Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Gender Equality Academy, Peserta Perkuat Diri dalam Kebijakan Politik Pembangunan

Redaksi by Redaksi
Februari 20, 2021 6:09 pm
in Berita
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, saat memberikan materi penguatan perempuan di ranah kebijakan pembangunan kepada peserta Program Gender Equality Academy (GEA), pada Sabtu (20/2/2021). Foto: Ulul Azmy

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, saat memberikan materi penguatan perempuan di ranah kebijakan pembangunan kepada peserta Program Gender Equality Academy (GEA), pada Sabtu (20/2/2021). Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

MALANG – Komunitas Averroes Malang menggagas Program Gender Equality Academy (GEA) terkait Strengthening Womens Active Participation in Democracy through Capacity Building, Training and Outreach in Malang, mulai fokus bergerak di ranah kebijakan politik perempuan.
Kali ini, program penguatan partisipasi perempuan di ranah publik itu disambangi Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih.
Perempuan yang akrab disapa Emma itu, berbagi pengalaman seputar bagaimana memperkuat kedudukan perempuan secara spesifik di ranah kebijakan pembangunan.
Untuk turut berperan dalam perpolitikan kebijakan pembangunan, kata Emma, memang perlu langkah komprehensif. Masalah mendasar perempuan yang perlu dibangun ada dua, yaitu soal kesetaraan (equality) dan pemberdayaan (empowering).
Menuju kesana, terang dia, ada sejumlah instrumen yang harus disiapkan. Salah satunya ialah membuka ruang partisipasi perempuan selebar-lebarnya di ruang publik. Bagi semua kalangan, termasuk generasi perempuan milenial.
”Ruang-ruang partisipasi yang strategis di ruang-ruang publik harus dibentuk,” katanya, pada Sabtu (20/2/2021).
Lebih lanjut, peserta yang ikut dalam program GEA ini, sebenarnya sudah punya latar belakang basis organisasi masing-masing. Jadi, selain kesadaran atas kesetaraan gender yang dibangun, perlu juga semangat kolaboratif. Sehingga nantinya ada gerakan yang lebih masif.
”Lalu nanti harus ada yang jadi dirigen. Juga ada pembagian tugas di wilayah premier, sekunder, hingga tersier. Harapannya, nanti di Malang Raya bisa jadi kota yang ramah perempuan, ramah bagi kelompok termarjinalkan,” harapnya.
Selain Emma, dalam sesi itu juga menghadirkan narasumber lain yakni Praktisi Kebijakan Publik yang juga Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB), Fadillah Putra. Bicara seputar hal sama terkait arah kebijakan terhadap perlindungan perempuan dan kesetaraan gender. Selain itu, juga merancang strategi advokasi kebijakan isu-isu keadilan gender di ruang lingkup pemerintahan.
Sementara, Project Manager Averroes, M Fahrul Ulum, mengatakan bahwa dari kegiatan ini, para peserta GEA bisa menyuarakan kesetaraan gender secara lebih terstruktur. Hal ini mengingat kasus-kasus marginalisasi masih kerap terjadi.
Bahkan, sampai-sampai ada pernyataan satir bahwa satu-satunya sektor yang bisa dikuasai perempuan hanya ada 1 sektor, yakni sektor rumah tangga saja. ”Artinya, hal ini masih jadi PR besar dan itulah yang jadi konsen kami (Averroes) lewat program GEA ini,” jelasnya.
Program ini juga masih akan berkelanjutan. Nantinya, para peserta akan menindaklanjuti berbagai wawasan yang didapat dari GEA mulai metode, strategi advokasi, hingga kampanye kesetaraan gender melalui berbagai plarform media.
Seperti diketahui, program GEA merupakan hasil kerja sama Komunitas Averroes dengan Kedutaan Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste. Berupaya untuk terus mengarusutamakan gender di berbagai isu publik. Mengingat representasi dan partisipasi perempuan di ruang publik masih jauh dari harapan.
Peserta GEA sendiri datang dari beragam kalangan. Mulai aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Sebut saja PC Fatayat NU, Suara Perempuan Desa Kota Batu, Forum Anak, Nasyaatul Aisyiyah, Imawati, dan masih banyak lagi.
Dari pertemuan individu beragam latar belakang itu, diharapkan menemukan pola pengarusutamaan gender seperti apa yang efektif dilakukan nantinya. Tentu dengan mempertimbangkan banyak hal dan tantangan sesuai semangat zaman.
Diharapkan dari GEA ini, lahir semangat kolaborasi dan saling menguatkan antar berbagai elemen masyarakat. Sehingga tidak terkesan parsial atau bergerak sendiri-sendiri.(ads)
Reporter: Ulul Azmy
Editor: Lizya Kristanti
Tags: Geagenderwoman

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Selama 6 Bulan, Ratusan Tenaga Kesehatan Belum Terima Insentif

Selama 6 Bulan, Ratusan Tenaga Kesehatan Belum Terima Insentif

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.