Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Jangan Panik! Isu Gempa dan Tsunami di Pacitan Masih Potensi

Redaksi by Redaksi
September 22, 2021 9:00 am
in Berita
Tangkapan layar postingan instagram Pacitanku tentang edukasi isu potensi bencana gempa bumi dan tsunami di Pacitan/tugu malang

Tangkapan layar postingan instagram Pacitanku tentang edukasi isu potensi bencana gempa bumi dan tsunami di Pacitan. (Foto: Instagram @Pacitanku dan BanggaPacitan)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Isu gempa dan tsunami membuat panik sejumlah masyarakat pulau Jawa, terutama di sekita kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pasalnya, potensi gempa besar dapat terjadi di laut daerah tersebut berdasarkan kajian BMKG beberapa waktu lalu.

Berita yang beredar  potensi tsunami setinggi 28 meter dan dapat menerjang daratan dalam waktu 30 menit setelah gempa terjadi.

READ ALSO

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Selain itu, muncul pula kajian potensi gempa bumi dengan magnitudo maksimum gempa megathurst sebesar 8,7. Beredarnya informasi tersebut menimbulkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat, khususnya warga yang tinggal di Pacitan, Jawa Timur.

Kepanikan dan kekhawatiran masyarakat harus segera disikapi dengan sosialisasi dan edukasi tentang langkah mitigasi dan antisipasi. Mengutip pesan yang disampaikan dalam postingan akun instagram Pacitanku.com dan akun BanggaPacitan, masyarakat jangan sampai panik dengan informasi yang ada. Masyarakat harus betul-betul memahami informasi tersebut.

Satu hal yang paling penting adalah memahami makna potensi dan prediksi. Terkadang dua istilah ini sering diartikan senada padahal keduanya berbeda. Isu gempa dan tsunami yang diperingatkan oleh BMKG adalah potensi bukan prediksi.

Potensi bermakna adanya bahaya pada lokasi tertentu, tetapi belum pasti kapan bahaya tersebut akan terjadi. Sedangkan, prediksi menunjukkan adanya bahaya pada lokasi tertentu disertai adanya kemungkinan kapan bahaya tersebut akan terjadi.

Waktu adalah unsur pembeda utama dalam memahami definisi kedua istilah tersebut. Pemahaman ini penting agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah-tengah publik. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa rasa cemas berlebihan.

Tentang isu tersebut banyak masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa perairan laut selatan Jawa bahkan Indonesia secara umum sering dikatakan rawan terhadap bencana tektonik tersebut. Menurut informasi yang diunggah dalam postingan akun instagram banggaPacitan, perlu dipahami bahwa potensi bencana gempa bumi dan Tsunami merupakan sebuah keniscayaan. Ada dua aspek utama yang dapat menjelaskan penyebabnya.

Pertama, aspek geografis yang menunjukkan bahwa Indonesia terletak di antara pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.

Pergerakan ketiga lempeng inilah yang sering menjadi penyebab tumbukan antar lempeng, patahan, dan aktivitas lain yang dapat menimbulkan tsunami dan gempa bumi.

Kedua, aspek historis atau sejarah, menurut catatan Belanda, tsunami telah beberapa kali menerjang wilayah Pacitan. Dua di antaranya, gempa Jawa yang memicu tsunami di Pacitan pada 4 Januari 1840. Kemudian, 20 Oktober 1859, pernah terjadi gempa di pulau Jawa yang mengakibatkan tsunami yang menghantam teluk Pacitan.

Beragam isu potensi tersebut, bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat. Ini dapat menjadi dasar untuk mempersiapkan langkah antisipasi dan mitigasi terburuk jika itu benar-benar terjadi. Masyarakat Pacitan khususnya yang tinggal tak jauh dari pesisir pantai harus memahami bagaimana langkah mitigasi dan evakuasi diri ketika terjadi gejala bencana tersebut.

Terkait langkah mitigasi, ada tiga rumus yang disebut Tripel Twenty. Jika gempa bumi terjadi lebih dari 20 detik, maka ada waktu 20 menit untuk menyelamatkan diri, kemudian berlari ke tempat yang ketinggiannya lebih dari  20 meter dengan memperhatikan jalur evakuasi yang ada.

Harapannya dengan edukasi dan sosialisasi tentang cara menyikapi isu potensi bencana dan langkah mitigasinya, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa rasa khawatir dan phobia yang berlebihan.

Penulis : Risma Wigati

Editor : Herlianto. A

Tags: BMKGgempajawa timurPacitanTsunami

Related Posts

Rambu stop Trans Jatim di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Berita

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Kamis, 15 Okt 2026
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
Ilustasi penunda yang positif/tugu malang

Menunda yang Positif, Ini Caranya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.