MALANG, Tugumalang.id – Sengketa akses Bendungan Lahor yang tak kunjung usai dan baru-baru ini justru berakhir ke perselisihan fisik ketika audiensi dengan DPRD Kabupaten Malang.
Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin yang juga Ketua PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang, Dr. (c) KH. Abdullah SAM, S.Psi mengajak semua pihak untuk menahan diri, bermusyawarah, dan kembali mendahulukan kepentingan rakyat.
Ia menyoroti persoalan masalah akses Bendungan Lahor dan menyayangkan sengketa tidak diselesaikan dengan jalan musyawarah dan justru terjadi dugaan kekerasan fisik.
Bagi Abdullah SAM, dua tokoh yang terlibat dalam dugaan tindak kekerasan fisik saat audiensi masalah Bendung Lahor, yakni Hadi Wiyono alias Pak Dur dan anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok sama-sama memiliki niat yang baik untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Keduanya memang berada di sudut yang berbeda, namun bagi Abdullah SAM keduanya seharusnya tidak berhadapan sebagai musuh.
Ia pun mengajak kedua tokoh tersebut untuk sama-sama menurunkan ketegangan di tengah persoalan Bendungan Lahor yang telah berlangsung berbulan-bulan. “I love you Pak Dur. Salim, Gus Zulham. I love you DPR,” ucap Abdullah SAM pada Senin (14/9/2026).
Baca juga: Ingat! Mobil Dilarang Melintas Bendungan Lahor Per 1 Agustus 2026, Motor Masih Boleh
KH Abdullah SAM mengaku mengenal sosok Pak Dur yang selama dikenal tokoh yang vokal dalam masalah akses Bendungan Lahor.
Persahabatan yang dijalin telah tumbuh sejak lama, ketika kehidupan masih penuh perjuangan. Dirinya mengenang masa kecil saat sering melewati rumah Pak Dur.
Saat itu ia masih menjalani kehidupan dengan berjualan asongan di bus, kereta api, hingga sekitar SPBU.
“Sahabatku Pak Dur dan Pak Kusnadi, temanku pendekar silat KKI. Terima kasih, Anda sudah memperjuangkan kepentingan orang banyak,” ujarnya.
Di sisi lain, Abdullah SAM juga memiliki hubungan personal yang baik dengan Zulham Mubarrok. Keduanya pernah terlibat bersama dalam Cybertroop Polda Jawa Timur sebagai perwakilan dari Malang.
Ingatan tentang persahabatan baginya penting untuk disampaikan, karena konflik publik sering membuat orang melupakan sejarah hubungan yang pernah dibangun.
“Perbedaan posisi dapat mengubah kawan menjadi lawan, sedangkan emosi sesaat bisa merusak persaudaraan yang dibangun bertahun-tahun,” tutur Abdullah SAM yang mendapat julukan sebagai Kiai Sableng ini.
Karena itu, meski menghormati sosok Pak Dur bukan berarti dirinya membenarkan seluruh cara yang ditempuhnya. Demikian pula dukungannya kepada Zulham tidak serta-merta menutup ruang kritik terhadap DPRD.
Ia juga mengingatkan bahwa keberanian memperjuangkan aspirasi masyarakat hendaknya tetap disertai dengan kesabaran. Sedangkan bagi pihak yang memiliki kekuasaan dan kewenangan sebaiknya dapat merespons dan mendengar keluhan masyarakat lebih cepat.
Dahulukan Mencegah Kerusakan dan Kemudaratan
Lebih lanjut, KH Abdullah SAM mengutip kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih yakni pentingnya mendahulukan mencegah kerusakan atau kemudharatan daripada mengejar kemaslahatan.
Membuka akses Bendungan Lahor dapat memberikan manfaat besar bagi mobilitas dan perekonomian warga. Namun, keamanan struktur bendungan juga menyangkut keselamatan masyarakat luas.
Sebaliknya, menjaga bendungan sebagai objek vital tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat yang selama puluhan tahun menggunakan jalur tersebut.
Dua kepentingan ini yang semestinya saling meniadakan. Keduanya harus dipertemukan melalui data teknis, keterbukaan dasar hukum, serta musyawarah yang melibatkan warga terdampak.
“Al-Qur’an mengajarkan wa amruhum syura bainahum, urusan mereka diputuskan melalui musyawarah di antara mereka. Prinsip ini memberikan jalan keluar yang jauh lebih bermartabat daripada pertengkaran dan adu kekuatan,” jelas Abdullah SAM.
Untuk itu, dia mengajak Pemerintah Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, PJT I, perwakilan warga Malang dan Blitar, pemerintah desa, aparat keamanan, dan ahli keselamatan bendungan perlu duduk bersama dalam satu forum terbuka.
Lewat forum terbuka tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai status jalur, dasar pengaturan akses, kajian keselamatan, jam operasional, serta perlindungan bagi pelajar, pelaku UMKM, warga terdampak, hingga kendaraan darurat harus dijelaskan secara clear lewat forum terbuka.
Jika kajian teknis menyatakan akses 24 jam berisiko, maka masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mencari alternatif jalan yang layak.
Apabila masih tersedia skema pengamanan yang memungkinkan akses diperluas, PJT I dan pemerintah perlu menunjukkan keberanian untuk menyesuaikan kebijakan.
Musyawarah bukan sekadar mempertemukan orang dalam satu ruangan. Musyawarah harus menghasilkan keputusan yang jelas, tenggat tindak lanjut, dan mekanisme evaluasi yang dapat diawasi masyarakat.
Baca juga: PT Xfresh Cipta Perkasa Sepakat Cabut Laporan terhadap Dur Terkait Dugaan Pemaksaan di Kawasan Bendungan Lahor
Bagi Abdullah SAM, sengketa akses Bendungan Lahor tidak boleh berubah menjadi panggung pertarungan antar kelompok, kendaraan elektoral, atau kesempatan untuk mempertontonkan kekuatan pihak yang terlibat dalam sengketa tersebut.
Menurutnya seluruh pihak harus mendahulukan kepentingan rakyat ketimbang mendahulukan ego dan kepentingan masing-masing kelompok.
“Dahulukan kepentingan rakyat. Apa artinya kita makmur dan jaya apabila di bawah tumbuh gerakan-gerakan yang mengarah pada perpecahan antar rakyat dan antar umat,” tegasnya.
Pihaknya mengajak semua pihak untuk berhenti menghitung siapa yang paling kuat dan mulai memikirkan siapa yang paling dirugikan apabila konflik terus berlangsung.
Abdullah SAM mengutip ungkapan kenek iwake, gak buthek banyune yakni aspirasi warga tetap tersampaikan dengan baik, keselamatan bendungan tetap terjaga, hukum ditegakkan dan persaudaraan tidak dikorbankan.
“Pada akhirnya, semua pihak sejatinya tengah memperjuangkan Malang agar semakin baik dari sudut pandang yang berbeda. Jangan biarkan perbedaan jalan membuat tujuan bersama itu hilang,” pungkas Abdullah SAM.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































