Rabu, Juli 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Redaksi by Redaksi
Mei 12, 2026 6:00 am
in Catatan
Prophetic Intelligence

Muhammad Anas Muttaqin

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Muhammad Anas Muttaqin*

FENOMENA di tengah percepatan perubahan zaman, lanskap politik hari ini tidak lagi cukup ditopang oleh kekuatan struktural dan mobilisasi konvensional semata. Kita telah memasuki era di mana data, persepsi publik, serta kemampuan membaca arah perubahan menjadi faktor penentu.

READ ALSO

Di Balik Sorak dan Air Mata: Membaca Kebahagiaan dan Kesedihan dari Piala Dunia 2026

Kresek Kecil yang Dibawa Bapak

Dalam konteks inilah, konsep Prophetic Intelligence menemukan relevansi melalui sebuah pendekatan yang mengintegrasikan kecerdasan strategis dengan nilai-nilai kenabian seperti kejujuran (shiddiq), kepercayaan (amanah), kecerdasan (fathonah), dan kemampuan menyampaikan kebenaran (tabligh).
Bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), gagasan ini sejatinya bukan hal baru.

Sejak awal berdiri, partai ini telah dibangun di atas fondasi spiritual oleh para kiai dan intelektual Nahdlatul Ulama, termasuk tokoh visioner seperti Abdurrahman Wahid. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam mabda’ siyasi sebagai nilai dasar pedoman politik Partai Kebangkitan Bangsa yang menekankan kemanusiaan, keadilan, serta keberpihakan kepada kelompok rentan.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, berulang kali menegaskan bahwa politik masa depan harus berorientasi pada solusi nyata, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Pandangan ini menegaskan bahwa arah politik PKB selaras dengan semangat Prophetic Intelligence: menggabungkan nilai moral dengan ketajaman strategi.

Hal serupa juga ditekankan oleh Sekretaris Jenderal PKB, Hasanuddin Wahid, yang melihat pentingnya kemampuan membaca aspirasi generasi baru dan menerjemahkannya ke dalam gerakan politik yang konkret.

Pada titik temu inilah, kami para kader muda PKB sedang merajut sebuah narasi besar yang kami sebut sebagai “Arsitektur Pengabdian”. Bagi kami, politik bukan lagi sekadar instrumen kekuasaan, melainkan sebuah jalan panjang pengabdian yang digerakkan oleh Prophetic Intelligence sebagai sebuah frekuensi yang memadukan ketajaman rasional dengan kedalaman rohani.

Prophetic Intelligence sebagai Kerangka Berpikir

Prophetic Intelligence dapat dipahami sebagai kemampuan membaca realitas sosial-politik secara tajam tanpa kehilangan pijakan pada nilai ilahiah. Dalam perspektif Islam, kecerdasan ini bukan hanya rasional, tetapi juga reflektif serta mampu mengambil hikmah dari peristiwa, mengenali pola, dan memproyeksikan masa depan.

Prophetic intelligence (kecerdasan kenabian) menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey adalah kemampuan manusia untuk berinteraksi, beradaptasi, dan memahami hikmah kehidupan dunia-akhirat, serta lahir-batin, dengan bimbingan Allah SWT melalui nurani.

Baca juga: Merawat Adab dalam Pendidikan: Refleksi Hari Pendidikan Nasional

Konsep ini didasarkan pada tauhid, tasawuf, dan filsafat Islam, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai role model tertinggi yang melampaui kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual konvensional.

Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama dalam hal ini, seorang pemimpin yang tidak hanya membawa risalah, tetapi juga memiliki kecerdasan strategis dalam membaca situasi, membangun aliansi, dan mengelola konflik. Kecerdasan yang dimaksud bukan sekadar intelektual, melainkan mencakup dimensi spiritual, sosial, dan emosional secara utuh.

Tantangan PKB di Era Gen Z

Generasi Z hadir sebagai kelompok yang kritis, independen, dan terbiasa dengan ekosistem digital. Mereka tidak mudah menerima narasi politik yang kaku atau elitis. Yang mereka cari adalah keotentikan, relevansi, dan makna.

Di sinilah tantangan sekaligus peluang bagi PKB. Ketika nilai-nilai mabda’ siyasi mampu diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan Gen Z yakni bahasa yang autentik, inklusif, dan berbasis aksi. Maka PKB tidak hanya akan tetap relevan, tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan utama di masa depan.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Ali Shariati yang menempatkan agama bukan sekadar ritual, melainkan sebagai kekuatan transformasi sosial. Namun, transformasi tersebut menuntut pendekatan baru yang lebih dialogis, partisipatif, dan berbasis realitas.

Strategi Prophetic Intelligence untuk Menjangkau Gen Z

Pertama, penting bagi PKB untuk membangun narasi profetik dalam ruang digital. Nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah perlu dikemas dalam konten kreatif yang relevan dengan isu-isu aktual seperti lingkungan, kesehatan mental, kesetaraan, dan keadilan sosial.

Kedua, penguatan ekosistem kader yang berbasis intelektual dan spiritual menjadi kunci. Generasi muda tidak tertarik pada politik transaksional, mereka mencari gerakan yang memiliki integritas, visi, dan makna.

Ketiga, penguatan intelijen sosial-politik berbasis komunitas harus dilakukan. Jaringan pesantren dan Nahdlatul Ulama merupakan kekuatan besar yang perlu dipadukan dengan pendekatan modern seperti analisis data dan respons cepat terhadap isu publik.

Relevansi dengan Mabda’ Siyasi PKB

Mabda’ siyasi PKB sejatinya bukan sekadar dokumen normatif, melainkan nilai hidup yang harus diimplementasikan. Prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) sangat relevan di tengah polarisasi politik saat ini.

Baca juga: Hari Pendidikan Nasional: Momentum Refleksi untuk Pendidikan yang Berkeadilan

Dalam perspektif Prophetic Intelligence, prinsip-prinsip tersebut tidak hanya bernilai moral, tetapi juga strategis. Moderasi, misalnya, bukan sekadar sikap, tetapi kemampuan merangkul berbagai kelompok tanpa kehilangan prinsip adalah sebuah kecerdasan sosial yang krusial di era fragmentasi ini.

Menuju Politik yang Mencerahkan

PKB memiliki modal besar berupa tradisi keilmuan, jaringan sosial, dan legitimasi moral. Namun tanpa inovasi dan kemampuan membaca zaman, potensi tersebut dapat menjadi stagnan. Prophetic Intelligence menawarkan jalan tengah dengan menggabungkan kedalaman spiritual dengan ketajaman strategi.

Seperti pesan Abdurrahman Wahid, bahwa kebaikan universal melampaui identitas, gagasan ini bukan hanya refleksi toleransi, tetapi juga strategi politik yang inklusif dan visioner. Jika semangat ini benar-benar diinternalisasi, maka bukan hanya Gen Z yang akan terhubung, tetapi juga masa depan Indonesia yang lebih adil, humanis, dan berkeadaban dapat terwujud.

Oleh karena itu, Bekal dasar yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah prophetic Intelligence agar melahirkan pemimpin yang transformatif sehingga membawa dampak yang visioner dalam kemajuan partai masa depan bangsa.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Ketua Komisi C DPRD Kota Malang / Wakil Ketua DPC PKB Kota Malang

redaktur: jatmiko

Tags: generasi zHasanuddin wahidMabda Siyasi PKBMuhaimin IskandarNahdlatul UlamapkbPolitik IslamProphetic Intelligence

Related Posts

Piala Dunia 2026
Catatan

Di Balik Sorak dan Air Mata: Membaca Kebahagiaan dan Kesedihan dari Piala Dunia 2026

Selasa, 7 Jul 2026
Kresek Kecil
Catatan

Kresek Kecil yang Dibawa Bapak

Minggu, 5 Jul 2026
Ruang hijau
Catatan

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Senin, 29 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Senin, 29 Jun 2026
Gen-z
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Minggu, 28 Jun 2026
Pendidikan Akhlak
Catatan

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
florist di malang

5 Florist di Malang yang Cocok untuk Bouquet Wisuda hingga Wedding

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.