Sabtu, Agustus 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Redaksi by Redaksi
Agustus 14, 2026 12:37 pm
in Catatan
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Mastur Sonsaka*

Ada sesuatu yang menarik sekaligus menggelitik ketika kita menempatkan tiga peristiwa yang terpisah jauh oleh waktu di atas peta yang sama: Sungai Tambakberas. Di sana, pada 1295, darah kesatria Majapahit mengalir. Di sana pula, dua abad lalu, sebuah pesantren sederhana tumbuh dari hutan. Dan di sana, pada Agustus 2026, organisasi Islam terbesar di Indonesia akan menentukan nasibnya sendiri.

READ ALSO

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Pertempuran Tambakberas bukan sekadar catatan sejarah lokal. Ia adalah cermin paling awal dari kerapuhan politik internal sebuah kekuatan besar. Ranggalawe memberontak bukan karena ia ingin menghancurkan Majapahit, melainkan karena merasa diabaikan dalam pembagian kekuasaan. Intrik, kecurigaan, dan pembunuhan antar-kerabat sendiri menjadi harga yang harus dibayar.

Majapahit menang secara militer, namun kehilangan sebagian legitimasi moral dan wilayah. Pelajaran yang seharusnya tidak dilupakan: konflik internal yang tidak dikelola dengan adil dan bijak selalu meninggalkan luka yang lebih dalam daripada musuh dari luar.

Baca juga: Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Enam abad kemudian, di tanah yang sama, KH Abdussalam membuka padepokan. Dari tempat penjemuran beras milik keluarga Kiai Hasbullah, lahir nama Tambakberas. Dari sana pula lahir KH Abdul Wahab Hasbullah-tokoh yang tidak hanya mendirikan pesantren, tetapi turut merancang Nahdlatul Ulama.

Ironis sekaligus indah: tempat yang pernah menjadi arena perebutan kekuasaan duniawi berubah menjadi pusat pembentukan kekuatan moral dan intelektual. Mbah Wahab tidak memilih jalan konfrontasi berdarah. Ia memilih organisasi, pendidikan, dan ukhuwah. Itu adalah jawaban sejarah atas trauma politik masa lalu.

Kini, ketika PBNU menetapkan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35, keputusan itu tidak bisa dibaca sekadar sebagai pilihan teknis atau nostalgik. Ia mengandung pesan politik yang sangat kuat. Di tengah dinamika internal yang sempat membuat banyak pihak khawatir akan fragmentasi, NU seolah dipanggil pulang ke rumahnya sendiri.

Bukan ke hotel berbintang atau gedung konvensi modern, melainkan ke pesantren yang di dalamnya masih terasa napas para muassis.

Pertanyaannya: apakah NU mampu membaca simbolisme ini dengan sungguh-sungguh?

Jika Muktamar di Tambakberas hanya menjadi ajang penghitungan suara dan konsolidasi kubu, maka sejarah hanya akan berulang dalam bentuk yang lebih halus. Konflik Ranggalawe dan Mahisa Anabrang akan kembali dalam versi modern: saling curiga, saling mengklaim legitimasi, saling menyingkirkan.

Namun, jika forum tertinggi itu mampu menjadikan tempat tersebut sebagai ruang penyembuhan-bukan sekadar tempat pemungutan suara-maka Tambakberas akan menulis babak baru. Bukan lagi sebagai saksi pertumpahan darah atau sekadar tempat lahirnya organisasi, melainkan sebagai titik balik di mana NU membuktikan bahwa ia mampu mengelola perbedaan tanpa mengorbankan persatuan.

Baca juga: Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi untuk NU yang Lebih Baik

Sejarah tidak pernah netral. Ia selalu menawarkan pilihan. Di tepi sungai yang sama, dulu orang saling bunuh demi jabatan. Nanti, di tanah yang sama, orang-orang yang mengaku pewaris Mbah Wahab akan memutuskan: apakah mereka ingin mengulangi pola lama atau menulis cerita yang berbeda.

Pilihan itu ada di tangan mereka yang akan duduk di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said bulan Agustus nanti. Dan sejarah, seperti biasa, akan mencatat dengan teliti.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Muhibbin NU dan calon rombongan lillah Muktamar 35

editor: jatmiko

Tags: KH Wahab HasbullahMuktamar NUNahdlatul UlamaRanggalaweTambakberas

Related Posts

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita
Catatan

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

Senin, 10 Agu 2026
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang
Catatan

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Sabtu, 8 Agu 2026
Kyai Fuad Mun'im Ploso, Bau Rokok yang Khas, dan Hati Yang Menghadirkan
Catatan

Kyai Fuad Mun’im Ploso, Bau Rokok yang Khas, dan Hati yang Menghadirkan

Jumat, 7 Agu 2026
Ketika Biaya Hidup Membuka Pintu Eksploitasi Seksual
Catatan

Ketika Biaya Hidup Membuka Pintu Eksploitasi Seksual

Senin, 3 Agu 2026
Guru yang Menggenggam Tangan Muridnya: Mengenang 24 Tahun Kepergian Ustadz Abdullah Bin Awad Abdun
Catatan

Guru yang Menggenggam Tangan Muridnya: Mengenang 24 Tahun Kepergian Ustadz Abdullah Bin Awad Abdun

Sabtu, 1 Agu 2026
Muktamar dan Reposisi Peran Sarjana NU Abad Kedua
Catatan

Muktamar dan Reposisi Peran Sarjana NU Abad Kedua

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.