Kamis, September 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Redaksi by Redaksi
September 3, 2026 10:56 am
in Catatan
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok

Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Narudin Pituin

​Tugumalang.id – Pertanyaan tentang arti hidup sering kali membuat kita merenung panjang. Melalui karya-karya terbarunya pada tahun 2026, penyair Surya Burhanuddin menghadirkan perenungan yang tidak hanya kaya akan makna, tetapi juga cukup memukau dari segi bentuk dan isinya.

READ ALSO

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

​Secara tematis, puisi ini berfokus pada tema kemanusiaan, eksistensi diri, dan etika kasih sayang. Penyair mengajak pembaca untuk keluar dari jerat egoisme pribadi dan memandang hidup sebagai ladang pengabdian sosial.

​Sementara itu, dari segi estetis, Surya Burhanuddin menggunakan pilihan kata yang jernih, mengalir, dan penuh rima batiniah yang menenangkan.

Baca Juga: Penuh Kesan dan Menginspirasi, Tasyakuran Pernikahan 50 Tahun Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain

Gaya bahasa yang digunakan lugas tanpa kehilangan keindahannya, sehingga pesan-pesan filosofis yang disajikan terasa sangat dekat dengan jiwa pembaca.

​Pendalaman tematis dan estetis tersebut dapat ditelusuri melalui bait demi bait puisi ini. Pada bait pertama, Surya Burhanuddin menyoroti tema waktu dan kasih:

​“Hidup menjadi indah bukan karena panjangnya waktu, tetapi karena kasih yang tak pernah berhenti memberi makna.”

​Secara estetis, bait ini dibangun dengan rima akhir yang lembut dan penuturan yang puitis. Dari segi tematis, bait ini menyampaikan pesan bahwa keindahan hidup diukur dari kualitas kebaikan yang ditebarkan, bukan dari lamanya usia biologis seseorang.

​Selanjutnya, pada bait kedua, penyair memperkuat tema kesadaran dalam melangkah:

​“Hidup bukan sekadar menapaki waktu, tetapi menanam makna di setiap langkah.”

Baca Juga: Sharing Session Tugu Media Group, Surya Burhanuddin Tekankan Kekuatan Mimpi

​Ditinjau secara estetis, penggunaan metafora “menapaki waktu” dan “menanam makna” memperkaya imaji visual pembaca. Secara tematis, bait ini mengajukan gagasan bahwa hidup adalah sebuah proses aktif yang menuntut tanggung jawab moral atas setiap tindakan yang kita ambil.

​Hubungan antarmanusia menjadi fokus utama pada bait ketiga:

​“Jalan hidup tidak hanya menenun kisah berdua, tetapi juga dengan kehidupan orang lain.”

​Dari segi estetis, metafora penonjolan tenunan kisah menghadirkan keindahan perumpamaan yang menyatukan relasi antarmanusia. Dari segi tematis, bait ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang kebahagiaannya terikat erat dengan keberadaan orang lain di sekitarnya.

​Kepedulian sosial tersebut semakin dipertegas pada bait keempat dalam bentuk semangat berbagi:

​“Setiap langkah bukan sekadar pencarian kebahagiaan pribadi, melainkan juga perjuangan untuk memberi arti kepada yang lain.”

​Secara tematis, bait ini menolak paham yang hanya mementingkan diri sendiri dan mengusung nilai kepedulian universal. Dari segi estetis, susunan kalimatnya mengalir secara berimbang, menegaskan pertentangan antara egoisme dan pengabdian.

​Sebagai puncak perenungan, bait kelima merangkum keseluruhan pesan puisi:

​“Hidup bukan tentang seberapa lama kita hidup, tetapi tentang seberapa dalam kita mencintai.”

​Secara estetis, bait penutup ini menggunakan gaya pengontrasan yang sangat kuat dan mudah diingat. Secara tematis, bait ini menjadi sintesis yang sempurna bahwa cinta kasih yang tulus adalah warisan terindah dari eksistensi manusia.

​Ulasan atas karya Surya Burhanuddin (2026) ini menunjukkan bahwa perpaduan antara keindahan estetika bahasa dan kedalaman tema kemanusiaan berhasil melahirkan karya yang menyentuh. Puisi ini menuntun pembaca untuk menjalani hari-hari dengan penuh cinta, kepedulian, dan arti yang sejati.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: Burhanuddin SuryaPUisiResensi Buku

Related Posts

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Catatan

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Next Post
Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.