Kota Batu, Tugumalang.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Butak belum sepenuhnya padam hingga Senin (14/9/2026) pagi. Tim gabungan masih bersiaga dan kembali mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu pemadaman.
Koordinasi penanganan dilakukan melalui apel kesiapan di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin pagi.
Apel dipimpin Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto bersama tim gabungan dari TNI Kodim 0818 Malang, Polri Polres Batu, BPBD Kabupaten Malang, Perhutani KPH Malang, Pemdes Pujon Kidul, DLH Kabupaten Malang, serta unsur relawan.
Turut hadir para Pejabat Utama (PJU) Polres Batu, Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani Kelik Djatmiko, Asper/KBKPH Pujon Pramudianto, Waka KPH Malang Barat Talis Raharjo, serta Kepala Dusun Tulungrejo Siono.
Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto menuturkan, berdasarkan pantauan terbaru hingga pukul 08.40 WIB, masih terpantau titik api di area sabana antara Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang sejak Minggu malam.
Dalam penanganan di lapangan, dia mengimbau personel mengetahui jalur, cuaca, serta medan di lokasi.
“Kita harus mendapatkan informasi yang valid mengenai lokasi titik api agar mampu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran,” ujar Aris.
Baca juga: Karhutla Gunung Butak Meluas hingga Kawinajang, 100 Personel Diterjunkan
Aris juga menginstruksikan BPBD, Perhutani, dan instansi terkait bergerak cepat mengantisipasi pergerakan api. Dia menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral serta penjagaan ketat di posko-posko penanggulangan.
Penjagaan dilakukan untuk melarang warga naik ke kawasan hutan demi menghindari jatuh korban jiwa.
“Tetap kita tidak boleh lengah, kita jaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya yang kita lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko menjelaskan, tantangan pemadaman di lapangan diperparah kencangnya embusan angin. Kondisi tersebut membuat bara api kembali menyala.
Sebagai langkah penanggulangan maksimal, penanganan darurat hari ini turut didukung operasi pemadaman melalui udara (water bombing) yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB.
“Hari ini ada pengerahan water bombing untuk upaya memadamkan api dari udara. Kami mengingatkan para relawan agar senantiasa memperhatikan medan, cuaca, dan jalur yang dilewati mengingat angin kencang berpotensi meniup sisa bara api hingga memicu titik api baru,” jelas Kelik.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Gunung Butak Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Titik api mulai meluas ke kawasan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sejak Selasa (8/9/2026). Sebelumnya, titik api pertama muncul sejak Selasa (1/9/2026) di kawasan Petak 100.
Karhutla berkepanjangan tersebut telah menghanguskan lebih dari 400 hektare hutan dan lahan di kawasan Gunung Butak.
Hingga saat ini, tim gabungan masih bersiaga dan melakukan pemadaman darat untuk memastikan sisa-sisa bara api di kawasan Gunung Kawinajang dapat dipadamkan sepenuhnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






























