Selasa, November 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Sekolah Lapang Agroekologi Amartapadi Indramayu Dorong Petani Kurangi Ketergantungan Kimia

Aisyah Nawangsari Putri by Aisyah Nawangsari Putri
November 3, 2026 7:00 pm
in Advertorial
Sekolah Lapang Agroekologi Amartapadi Indramayu Dorong Petani Kurangi Ketergantungan Kimia

Petani melakukan praktik langsung di Sekolah Lapang Agroekologi. Foto: Amartapadi Indramayu

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter
Malang, Tugumalang.id – Koperasi Amartapadi Indramayu mengembangkan Sekolah Lapang Agroekologi untuk mendorong kemandirian petani melalui praktik pertanian berkelanjutan. Program ini mengajak petani memahami ekosistem pertanian secara langsung, mulai dari kesehatan tanah, pengelolaan tanaman, hingga pemuliaan benih lokal.

Sekolah lapang tersebut digelar setiap minggu di Desa Jengkok, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Program pembelajaran selama satu musim tanam ini diikuti 30 peserta, terdiri atas 15 laki-laki dan 15 perempuan.

Pendamping Petani Sekolah Lapang Agroekologi Amartapadi Indramayu, Joharipin, mengatakan program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pertanian yang semakin bergantung pada input kimia dan produk dari luar.

READ ALSO

Mikutopia Tawarkan Paket Bundling Tiket Wisata Mulai Rp 60 Ribu

Tak Perlu Antre ke Outlet, Nurul Layani Nasabah Pegadaian dengan Sistem Jemput Bola

Sekolah Lapang Agroekologi Amartapadi Indramayu Dorong Petani Kurangi Ketergantungan Kimia
Penyampaian materi di Sekolah Lapang Agroekologi. Foto: Amartapadi Indramayu

Menurutnya, ketergantungan tersebut berpotensi membuat usaha tani semakin rentan secara ekonomi. Karena itu, Amartapadi mengembangkan pendekatan agroekologi yang menggabungkan ilmu ekologi dengan kearifan lokal.

“Dari hasil analisa usaha tani, ternyata bertani itu kalau menggunakan input-input kimia dan semuanya didatangkan dari pihak luar, maka kondisi pertanian kita itu mendapati bangkrut,” kata Joharipin saat dihubungi wartawan tugumalang.id, Selasa (3/11/2026).

Sekolah Lapang Agroekologi Amartapadi Kembangkan Pangan Lokal

Sekolah Lapang Agroekologi telah menjadi bagian dari kegiatan Amartapadi Indramayu sejak berdiri pada 2016. Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah pemuliaan benih untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pihak luar sekaligus menjaga kearifan lokal.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Petik Buah di Kota Batu Cocok Mengisi Libur Sekolah

“Akhir-akhir ini perubahan cuaca atau perubahan iklim yang tidak menentu, maka tidak bisa dipisahkan antara pemuliaan benih dengan perubahan iklim,” ujar Joharipin.

Petani Belajar Langsung di Lahan

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Lapang Agroekologi menggunakan metode pembelajaran langsung di lahan praktik. Peserta tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga melakukan pengamatan, pencatatan, dan diskusi berdasarkan kondisi tanaman.

Kegiatan berlangsung setiap minggu. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mengamati kondisi lahan, cuaca, curah hujan, jenis serangga, hingga pertumbuhan tanaman padi di Laboratorium Agroekologi.

“Peserta datang pagi-pagi itu tidak langsung ke kelas. Seluruh peserta yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, masing-masing punya tugas melihat kondisi tanaman yang ada di lahan laboratorium itu,” jelas Joharipin.

Baca juga: Menilik Konsep Pengembangan Budidaya Kopi Agroforestri di Lereng Gunung Arjuno

Setiap kelompok mencatat temuan di lapangan, mulai dari umur tanaman, jumlah anakan padi, hingga jenis serangga yang ditemukan. Setelah itu, peserta kembali ke kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatan dan mempresentasikannya kepada kelompok lain.

Pembelajaran juga dilengkapi materi Analisis Agroekosistem (AESA), yang merupakan bagian dari Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Melalui kegiatan ini, petani diajak mengenali organisme yang berperan sebagai musuh alami hama maupun serangga yang berpotensi merusak tanaman.

“Materi-materi yang disampaikan itu tergantung kondisi. Materi menyesuaikan hama apa yang kami temukan. Ada materi AESA, ada ekologi tanah, lalu pengendalian hamanya juga tidak menggunakan racun pestisida,” terangnya.

Sekolah Lapang Agroekologi Amartapadi Indramayu Dorong Petani Kurangi Ketergantungan Kimia
Praktik pengamatan langsung di lapangan. Foto: Amartapadi Indramayu

Selain itu, peserta juga membuat pupuk organik padat dan cair dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar. Limbah pertanian maupun peternakan dapat diolah kembali menjadi pupuk alami untuk lahan.

Setelah satu musim panen, kegiatan peserta Sekolah Lapang Agroekologi dilanjutkan dengan pengembangan usaha bersama di bidang pengolahan pangan lokal. Salah satu potensi yang ingin dikembangkan adalah mengolah mangga menjadi produk bernilai tambah.

Joharipin menyebut mangga dapat diolah menjadi keripik dan manisan agar petani memperoleh nilai tambah. Pengolahan hasil pertanian ini menjadi salah satu cara agar petani dan masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen dalam bentuk mentah.

“Petani kami dorong untuk mengelola mangga. Bukan hanya dipetik lalu dijual, tapi diproses bisa menjadi keripik mangga ataupun nanti manisan mangga dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain pengolahan mangga, Amartapadi juga merencanakan pengemasan benih serta beras sehat atau beras agroekologi. Pengembangan usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi bersama.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: Amartapadi Indramayubenih lokalDesa Jengkokpengolahan pangan lokalpertanian agroekologipertanian berkelanjutanpetani IndramayuPupuk OrganikSekolah Lapang Agroekologi

Related Posts

Mikutopia Tawarkan Paket Bundling Tiket Wisata Mulai Rp 60 Ribu
Advertorial

Mikutopia Tawarkan Paket Bundling Tiket Wisata Mulai Rp 60 Ribu

Selasa, 3 Nov 2026
Tak Perlu Antre ke Outlet, Nurul Layani Nasabah Pegadaian dengan Sistem Jemput Bola
Advertorial

Tak Perlu Antre ke Outlet, Nurul Layani Nasabah Pegadaian dengan Sistem Jemput Bola

Selasa, 3 Nov 2026
Unikama Latih 80 Guru Bahasa Inggris SMK Malang Manfaatkan AI
Advertorial

Unikama Latih 80 Guru Bahasa Inggris SMK Malang Manfaatkan AI

Selasa, 3 Nov 2026
Unikama Dampingi Peternak Lawang Kembangkan Usaha Permen Susu
Advertorial

Unikama Dampingi Peternak Lawang Kembangkan Usaha Permen Susu

Selasa, 3 Nov 2026
Jembatan Jaladhara Vana ITN Malang Masuk 10 Besar KJI XXI 2026
Advertorial

Jembatan Jaladhara Vana ITN Malang Masuk 10 Besar KJI XXI 2026

Selasa, 3 Nov 2026
ITN Malang - ITN Malang Susun RDTR Pulau Morotai untuk Buka Peluang Investasi
Advertorial

ITN Malang Susun RDTR Pulau Morotai untuk Buka Peluang Investasi

Selasa, 3 Nov 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.