Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Jangan Panik! Isu Gempa dan Tsunami di Pacitan Masih Potensi

Redaksi by Redaksi
September 22, 2021 9:00 am
in Berita
Tangkapan layar postingan instagram Pacitanku tentang edukasi isu potensi bencana gempa bumi dan tsunami di Pacitan/tugu malang

Tangkapan layar postingan instagram Pacitanku tentang edukasi isu potensi bencana gempa bumi dan tsunami di Pacitan. (Foto: Instagram @Pacitanku dan BanggaPacitan)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Isu gempa dan tsunami membuat panik sejumlah masyarakat pulau Jawa, terutama di sekita kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pasalnya, potensi gempa besar dapat terjadi di laut daerah tersebut berdasarkan kajian BMKG beberapa waktu lalu.

Berita yang beredar  potensi tsunami setinggi 28 meter dan dapat menerjang daratan dalam waktu 30 menit setelah gempa terjadi.

READ ALSO

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Selain itu, muncul pula kajian potensi gempa bumi dengan magnitudo maksimum gempa megathurst sebesar 8,7. Beredarnya informasi tersebut menimbulkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat, khususnya warga yang tinggal di Pacitan, Jawa Timur.

Kepanikan dan kekhawatiran masyarakat harus segera disikapi dengan sosialisasi dan edukasi tentang langkah mitigasi dan antisipasi. Mengutip pesan yang disampaikan dalam postingan akun instagram Pacitanku.com dan akun BanggaPacitan, masyarakat jangan sampai panik dengan informasi yang ada. Masyarakat harus betul-betul memahami informasi tersebut.

Satu hal yang paling penting adalah memahami makna potensi dan prediksi. Terkadang dua istilah ini sering diartikan senada padahal keduanya berbeda. Isu gempa dan tsunami yang diperingatkan oleh BMKG adalah potensi bukan prediksi.

Potensi bermakna adanya bahaya pada lokasi tertentu, tetapi belum pasti kapan bahaya tersebut akan terjadi. Sedangkan, prediksi menunjukkan adanya bahaya pada lokasi tertentu disertai adanya kemungkinan kapan bahaya tersebut akan terjadi.

Waktu adalah unsur pembeda utama dalam memahami definisi kedua istilah tersebut. Pemahaman ini penting agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah-tengah publik. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa rasa cemas berlebihan.

Tentang isu tersebut banyak masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa perairan laut selatan Jawa bahkan Indonesia secara umum sering dikatakan rawan terhadap bencana tektonik tersebut. Menurut informasi yang diunggah dalam postingan akun instagram banggaPacitan, perlu dipahami bahwa potensi bencana gempa bumi dan Tsunami merupakan sebuah keniscayaan. Ada dua aspek utama yang dapat menjelaskan penyebabnya.

Pertama, aspek geografis yang menunjukkan bahwa Indonesia terletak di antara pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.

Pergerakan ketiga lempeng inilah yang sering menjadi penyebab tumbukan antar lempeng, patahan, dan aktivitas lain yang dapat menimbulkan tsunami dan gempa bumi.

Kedua, aspek historis atau sejarah, menurut catatan Belanda, tsunami telah beberapa kali menerjang wilayah Pacitan. Dua di antaranya, gempa Jawa yang memicu tsunami di Pacitan pada 4 Januari 1840. Kemudian, 20 Oktober 1859, pernah terjadi gempa di pulau Jawa yang mengakibatkan tsunami yang menghantam teluk Pacitan.

Beragam isu potensi tersebut, bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat. Ini dapat menjadi dasar untuk mempersiapkan langkah antisipasi dan mitigasi terburuk jika itu benar-benar terjadi. Masyarakat Pacitan khususnya yang tinggal tak jauh dari pesisir pantai harus memahami bagaimana langkah mitigasi dan evakuasi diri ketika terjadi gejala bencana tersebut.

Terkait langkah mitigasi, ada tiga rumus yang disebut Tripel Twenty. Jika gempa bumi terjadi lebih dari 20 detik, maka ada waktu 20 menit untuk menyelamatkan diri, kemudian berlari ke tempat yang ketinggiannya lebih dari  20 meter dengan memperhatikan jalur evakuasi yang ada.

Harapannya dengan edukasi dan sosialisasi tentang cara menyikapi isu potensi bencana dan langkah mitigasinya, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa rasa khawatir dan phobia yang berlebihan.

Penulis : Risma Wigati

Editor : Herlianto. A

Tags: BMKGgempajawa timurPacitanTsunami

Related Posts

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Next Post
Ilustasi penunda yang positif/tugu malang

Menunda yang Positif, Ini Caranya

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.