Tugumalang.id – Isu pengelolaan sampah makanan FnB atau usaha kuliner dan perhotelan menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Lingkungan Sedunia. Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggaungkan transformasi pengolahan limbah makanan menjadi rantai ketahanan pangan melalui strategi ekonomi sirkuler.
Wakil Rektor II Unikama, Irma Tyasari, SE, S.Pd, MM, Ak, CA, CPA, CRA, Ph.D, menjelaskan bahwa ekonomi sirkular merupakan strategi yang mengubah biaya pengelolaan limbah menjadi sumber nilai yang lebih produktif.
“Ekonomi sirkular itu sebenarnya strategi bisnis. Sesuatu yang awalnya menjadi biaya, bagaimana bisa memberikan value atau nilai tambah, baik untuk lingkungan dan sekitar,” ujarnya saat memaparkan materi dalam acara Gerakan Beyond Waste di Grand Mercure Malang, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Mahasiswa Asal Gresik Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, Teliti Lagu Malang Awe Awe
Menurut Irma, kesadaran terhadap ekonomi sirkular kini mulai berkembang di lingkungan perguruan tinggi, termasuk di Unikama yang mengembangkan berbagai program pengabdian masyarakat berbasis pengolahan limbah.

Salah satu implementasi konkret dilakukan melalui Fakultas Peternakan Unikama yang mengolah limbah hasil produksi tahu menjadi pakan ternak. Program tersebut dijalankan melalui penelitian dan pengabdian dosen yang menyasar pelaku UMKM.
“Limbah dari pengrajin tahu yang ada di wilayah Sukun itu diolah menjadi pakan ternak. Hasilnya digunakan untuk sapi, kambing, maupun unggas yang ada di laboratorium peternakan kami,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Wisuda 2026, Rektor Unikama Tekankan Lulusan Berintegritas dan Berwawasan Global
Tak hanya menjadi media pembelajaran mahasiswa, hasil peternakan tersebut juga memiliki nilai ekonomi. Irma menyebut ternak sapi dan kambing yang dikembangkan bahkan ikut dipasarkan, termasuk saat momentum Idul Adha.
Sementara untuk sektor unggas, Unikama telah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk penyerapan hasil panen ayam yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.
“Jadi konsepnya tidak ada yang dibuang. Limbah jadi pakan, atau pupuk, lalu menghasilkan ketahanan pangan,” katanya.
Lebih jauh, Irma menilai ekonomi sirkular juga penting dalam menjawab tantangan lingkungan global. Limbah makanan yang tidak terkelola disebut dapat menghasilkan gas metana yang memperparah efek rumah kaca dan pemanasan global.
Untuk itu, pengolahan limbah menjadi produk baru yang dinilai tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mengurangi beban lingkungan.
“Kalau limbah hanya dibuang, ada biaya retribusi, biaya pengelolaan dan sebagainya. Tapi ketika kita produktifkan, justru bisa memberikan manfaat lebih,” ujarnya.
Pengembangan ekonomi sirkular di Unikama juga dilakukan secara kolaboratif lintas program studi. Fakultas peternakan, misalnya, menggandeng bidang teknologi informasi untuk mengembangkan sensor pemantauan kandang secara digital.
Berbagai laboratorium mulai dari laboratorium pakan, pangan hingga reproduksi juga disinergikan agar hasil riset mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Meski demikian, Irma mengakui kapasitas pengolahan limbah yang dilakukan saat ini masih relatif terbatas sehingga belum mampu mengakomodasi pengelolaan sampah skala besar seperti limbah pasar.
Menurutnya, limbah pasar membutuhkan perlakuan berbeda karena karakteristik sampah yang bercampur dan tidak terpilah.
“Kalau untuk pakan itu benar-benar harus dipilah. Ada proses pemisahan minyak, pengeringan untuk mengurangi kadar air, sampai penambahan bahan tertentu supaya aman untuk ternak,” jelasnya.
Untuk proses pengolahan, salah satu metode yang digunakan yakni memanfaatkan maggot untuk membantu penguraian limbah organik. Melalui pendekatan tersebut, Irma berharap ekonomi sirkular tidak hanya menjadi konsep akademik semata, tetapi mampu menjadi budaya baru dalam memandang sampah.
“Intinya bagaimana limbah tidak hanya dipandang untuk dibuang, tetapi bisa diproduktifkan dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























