Senin, Juli 27, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

In Memoriam Yai Mim: Luas Ilmu Agamanya dan Kepeduliannya kepada Mahasiswa yang Tak Memiliki Tempat Tinggal

Redaksi by Redaksi
April 14, 2026 12:35 pm
in News
Yai Mim

Oemar Hawariy (dua dari kanan) bersama dengan KH Imam Muslimin atau Yai Mim (dua dari kiri) di Polresta Malang Kota sekitar 2013 silam. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – KH Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim wafat pada Senin (13/4/2026) setelah sebelumnya tidak sadarkan diri saat hendak dimintai keterangan di Polresta Malang Kota. Kepergian tokoh agama tersebut menyisakan duka mendalam bagi para murid, mahasiswa, dan masyarakat yang pernah mengenalnya.

Wafatnya Yai Mim menjadi perhatian luas setelah sebelumnya beliau terlibat konflik dengan tetangganya bernama Nurul Sahara. Kasus tersebut sempat viral dan menjadi perhatian nasional. Bahkan, Gubernur Jawa Barat yang juga dikenal sebagai konten kreator, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sempat mendatangi rumah Yai Mim.

READ ALSO

Trans Jatim Koridor 2 Lewati Bululawang dan Gondanglegi

Hanya 20 Menit, Lelang Pembangunan Masjid IKA-PMII Kota Malang Tembus Rp855 Juta

Namun di balik kontroversi yang sempat mencuat, para murid mengenang Yai Mim sebagai sosok alim, sederhana, dan penuh kepedulian terhadap mahasiswa, khususnya mereka yang mengalami kesulitan tempat tinggal.

Oemar Hawariy
KH Imam Muslimin (kiri) dan Fathul Panata Praja beberapa waktu lalu. Foto: dok.

Baca juga: Tahanan Kasus Pertikaian Tetangga di Malang, Yai Mim Meninggal Dunia

Sosok Bersahaja Lulusan Al Azhar Mesir

Salah satu murid Yai Mim di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Oemar Hawariy, mengenang gurunya sebagai sosok yang sangat bersahaja meski memiliki latar belakang pendidikan tinggi dari luar negeri.

Oemar yang mulai kuliah pada tahun 2002 mengaku terkesan dengan kesederhanaan Yai Mim saat berinteraksi dengan mahasiswa.

“Beliau waktu itu habis lulus dari Al Azhar Mesir, tapi beliau biasa berinteraksi dengan kita pakai kaos dan topi, begitu bersahaja,” kata Oemar, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, Yai Mim merupakan sosok yang memiliki penguasaan ilmu agama yang luas, khususnya dalam kajian tauhid dan pemikiran Islam.

“Saya sering bertanya soal keagamaan misal soal tauhid uluhiyah dan rububiyah, beliau menjawab dengan jelas sekali dan cukup memuaskan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Oemar juga mengaku terkesan dengan cara Yai Mim menjelaskan perpaduan antara budaya Jawa dan Islam.

“Ketika mau masuk Ramadan, orang Jawa itu membawakan lagu untuk menyambutnya, itu saya dapat dari Yai Mim,” tambahnya.

Peduli Mahasiswa yang Kesulitan Tempat Tinggal

Kepedulian Yai Mim terhadap mahasiswa juga dirasakan langsung oleh Oemar saat hendak keluar dari Ma’had UIN Malang. Saat itu, Yai Mim menanyakan rencana tempat tinggal Oemar setelah tidak lagi berada di Ma’had.

Baca juga: Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Yai Mim kemudian menyarankan Oemar untuk menjadi marbot di Masjid Al Amin, kawasan Dieng, Kota Malang yang saat itu membutuhkan petugas kebersihan masjid.

Saran tersebut diberikan agar kehidupan Oemar tetap terjamin sekaligus menjaga ibadahnya.

“Meski saya tidak jadi menjadi petugas di masjid itu, tapi yang saya kenang adalah perhatian beliau yang luar biasa. Padahal saya bukan siapa-siapa beliau, cuma mahasiswa beliau saja,” ungkapnya.

Menampung Mahasiswa Gratis hingga Lahirnya Pesantren

Cerita serupa disampaikan mahasiswa lainnya, Fathul Panata Praja. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2009 dirinya bersama seorang mahasiswa lain, Fahmi, pernah ditampung secara gratis di rumah Yai Mim.

“Tidak semua dosen punya inisiatif seperti beliau, dan kami ditampung gratis. Bisa saja beliau memungut tarif kos,” kata Fathul.

Sekitar satu hingga dua tahun kemudian, Yai Mim mendirikan Pondok Pesantren Anshofa (Al-Adzkiya Nurus Shofa). Meski tidak menjadi santri tetap, Fathul dan rekannya masih sering mengikuti pengajian yang diasuh Yai Mim.

“Kayaknya menampung kami berdua di rumah beliau menjadi salah satu embrio berdirinya pesantren beliau. Sampai sekarang pesantrennya masih aktif setahu saya, semoga jadi amal jariyah beliau,” pungkasnya.

Kepergian Yai Mim meninggalkan kenangan mendalam bagi para muridnya. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai ulama dengan ilmu agama yang luas, tetapi juga sebagai guru yang peduli dan ringan tangan membantu mahasiswa yang membutuhkan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

reporter: Irham Thoriq
redaktur: jatmiko

Tags: In Memoriam Yai MimKH Imam MusliminPonpes AnshofaUIN MalangUlama MalangYai MimYai Mim MalangYai Mim Wafat

Related Posts

Trans Jatim Koridor 2 Lewati Bululawang dan Gondanglegi
News

Trans Jatim Koridor 2 Lewati Bululawang dan Gondanglegi

Senin, 27 Jul 2026
Hanya 20 Menit, Lelang Pembangunan Masjid IKA-PMII Kota Malang Tembus Rp855 Juta
News

Hanya 20 Menit, Lelang Pembangunan Masjid IKA-PMII Kota Malang Tembus Rp855 Juta

Senin, 27 Jul 2026
Rumah Kos di Sengkaling Kebakaran, Penghuni Asal Balikpapan Alami Luka Bakar
News

Rumah Kos di Sengkaling Kebakaran, Penghuni Asal Balikpapan Alami Luka Bakar

Senin, 27 Jul 2026
Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo
News

Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Demo

Senin, 27 Jul 2026
Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen
News

Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Capai 70 Persen

Senin, 27 Jul 2026
8 Peraih IKA-PMII Awards 2026. Foto/dok IKA PMII Kota Malang
News

Inspiratif, 8 Peraih IKA-PMII Awards 2026, Mulai Tokoh Senior, Sekjen PKB hingga Dosen

Senin, 27 Jul 2026
Next Post
Desain Altar

Mahasiswa ITN Malang Raih Juara 2 Sayembara Desain Altar GKJW Tunjungsekar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.