Rabu, Juli 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Keberadaan Pohon Mojo di Kota Malang, Ini Faktanya

Redaksi by Redaksi
Mei 10, 2022 6:59 am
in Featured
Pohon Mojo di kota malang

Keberadaan Pohon Mojo di Museum Mpu Purwa Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Keberadaan Pohon Mojo kerap kali dikaitkan dengan nama Kerajaan Majapahit. Ternyata, di Kota Malang juga terdapat beberapa titik yang memiliki Pohon Mojo ini. Fakta dari kata mojo ini ternyata memiliki jejak tersendiri.

Pakar Sejarah dan Budaya Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono menjelaskan, terdapat 3 jejak yang dapat digunakan untuk menelusuri fakta Pohon Mojo. Mulai keberadaannya, nama daerah yang menggunakan kata mojo (toponomi) dan sejarahnya.

READ ALSO

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Menurutnya, habitat Pohon Mojo bisa ditemui di daerah sekitar sungai atau tempat yang memiliki cukup air. Namun saat ini, Pohon Mojo juga banyak ditanam di tempat tempat bersejarah sebagai penanda dan menambah kesan sejarah. Di Kota Malang, Pohon Mojo bisa ditemui di Museum Mpu Purwa, Universitas Brawijaya (UB) Malang dan lainnya.

Buah Mojo

“Sekarang pohon mojo lebih dianggap sebagai tanaman bersejarah yang dihubungkan dengan Majapahit. Seperti di museum, candi dan tempat tempat bersejarah lainnya. Jadi memang untuk memberikan kesan sejarah,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan jejak toponimi, sejauh ini banyak sekali bisa ditemui kata mojo yang digunakan untuk nama daerah. Mulai Kelurahan Mojolangu, Kota Malang dan Lokmojo di Malang, Kecamatan Mojosari, dan Kota Mojokerto.

“Pohon mojo ini bukan berarti hanya ada di Mojokerto, di daerah lain juga ada termasuk Kota Malang. Jadi boleh dibilang habitat pohon mojo di DAS Brantas,” jelasnya.

Sedangkan berdasarkan jejak sejarah, Pohon Mojo juga banyak ditemui di dalam prasasti dan susastra. Dwi mengatakan, keberadaan Pohon Mojo memang lekat akan latar belakang nama Kerajaan Majapahit.

Di dalam sejarah lisan maupun tertulis, dijelaskan bahwa tumbangnya Kerajaan Singasari oleh Jayakatwang dari Kerajaan Kadiri, kemudian membuat Raden Wijaya mencari perlindungan kepada Arya Wiraraja yang merupakan arsitektur politik pada masanya di Songhenep yang sekarang bernama Sumenep, Madura.

Arya Wiraraja kemudian memberikan petuah kepada Raden Wijaya untuk beraudiensi ke Kerajaan Kadiri untuk menyatakan tunduk dan mengakui kekalahannya. Namun hal itu merupakan strategi atau taktik tersembunyi untuk merebut kembali kekuasaannya.

“Jadi Raden Wijaya harus beraudiensi ke Jayakatwang sebagai taktik dengan menyatakan menyerahkan diri. Tapi dengan meminta area lahan untuk membuat suatu pemukiman kecil,” paparnya.

Singkat cerita, Jayakatwang mengabulkan permintaan Raden Wijaya dengan menghadiahkan lahan di hutan trik atau hutan tarik di Sidoarjo. Raden Wijaya kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat pemukiman di hutan itu dengan dibantu pengikutnya.

Di kala itulah ketika pengikut Raden Wijaya kehausan, mereka menemukan Pohon Mojo yang tampak berbuah lebat dan segar. Mereka mengira Pohon Mojo itu layaknya buah jeruk atau semangka.

“Setelah dibuka dan dimakan, ternyata rasanya pahit. Hal itulah yang kemudian memunculkan unsur toponimi buah mojo yang rasanya pahit dan kemudian melatar belakangi nama Kerajaan Majapahit,” jelasnya.

Berjalannya waktu, buah mojo kemudian banyak dimanfaatkan untuk wadah air hingga kayu bakar. Disebutkan, kulit buah mojo yang sudah tua akan mengering, tebal dan kuat seperti batok. Bahkan buah mojo juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan.

“Jadi isinya dengan dikerok, kemudian tempurungnya yang keras itu mereka manfaatkan. Buah mojo ini besar, bisa sampai sebesar bola voli. Dulu bisa mengunakan untuk gayung, atau wadah air lain,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor:jatmiko

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: mojopahitpohon mojo

Related Posts

Wisatawan melintasi hutan mangrove di CMC Tiga Warna. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Kamis, 10 Jul 2025
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)
Featured

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Rabu, 7 Mei 2025
Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Featured

Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis

Selasa, 21 Jan 2025
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Batik karya Utik Mardiati motif kupu-kupu yang sudah dijahit menjadi rok. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Batik Utik Mardiati, Narasi Cerita dalam Selembar Kain

Sabtu, 30 Nov 2024
Soetarjo, gerilyawan pejuang yang masih hidup saat berkisah tentang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto: Azmy
Featured

Kisah Pejuang Gerilyawan Agresi Militer yang Kini Hidup di Malang, Bolak-Balik Ditangkap Belanda

Jumat, 23 Agu 2024
Next Post
wali kota malang

Pemkot Malang Langsung Gas Pelayanan Pascalebaran

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.