Tugumalang.id – Kota Malang tengah bersiap menusun peraturan daerah (Perda) tentang ducting atau jaringan bawah tanah untuk menata kabel semrawut di sudut sudut jalanan Kota Malang. Terlebih beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo juga menginstruksikan seluruh kepala daerah membersihkan kabel semrawut yang mencemari estetika kota.
Merespon rencana itu, Manager Biznet Area Malang, Ranu Mardianto menyebut bahwa pihaknya siap mengikuti kebijakan pemerintah daerah.
“Prinsipnya, kami ikut regulasi yang ada. Kalau pemkot memiliki kebijakan soal penataan kabel lewat Perda ducting, tentu infrastruktur kami akan menyesuaikan,” ucapnya, Sabtu (7/3/2026).
Baca Juga: Wisuda ke-78 Unisma Jadi Kado Perdana Pasca Raih Predikat PTNU Terbaik 1 Nasional
Ia mencontohkan penerapan kebijakan serupa juga telah dilakukan di Kota Madiun. Disana, pihaknya juga mengikuti regulasi yang telah ditetapkan.
Ranu menyebut biaya penataan kabel bawah tanah diakuinya lebih tinggi dari pada kabel gantung. Termasuk untuk perawatan rutin maupun menanganan ganggunan jaringan.
“Jadi bisa dikatakan cukup sulit juga. Artinya, infrastruktur memang harus benar benar disiapkan dan dikaji oleh pemerintah kota,” katanya.
Namun untuk kelebihannya, ia memandang penataan kabel kewat ducting atau jaringan bawah tanah akan membaut estetika kota lebih rapi. Bahkan soal keamanan juga disebit lebih baik.
Baca Juga: Tata Kabel Semrawut, Pemkot Malang Wacanakan Pembentukan Perda Ducting untuk Tanam Kabel Bawah Tanah
“Dari segi estetika jelas lebih baik, kota jadi lebih rapi. Kemudian dari sisi keamanan juga lebih aman dari gangguan cuaca,” paparnya
Lebih jauh, pihaknya juga mengaku siap urun rembung jika sewaktu waktu pandangan provinder dibutuhkan dalam proses perancangan kebijakan penataan kabel Kota Malang.
Di sisi lain, Ranu juga memandang kemungkinan teknologi jaringan tanpa kabel atau berbasis gelombang elektromagnetik bisa diterapkan di perkotaan. Namun diakuinya bahwa hal itu memiliki risiko tersendiri.
“Karena menggunakan sistem gelombang elektromagnetik, tentu bergantung pada faktor cuaca. Kalau cuaca tiba tiba memburuk, potensi gangguan juga bisa terjadi,” jelasnya.
Dikatakan, pengguna jaringan provider Biznet di Kota Malang telah mencapai 5 ribu pengguna. Seiring perkembangan, ia bahkan menargetkan bisa naik sampai 30 persen di tahun 2026 ini.
Di kancah nasional, Biznet juga tengah menggembangkan jaringan bawah laut untuk meperataan jaringan di wilayah Gresik menuju Bawean dan Madura menuju Kepulauan Kangean.
“Kami jugavterus edukasi masyarakat terkait penggunaan internet yang aman agar terhindar dari penipuan dengan merapkan penggunaan internet sehat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























