Kamis, Juni 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

In Memoriam Yai Mim: Luas Ilmu Agamanya dan Kepeduliannya kepada Mahasiswa yang Tak Memiliki Tempat Tinggal

Redaksi by Redaksi
April 14, 2026 12:35 pm
in News
Yai Mim

Oemar Hawariy (dua dari kanan) bersama dengan KH Imam Muslimin atau Yai Mim (dua dari kiri) di Polresta Malang Kota sekitar 2013 silam. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – KH Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim wafat pada Senin (13/4/2026) setelah sebelumnya tidak sadarkan diri saat hendak dimintai keterangan di Polresta Malang Kota. Kepergian tokoh agama tersebut menyisakan duka mendalam bagi para murid, mahasiswa, dan masyarakat yang pernah mengenalnya.

Wafatnya Yai Mim menjadi perhatian luas setelah sebelumnya beliau terlibat konflik dengan tetangganya bernama Nurul Sahara. Kasus tersebut sempat viral dan menjadi perhatian nasional. Bahkan, Gubernur Jawa Barat yang juga dikenal sebagai konten kreator, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sempat mendatangi rumah Yai Mim.

READ ALSO

Pendaki Gunung Semeru Terjatuh Setelah Lewat Jalur Ilegal, Tim SAR Masih Evakuasi

Jadwal Layanan SIM Keliling Kabupaten Malang Tanggal 3-5 Juni 2026

Namun di balik kontroversi yang sempat mencuat, para murid mengenang Yai Mim sebagai sosok alim, sederhana, dan penuh kepedulian terhadap mahasiswa, khususnya mereka yang mengalami kesulitan tempat tinggal.

Oemar Hawariy
KH Imam Muslimin (kiri) dan Fathul Panata Praja beberapa waktu lalu. Foto: dok.

Baca juga: Tahanan Kasus Pertikaian Tetangga di Malang, Yai Mim Meninggal Dunia

Sosok Bersahaja Lulusan Al Azhar Mesir

Salah satu murid Yai Mim di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Oemar Hawariy, mengenang gurunya sebagai sosok yang sangat bersahaja meski memiliki latar belakang pendidikan tinggi dari luar negeri.

Oemar yang mulai kuliah pada tahun 2002 mengaku terkesan dengan kesederhanaan Yai Mim saat berinteraksi dengan mahasiswa.

“Beliau waktu itu habis lulus dari Al Azhar Mesir, tapi beliau biasa berinteraksi dengan kita pakai kaos dan topi, begitu bersahaja,” kata Oemar, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, Yai Mim merupakan sosok yang memiliki penguasaan ilmu agama yang luas, khususnya dalam kajian tauhid dan pemikiran Islam.

“Saya sering bertanya soal keagamaan misal soal tauhid uluhiyah dan rububiyah, beliau menjawab dengan jelas sekali dan cukup memuaskan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Oemar juga mengaku terkesan dengan cara Yai Mim menjelaskan perpaduan antara budaya Jawa dan Islam.

“Ketika mau masuk Ramadan, orang Jawa itu membawakan lagu untuk menyambutnya, itu saya dapat dari Yai Mim,” tambahnya.

Peduli Mahasiswa yang Kesulitan Tempat Tinggal

Kepedulian Yai Mim terhadap mahasiswa juga dirasakan langsung oleh Oemar saat hendak keluar dari Ma’had UIN Malang. Saat itu, Yai Mim menanyakan rencana tempat tinggal Oemar setelah tidak lagi berada di Ma’had.

Baca juga: Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Yai Mim kemudian menyarankan Oemar untuk menjadi marbot di Masjid Al Amin, kawasan Dieng, Kota Malang yang saat itu membutuhkan petugas kebersihan masjid.

Saran tersebut diberikan agar kehidupan Oemar tetap terjamin sekaligus menjaga ibadahnya.

“Meski saya tidak jadi menjadi petugas di masjid itu, tapi yang saya kenang adalah perhatian beliau yang luar biasa. Padahal saya bukan siapa-siapa beliau, cuma mahasiswa beliau saja,” ungkapnya.

Menampung Mahasiswa Gratis hingga Lahirnya Pesantren

Cerita serupa disampaikan mahasiswa lainnya, Fathul Panata Praja. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2009 dirinya bersama seorang mahasiswa lain, Fahmi, pernah ditampung secara gratis di rumah Yai Mim.

“Tidak semua dosen punya inisiatif seperti beliau, dan kami ditampung gratis. Bisa saja beliau memungut tarif kos,” kata Fathul.

Sekitar satu hingga dua tahun kemudian, Yai Mim mendirikan Pondok Pesantren Anshofa (Al-Adzkiya Nurus Shofa). Meski tidak menjadi santri tetap, Fathul dan rekannya masih sering mengikuti pengajian yang diasuh Yai Mim.

“Kayaknya menampung kami berdua di rumah beliau menjadi salah satu embrio berdirinya pesantren beliau. Sampai sekarang pesantrennya masih aktif setahu saya, semoga jadi amal jariyah beliau,” pungkasnya.

Kepergian Yai Mim meninggalkan kenangan mendalam bagi para muridnya. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai ulama dengan ilmu agama yang luas, tetapi juga sebagai guru yang peduli dan ringan tangan membantu mahasiswa yang membutuhkan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

reporter: Irham Thoriq
redaktur: jatmiko

Tags: In Memoriam Yai MimKH Imam MusliminPonpes AnshofaUIN MalangUlama MalangYai MimYai Mim MalangYai Mim Wafat

Related Posts

Pendaki Gunung semeru
News

Pendaki Gunung Semeru Terjatuh Setelah Lewat Jalur Ilegal, Tim SAR Masih Evakuasi

Rabu, 3 Jun 2026
layanan SIM Keliling Kabupaten Malang
News

Jadwal Layanan SIM Keliling Kabupaten Malang Tanggal 3-5 Juni 2026

Rabu, 3 Jun 2026
Gempa bumi
News

772 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Timur Selama Mei 2026, Empat Di Antaranya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 3 Jun 2026
Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Rabu, 3 Jun 2026
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat memberi keterangan pada media. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu
News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Selasa, 2 Jun 2026
Next Post
Desain Altar

Mahasiswa ITN Malang Raih Juara 2 Sayembara Desain Altar GKJW Tunjungsekar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.