Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Internasional

Korban Taliban, Malala Yousafzai dan 7 Fakta Tentangnya

Redaksi by Redaksi
September 22, 2021 8:00 am
in Internasional, News
Malala Yousafzai, aktivis dan pejuang pendidikan anak perempuan asal Pakistan/tugu malang

Malala Yousafzai, aktivis dan pejuang pendidikan anak perempuan asal Pakistan.(Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Seorang gadis yang ditembak kepalanya oleh Taliban itu bernama Malala Yousafzai. Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Oktober 2021 lalu. Aksi brutal yang kemudian mendapat kecaman dunia.

Malala adalah aktivis perempuan asal Pakistan yang memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi anak perempuan. Gadis kecil pemberani yang berjuang di tengah arogansi Taliban. 10 tahun telah berlalu dari peristiwa penembakan itu. Berikut 7 fakta tentang Malala Yousafzai.

READ ALSO

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

1. Anak dari Seorang Aktivis Pendidikan

Malala Yousafzai adalah anak dari Ziauddin Yousafzai, yaitu seorang penyair, aktivis pendidikan, dan pemilik sekolah. Ziauddin mengepalai sebuah sekolah yang bernama Public School Khushal. Dia juga memiliki sekolah private untuk perempuan yang berusia 14 tahun.

Namun, sejak Taliban melarang anak perempuan untuk pergi ke sekolah, Ziauddin terpaksa berpindah-pindah tempat dengan membawa keluarganya agar terhindar dari serangan tak terduga dari Taliban.

2. Memperjuangkan Hak-Hak Pendidikan sejak Usia 11 Tahun

Sejak usia 11 Tahun, Malala sudah mulai memperjuangkan hak-hak pendidikan anak perempuan. Di dalam buku “Mereka Menembak Kepalaku Hanya Karena Aku Ingin Sekolah” karya Saifullah Rohman menjelaskan bahwa pada awal September 2008 adalah awal Malala speak up tentang haknya. Saat ayahnya Ziauddin membawanya ke Peshwar, dia dengan lantang dan berani berbicara di depan pers lokal, “Beraninya Taliban mengambil hak asasi saya untuk memperoleh pendidikan!”.

3. Pernah Bimbang Antara Bercita-cita Jadi Dokter atau Politikus

Sewaktu kecil, seperti perempuan pada umumnya, Malala bercita-cita menjadi dokter. Sebuah pekerjaan mulia, di mana kelak dia bisa menolong orang yang sakit. Tapi, ketika waktu berjalan, dia memilih untuk bercita-cita menjadi politikus. Hal itu juga terjadi karena dukungan dari ayahnya.

Ayahnya telah membentuk pribadi Malala dari gadis pemalu menjadi perempuan yang berpikir tajam, berani menyuarakan kebenaran, dan pandai menulis. Tentunya, kepribadian Malala itu akan membawa pengaruh yang lebih dahsyat jika dia memilih menjadi politikus.

Ayahnya juga pernah berkata bahwa Malala bisa berbuat lebih daripada menjadi seorang dokter, yaitu menciptakan masyarakat, di mana mahasiswa kedokteran dengan mudah bisa mendapatkan gelar dokter.

Karena kepribadian alaminya yang tumbuh sebagai pemimpin dan dukungan dari ayahnya, Malala pun bertekad untuk menjadi politikus agar bisa memperbaiki krisis dalam negerinya. Apalagi dia merasa politikus di negaranya itu kurang optimal. Dia ingin memberantas kemalasan tersebut dan melayani negaranya.

4. Peraih National Youth Peace Prize 2011

Pada 19 Desember 2011, Malala mendapatkan penghargaan National Youth Peace Prize yang diberikan oleh perdana menteri Pakistan. National Youth Peace Prize adalah penghargaan perdamaian yang diberikan kepada anak muda Pakistan di bawah usia 18 tahun.

Malala adalah penerima pertama dari penghargaan ini. Hal itu dikarenakan dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan perempuan saat Taliban berkuasa di kota kelahirannya di Lembah Swat.

5. Young Person of The Year 2012

Malala melawan Taliban hanya dengan kata-kata dan tulisan, sedangkan Taliban menyerangnya dengan pistol yang menembus kepalanya. Karena aksi heroiknya dalam membela pendidikan kaum perempuan, surat kabar The Times of London menganugerahkan Malala sebagai “Young Person of The Year” pada 2012. Penghargaan itu diberikan kepada Malala sebagai wujud perlawanan terhadap penyerangnya.

6. Peraih Simone de Beauvoir Prize 2013

Pada 9 Januari 2013, Malala mendapat penghargaan dari Prancis, yaitu Simone de Beauvoir Prize. Ini adalah penghargaan yang diberikan kepada orang yang berkontribusi nyata dalam membela hak-hak perempuan. Pada saat itu, ayah Malala menjadi wakil dalam menerima penghargaan itu karena Malala sendiri masih dalam tahap rehabilitasi pasca penembakan.

7. Penerima Nobel Perdamaian 2014

Pada 2013, Malala menjadi nominator Nobel Perdamaian. Nama Malala Yousafzai masuk sebagai kandidat pada hari terakhir penyerahan kandidat nominator, yaitu 1 Februari 2013. Dari 259 kandidat nominator penghargaan Nobel, Malala menjadi kandidat yang kuat bersama Bill Clinton—mantan Presiden Amerika Serikat. Tapi, pada tahun itu yang menjadi peraih nobel adalah Organisasi Anti Senjata Kimia. Malala Yousafzai mendapatkan Nobel Perdamaian dunia pada 2014.

Penulis : Millenia Safitri

Editor : Herlianto. A

Tags: AfghanistanKorban TalibanMalala YousafzaiPakistan

Related Posts

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Tangkapan layar postingan instagram Pacitanku tentang edukasi isu potensi bencana gempa bumi dan tsunami di Pacitan/tugu malang

Jangan Panik! Isu Gempa dan Tsunami di Pacitan Masih Potensi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.