya-karya berkualitas.

Ke depan, para penulis khususnya generasi muda harus lebih kritis sebelum menyerahkan naskahnya. Tanyakan tentang indeksasi buku, tanyakan tentang kejelasan kontrak dan yang paling utama, pastikan ada jaminan perlindungan hak cipta.

Karena pada akhirnya, setiap karya berhak menemukan pembacanya, dan setiap penulis berhak atas rasa aman terhadap gagasan yang ia lahirkan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

*Penulis adalah seorang pendidik, penulis, dan pegiat literasi

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com

Tags: Achmad Sufyan WahyudiPegiat Literasipenerbitanpenulis bukuRuang Cendekia

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.